jurnalistik.co.id – Gorontalo Utara — Kepedulian terhadap warga yang terdampak banjir kembali ditunjukkan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Gorontalo melalui distribusi air bersih di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar setelah banjir membuat sumber air tercemar lumpur dan material bawaan air bah.
Dalam kegiatan tersebut, Brimob Gorontalo menurunkan 11 personel yang dipimpin oleh Ipda Arifin Mahadjani. Mereka membawa kendaraan Water Treatment atau pengolah air bersih untuk mengolah sumber air yang tersedia menjadi air bersih yang layak digunakan warga.
Langkah ini menjadi solusi cepat di tengah kondisi pascabanjir. Saat sumber air tidak lagi bisa digunakan secara langsung, kebutuhan air bersih berubah menjadi persoalan utama yang segera dirasakan masyarakat. Kehadiran kendaraan khusus tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan itu dengan lebih cepat dan terarah.
Air yang telah diolah selanjutnya didistribusikan langsung kepada masyarakat di sejumlah titik terdampak. Proses penyaluran dilakukan agar warga dapat segera memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa ditunda dalam situasi darurat seperti ini.
Kehadiran personel Brimob dan kendaraan Water Treatment disambut hangat oleh warga. Masyarakat tampak antusias mengikuti distribusi air bersih tersebut karena bantuan ini menyentuh salah satu kebutuhan paling mendesak setelah banjir melanda wilayah mereka.
Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan penyaluran air bersih itu. Air yang diberikan tidak hanya dipakai untuk memasak dan mandi, tetapi juga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan keluarga setelah bencana terjadi.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bagian dari upaya kemanusiaan yang dijalankan Brimob untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Menurut dia, pascabanjir, air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar bagi warga.
“Pascabanjir, kebutuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengerahkan personel dan kendaraan Water Treatment agar warga dapat segera memperoleh akses air bersih yang aman dan layak digunakan. Melihat antusiasme masyarakat, kami merasa kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat dan membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K.
Ia menambahkan, Satbrimob Polda Gorontalo akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai operasi kemanusiaan sebagai wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan distribusi air bersih ini, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya untuk selalu siap membantu warga dalam situasi darurat maupun pascabencana.
Semangat “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan” pun kembali menjadi landasan bagi setiap personel Brimob dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Biau, bantuan air bersih ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga bentuk kehadiran negara di saat mereka sedang membutuhkan dukungan paling dasar untuk bertahan dan memulihkan kondisi setelah bencana.
Di tengah kondisi yang masih menuntut pemulihan, distribusi air bersih seperti ini menjadi langkah penting agar aktivitas warga perlahan kembali berjalan normal. Ketersediaan air layak pakai membantu meringankan beban keluarga yang sebelumnya harus berhadapan dengan air tercemar dan keterbatasan sumber bersih setelah banjir.
Bantuan tersebut juga memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada pembersihan area terdampak semata, tetapi juga menyentuh kebutuhan harian yang paling dasar. Dengan adanya suplai air bersih, warga memiliki ruang lebih besar untuk menjaga kesehatan, kebersihan, dan ketenangan dalam menjalani masa pemulihan.
Melalui kehadiran personel dan kendaraan pengolah air, Brimob Gorontalo menegaskan peran aktifnya dalam membantu masyarakat yang sedang berada pada situasi sulit. Upaya semacam ini menjadi bagian dari dukungan nyata yang dibutuhkan warga ketika akses terhadap kebutuhan pokok belum sepenuhnya pulih setelah bencana.












