Bisnis & Ekonomi

Bitcoin Pulih ke Rp1,14 M, Tapi Pemantulan Belum Solid—Terjungkal Lagi?

×

Bitcoin Pulih ke Rp1,14 M, Tapi Pemantulan Belum Solid—Terjungkal Lagi?

Sebarkan artikel ini
Pemulihan Bitcoin ke Harga Rp1,14 M Belum Solid, Terjungkal Lagi?
Ilustrasi: Pemulihan Bitcoin ke Harga Rp1,14 M Belum Solid, Terjungkal Lagi? - Teknologi

jurnalistik.co.id – Harga Bitcoin berangsur membaik dan mencoba bertahan di kisaran US$64.107 (setara Rp1,14 miliar) pada awal pekan ini, meski pemantulan belum menunjukkan tanda yang benar-benar solid.

Kenaikan ini muncul setelah Bitcoin sempat terhempas mendekati ujung US$60.000-an pada pekan lalu, yang dikaitkan dengan kecemasan pelaku pasar terhadap suku bunga The Fed.

Hingga Senin (22/6/2026) sore pukul 15.40 waktu Indonesia, pergerakan Bitcoin tercatat berayun di rentang sisi terendah US$63.231 dan tertinggi US$64.510 dalam 24 jam perdagangan terakhir.

Meski mencoba menguat, tekanan masih terasa karena catatan merah 2,3% masih harus dihadapi Bitcoin dalam sepekan terakhir.

Jika dilihat sepanjang tahun ini, rapor Bitcoin juga masih mencatat penurunan sebesar –26,76%.

Secara teknikal, Bitcoin disebut tengah memasuki posisi bullish, tetapi pada saat yang sama menghadapi uji resistensi yang menentukan arah lanjutan.

Menurut analis TradingView, BTC sudah menembus “bearish dari pola segitiga simetris yang terbentuk selama beberapa bulan.” Namun, pembalikan arah tersebut disebut belum terkonfirmasi.

Dalam pengamatan teknikal yang dituliskan SHAY_ANALYTICS, “Support sebelumnya kini diperlakukan sebagai resistensi, dan kenaikan ke zona tersebut mungkin akan memicu aksi jual baru kecuali Bitcoin ditutup kembali di atasnya dengan meyakinkan,” sebagaimana ditulis SHAY_ANALYTICS.

Maknanya, kenaikan yang kembali mengarah ke zona yang sebelumnya menjadi tumpuan berisiko memunculkan gelombang jual jika penutupan pergerakan tidak berhasil melewati level itu secara meyakinkan.

Sejalan dengan itu, pasar masih menunggu sinyal lanjutan apakah Bitcoin mampu mempertahankan kenaikan yang sudah terjadi atau justru kembali terjungkal akibat dorongan jual dari area resistensi yang terbentuk dari perubahan fungsi level support.

Dengan kondisi volatilitas yang masih terlihat dari rentang pergerakan harian di sekitar US$63.231 hingga US$64.510, pelaku pasar cenderung lebih selektif menilai apakah momentum penguatan ini hanya pantulan jangka pendek atau mulai beralih menjadi tren yang lebih konsisten.

Di tengah latar sentimen suku bunga yang sempat memberi tekanan pada pekan sebelumnya, pergerakan pada hari Senin menjadi semacam “ujian lanjutan” untuk memastikan apakah Bitcoin dapat membangun pijakan di atas area yang saat ini disebut sebagai resistensi.

Selama resistensi tersebut belum ditembus dengan penutupan yang meyakinkan, pembalikan arah yang diharapkan dari fase bullish berpotensi tetap belum menjadi kepastian, sehingga pemantulan masih dapat berganti menjadi tekanan jual.

Dengan posisi harga yang bertahan di atas area pemantulan setelah sempat melemah ke kisaran mendekati US$60.000-an, perhatian pelaku pasar kini terpusat pada apakah pemulihan ini bisa berubah menjadi pergerakan yang lebih berkelanjutan, bukan hanya gejolak sesaat yang mudah berbalik.

Rentang perdagangan terakhir yang berada di antara US$63.231 dan US$64.510 memperlihatkan bahwa pergerakan masih “berisik”, sehingga keputusan pembelian cenderung menunggu konfirmasi tambahan, terutama dari kemampuan Bitcoin mempertahankan kenaikan di dekat batas resistensi yang sedang diuji.

Dalam kerangka analisis teknikal, perubahan fungsi level support menjadi resistensi mengandung risiko lanjutan: ketika harga kembali mendekati area tersebut tanpa penutupan yang meyakinkan, tekanan jual berpotensi muncul lagi dan membuat kenaikan kembali tertahan di area yang sama.

Selain itu, meski disebut sudah bergerak menuju bias bullish, sinyal yang belum terkonfirmasi tetap menjadi penentu apakah pola yang disebut terbentuk sebelumnya memang mengarah pada kelanjutan kenaikan atau justru hanya pemantulan yang kemudian kembali gagal mempertahankan arah.

Di sisi performa yang lebih lebar, angka penurunan mingguan sekitar 2,3% serta catatan pelemahan sekitar –26,76% sepanjang tahun ini memberi gambaran bahwa sentimen belum benar-benar pulih sepenuhnya. Karena itu, pasar kemungkinan akan terus membandingkan apakah kenaikan saat ini hanyalah jeda koreksi atau mulai menjadi fase yang lebih konsisten, seiring pengujian level-level kunci yang sama.