jurnalistik.co.id – Rupiah terhadap dolar AS pada Selasa, 30 Juni 2026 berada di kisaran Rp 17.883 per dolar AS pada pukul 11.20 WIB. Pergerakan tersebut terjadi seiring tren penguatan dolar AS terhadap rupiah pada hari yang sama.
Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melemah 2,61 persen ke level 5.668,84. Kombinasi kondisi pasar itu menjadi latar yang ikut memengaruhi perhatian pelaku terhadap kurs valas.
Di sisi kebijakan, Bank Indonesia (BI) disebut akan membatasi pembelian mata uang dolar AS tanpa dokumen pendukung (underlying) maksimal 25.000 dolar AS per orang per bulan. Ketentuan tersebut disebut akan berlaku pada Juni 2026, dengan tujuan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Kurs acuan pada pukul 11.20 WIB
Pada pukul 11.20 WIB, nilai tukar rupiah ke dolar AS di angka Rp 17.883 per dolar AS. Angka acuan ini mencerminkan posisi kurs yang dipantau pada waktu tersebut.
Meski demikian, pelaksanaan transaksi di bank umumnya mengikuti skema kurs yang berbeda sesuai jenis layanan. Karena itu, selain kurs acuan, rincian harga beli-jual juga dapat mengacu pada kategori seperti e-rate, TT counter, maupun bank notes.
Rincian kurs di BCA
Untuk transaksi melalui layanan e-banking, kurs BCA yang tercantum pada e-Rate menunjukkan harga beli Rp 17.887,00 per dolar AS dan harga jual Rp 17.907,00 per dolar AS. Informasi tersebut disajikan sebagai rujukan untuk skema e-rate.
Sementara itu, untuk TT Counter, BCA menetapkan kurs beli Rp 17.715,00 per dolar AS dan kurs jual Rp 17.990,00 per dolar AS. Pada catatan yang menyertai tabel kurs, juga disebutkan bahwa kurs bank notes berada pada angka yang sama, dengan pembelian Rp 17.715,00 per dolar AS dan penjualan Rp 17.990,00 per dolar AS.
Catatan yang dicantumkan menyebutkan bahwa kurs e-Rate dipakai untuk transaksi melalui e-Banking. Untuk mendapatkan informasi kurs khusus, nasabah diarahkan untuk menghubungi cabang BCA terdekat, terutama untuk transaksi dengan nilai nominal tertentu.
Dinyatakan juga bahwa kurs yang dikenakan merupakan kurs pada tanggal efektif transaksi. Selain itu, kurs dapat berubah selama proses transaksi berjalan, sehingga penetapan harga mengikuti perkembangan hingga transaksi selesai.
Pada bagian yang sama, ketentuan terkait kewajiban penyampaian dokumen underlying disebut mengikuti peraturan Bank Indonesia (BI). Dengan kata lain, syarat dokumentasi tidak berdiri sendiri, melainkan merujuk pada ketentuan threshold transaksi yang berlaku.
Rincian kurs di Bank Mandiri
Bank Mandiri mencantumkan special rate dengan harga beli Rp 17.855,00 per dolar AS dan harga jual Rp 17.855,00 per dolar AS. Angka tersebut ditampilkan sebagai nilai khusus sesuai skema special rate yang tercantum dalam informasi kurs.
Adapun TT Counter di Bank Mandiri menunjukkan kurs beli Rp 17.670,00 per dolar AS dan kurs jual Rp 17.970,00 per dolar AS. Untuk bank notes, Bank Mandiri mencantumkan kurs beli Rp 17.650,00 per dolar AS dan kurs jual Rp 17.950,00 per dolar AS.
Dalam catatan yang menyertai tabel, special rate disebut merupakan kurs indikasi untuk transaksi dengan nominal di atas 25.000 dolar AS (ekivalen). Nasabah yang akan bertransaksi disebut dapat segera menghubungi cabang untuk mendapatkan kurs yang berlaku, sesuai ketentuan yang berlaku untuk nilai nominal tersebut.
Dengan demikian, perbedaan nilai tukar terlihat mengikuti jalur transaksi yang digunakan serta skema kurs yang dirujuk masing-masing bank. Informasi waktu pemantauan, rincian jenis transaksi, hingga catatan operasional seperti tanggal efektif dan perubahan kurs selama proses, semuanya menjadi bagian penting sebelum transaksi valas dilakukan.
Secara keseluruhan, pada hari Selasa 30 Juni 2026, perhatian terhadap kurs rupiah-dolar AS tidak hanya tertuju pada angka acuan, tetapi juga pada detail harga beli-jual di layanan yang berbeda. Kondisi pasar, termasuk pelemahan IHSG dan penguatan dolar AS, turut memperjelas kenapa kurs valas menjadi salah satu indikator yang terus dipantau sepanjang perdagangan.












