Bisnis & Ekonomi

Menjelang Keputusan BI Rate, Rupiah Hampiri Rp17.900 per US$ – Market

×

Menjelang Keputusan BI Rate, Rupiah Hampiri Rp17.900 per US$ – Market

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Dekati Rp17.900/US$ - Market

jurnalistik.co.id – Rupiah memulai perdagangan Selasa (22/9/2026) dengan pelemahan, di tengah kondisi di mana sebagian mata uang Asia bergerak menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpangkas 0,17% menjadi Rp17.868/US$ saat pelaku pasar memilih sikap wait and see menjelang pengumuman keputusan suku bunga acuan BI Rate besok.

Di pasar non-deliverable forwards (NDF), rupiah bahkan sudah kembali menyentuh level Rp17.922/US$ pada 09:05 WIB. Perggerakan tersebut turut menekan rupiah di pasar spot.

Pada 09:05 WIB, rupiah di pasar spot kembali melemah 0,25% ke posisi Rp17.883/US$. Pada saat yang sama, pergerakan sejumlah mata uang Asia menunjukkan kecenderungan menguat, meski tidak seragam.

Won Korea Selatan menjadi mata uang yang terapresiasi paling tinggi, yakni 0,95%. Setelah itu, dolar Taiwan menguat 0,24%, lalu disusul peso Filipina, baht Thailand, serta ringgit Malaysia yang juga bergerak menguat.

Selain rupiah, yen Jepang tercatat melemah, tetapi dampaknya terbatas. Di wilayah lain, dolar Singapura serta yuan offshore ikut bergerak, begitu pula yuan China.

Arah kebijakan moneter masih menjadi sorotan

Pelemahan rupiah mencerminkan kecermatan investor terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pasar menunggu sinyal yang akan dibawa dalam keputusan BI Rate pada hari berikutnya.

Konsensus ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan BI Rate tetap berada di level 5,75%. Dengan proyeksi yang relatif seragam, perhatian pasar kemudian bergeser pada potensi respons pasar setelah keputusan diumumkan.

Perbedaan gerak di berbagai mata uang Asia juga ikut menegaskan bahwa sentimen kawasan masih bergerak selektif. Di tengah pola tersebut, rupiah tetap menunjukkan tekanan dari dinamika offshore yang berlanjut hingga sesi perdagangan berjalan.

Seiring jarak menuju pengumuman BI Rate semakin dekat, pelaku pasar cenderung menjaga kehati-hatian dalam penentuan posisi. Kondisi ini tampak dari perubahan level rupiah dari Rp17.868/US$ menuju Rp17.883/US$ pada waktu yang sama, serta aktivitas NDF yang lebih dulu berada pada level Rp17.922/US$.

Dengan fokus utama pada kebijakan moneter BI, perdagangan rupiah hari ini berjalan dalam nuansa menunggu keputusan besok, sementara pergerakan mata uang Asia menunjukkan kombinasi penguatan dan pelemahan yang berbeda-beda.

Rangkaian pergerakan itu menunjukkan bahwa pelaku pasar tidak langsung merespons faktor tunggal, melainkan memperhitungkan kemungkinan skenario kebijakan BI. Karena itu, perubahan tipis pada level rupiah tetap berlangsung seiring waktu, sejalan dengan makin dekatnya agenda pengumuman suku bunga.

Lonjakan yang lebih dulu tercermin di pasar non-deliverable forwards memperlihatkan bahwa posisi spekulatif lebih responsif terhadap ekspektasi pasar. Ketika NDF sudah bergerak ke Rp17.922/US$ sebelum spot, pasar spot kemudian mengikuti dengan penyesuaian menuju area Rp17.883/US$ pada 09:05 WIB.

Dari sisi perbandingan kawasan, penguatan beberapa mata uang Asia menjadi penanda bahwa sentimen kawasan tidak bergerak seragam. Won Korea Selatan yang menguat paling tinggi, diikuti dolar Taiwan serta mata uang lain seperti peso Filipina, baht Thailand, dan ringgit Malaysia, memberi gambaran bahwa aliran dana cenderung memilih tujuan tertentu.

Sementara itu, pelemahan yen Jepang dicatat tetapi dinilai tidak menimbulkan efek yang berarti. Di saat yang sama, dolar Singapura serta yuan offshore dan yuan China ikut bergerak, yang menegaskan dinamika regional masih berlangsung, meski dampaknya tidak sama pada masing-masing mata uang.

Dalam konteks tersebut, rupiah menghadapi tekanan yang terkait dengan arus offshore yang berlanjut selama sesi. Kondisi ini membuat investor tetap menjaga jarak dan menahan perubahan posisi secara agresif, karena respons terhadap keputusan BI Rate diperkirakan akan menentukan arah perdagangan berikutnya.

Menjelang keputusan besok, pasar juga terlihat mempertimbangkan kemungkinan reaksi setelah BI Rate diumumkan. Dengan proyeksi BI Rate yang konsisten di 5,75%, fokus berikutnya bergeser pada bagaimana pasar akan menilai arah kebijakan moneter dan seberapa cepat ekspektasi tersebut tercermin pada nilai tukar.