jurnalistik.co.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo melaksanakan penjemputan dan penyambutan kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (17/6/2026).
Rangkaian penyambutan berlangsung di Gorontalo dengan kedatangan peserta dari kabupaten dan kota di Kaltim. Sebanyak 344 peserta tiba dan disambut langsung oleh Kepala BKPSDM Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, bersama jajarannya.
Penyambutan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta PENAS XVII yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara menyiapkan atmosfer penerimaan yang hangat sejak rombongan pertama tiba.
Kontingen Kaltim tiba sebagai rombongan yang dipimpin H. Anwar selaku penanggungjawab Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kaltim. Kehadiran penanggungjawab tersebut menegaskan keterlibatan unsur pendamping dari daerah asal dalam rangkaian kegiatan PENAS XVII.
Dalam kesempatan penyambutan, Budiyanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia juga berharap rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu selama berada di Gorontalo.
“Selamat datang kepada seluruh Kontingen Provinsi Kalimantan Timur di Provinsi Gorontalo. Semoga merasa nyaman selama berada di Gorontalo dan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PENAS XVII tahun 2026 dengan baik serta membawa manfaat bagi daerah masing-masing,” ujar Budiyanto.
Penyambutan tersebut sekaligus mencerminkan semangat keramahan masyarakat Gorontalo dalam menerima tamu dari berbagai daerah. Dengan adanya kegiatan penerimaan di awal, para peserta diharapkan dapat memulai rangkaian PENAS XVII dengan kondisi yang siap dan nyaman.
Usai proses penjemputan, kontingen Kaltim akan menempati pemondokan di rumah-rumah warga yang tersebar di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penempatan peserta pada pemondokan yang melibatkan warga setempat diharapkan dapat mempererat hubungan sosial dan budaya antara masyarakat Gorontalo dengan para peserta dari Kaltim.
Melalui tahapan penjemputan, penyambutan, hingga penempatan peserta, pemerintah daerah menata alur kedatangan kontingen agar seluruh peserta dapat mengikuti agenda PENAS XVII tahun 2026. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian pelayanan yang diarahkan untuk mendukung kelancaran kegiatan para peserta.
Dengan kedatangan 344 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim, pertemuan lintas daerah ini menjadi momen awal yang mempertemukan kontingen sebagai bagian dari PENAS Petani Nelayan. Seluruh proses yang dilakukan BKPSDM Provinsi Gorontalo pada Rabu (17/6/2026) menunjukkan kesiapan penyelenggaraan menyambut kontingen sejak tahap awal.
Sejak rombongan pertama menginjakkan kaki di Gorontalo, penyelenggaraan diarahkan agar peserta memperoleh pendampingan dari awal. Penjemputan dan penyambutan bukan hanya menjadi proses seremonial, melainkan langkah awal untuk menjaga kesiapan peserta mengikuti rangkaian agenda PENAS XVII tanpa kendala berarti sejak kedatangan.
Dalam rangkaian itu, Budiyanto bersama jajarannya menegaskan pentingnya pelayanan yang terencana bagi kontingen yang datang dari Kaltim. Harapan yang disampaikan juga menekankan agar para peserta dapat menikmati suasana penerimaan yang tertib dan nyaman, sehingga waktu selama berada di Gorontalo benar-benar menjadi pengalaman yang bermakna.
Kontingen Kaltim yang dibawa melalui penanggungjawab H. Anwar selaku unsur pendamping dari daerah asal semakin memperkuat keterkaitan kegiatan dengan struktur pendukung di tingkat provinsi. Keikutsertaan penanggungjawab tersebut menjadi penanda bahwa proses penerimaan melibatkan koordinasi lintas unsur, selaras dengan tujuan kelancaran penyelenggaraan.
Setelah tahap penjemputan dan penataan kedatangan, peserta kemudian diarahkan ke pemondokan di rumah-rumah warga yang berada di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Skema penempatan yang melibatkan masyarakat setempat diharapkan mampu mempererat hubungan sosial dan pertukaran nilai budaya di antara tuan rumah dan para peserta.












