Bisnis & Ekonomi

Dari Ruang Kelas di Sidoarjo, Bu Guru Ria Buka Peluang Cuan untuk Guru Honorer Tanpa Beban

×

Dari Ruang Kelas di Sidoarjo, Bu Guru Ria Buka Peluang Cuan untuk Guru Honorer Tanpa Beban

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Berawal dari Ruang Kelas di Sidoarjo, Bu Guru Ria Bantu Guru Honorer Petik Cuan Tanpa Beban

jurnalistik.co.id – Di tengah hiruk-pikuk ekonomi digital, ada cerita yang berangkat dari hal sederhana namun berdampak luas: ruang kelas di Sidoarjo. Dari pengalaman mengajar, Siti Komariyah—yang akrab disapa “Bu Guru Ria”—menggagas cara agar guru honorer ikut menikmati peluang tanpa harus menanggung beban yang berat.

Bu Guru Ria mengawali langkahnya dari SDN Banjar Kemantren 2 di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ia merancang alat peraga untuk memantik antusiasme murid-muridnya belajar, lalu mengunggah kreasinya ke media sosial.

Ternyata, unggahan itu tidak berhenti pada lingkup kelasnya. “Awalnya saya membuat media pembelajaran untuk kelas sendiri. Setelah saya unggah di media sosial, banyak guru yang ingin menggunakan media yang sama. Dari situ saya mulai memanfaatkan Shopee agar produk kami bisa dijangkau guru-guru dari berbagai daerah,” ujar Ria pada Rabu (22/07/2026).

Dari respons para guru yang datang dari berbagai penjuru, ia kemudian memantapkan pengembangan usaha. Bu Guru Ria membangun UMKM media pembelajaran dengan identitas “Bu Guru Ria”, yang terus bertumbuh mengikuti kebutuhan di lapangan.

Produk yang dikembangkan tidak hanya satu jenis alat ajar. Mulai dari media pembelajaran interaktif, ATK, poster edukasi, hingga banner pembelajaran, serta beragam perlengkapan belajar yang dibuat agar kegiatan belajar terasa lebih hidup dan dekat dengan keseharian murid. Lapak daring Bu Guru Ria di Shopee.co.id tercatat sudah terdaftar sejak delapan tahun lalu, lalu laju bisnisnya meningkat dalam tiga tahun terakhir seiring makin tingginya kebutuhan guru akan materi ajar yang kreatif dan segar.

Ria melihat perubahan tersebut sebagai sinyal bahwa ekosistem digital bisa menjadi pengungkit bagi praktik baik di dunia pendidikan. “Perkembangannya terasa dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya hanya untuk kebutuhan kelas sendiri, sekarang banyak guru dari berbagai daerah yang menggunakan produk kami,” katanya.

Bagi Ria, platform e-commerce bukan sekadar tempat berjualan, tetapi sarana agar karya pembelajaran bisa menjangkau lebih banyak pihak tanpa perlu membuka toko fisik di setiap daerah. Ia memilih Shopee karena kepraktisan dan jangkauannya yang membuat jarak terasa lebih dekat.

Ia memanfaatkan fitur-fitur di platform untuk memperkenalkan produk sekaligus menunjukkan cara penggunaan. “Fitur-fitur yang ada cukup membantu kami mengenalkan produk kepada lebih banyak orang. Kami bisa menunjukkan cara penggunaan media pembelajaran melalui video maupun siaran langsung, sementara proses pengiriman dan transaksi juga lebih mudah,” ujarnya.

Dalam proses operasionalnya, bantuan logistik dari Shopee Xpress turut memudahkan perluasan skala usaha. Melalui rangkaian fitur promosi, konten interaktif seperti video dan siaran langsung, hingga dukungan pengiriman, kegiatan bisnis berjalan lebih efektif tanpa harus membentangkan urusan fisik yang rumit.

Dari sisi sosial, Bu Guru Ria tidak melewatkan kenyataan bahwa banyak guru honorer menghadapi tekanan ekonomi saat menyiapkan kebutuhan mengajar. Realita tersebut memunculkan empati sekaligus melahirkan gagasan: program afiliasi yang dibangun atas dasar solidaritas.

Skema yang dibuat dibuat Ria memberi ruang bagi guru honorer untuk ikut terhubung dengan usaha media pembelajaran. Program ini memungkinkan mereka memperoleh sampel produk secara gratis. Setelah itu, para guru cukup membuat video ulasan singkat atau membagikan tautan afiliasi di media sosial.

Ketika ada pembelian yang terjadi melalui tautan yang dibagikan, komisi langsung mengalir ke dompet para guru honorer. Pola ini dirancang agar guru tidak harus memikirkan rangkaian pekerjaan yang biasanya menyita waktu—mulai dari stok, proses manufaktur, pengepakan, hingga pengiriman barang.

“Guru honorer kan kalau hanya mengandalkan gaji tentu masih berat untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu saya memberikan sampel gratis. Mereka cukup membuat video atau membagikan tautan afiliasi. Kalau ada yang membeli dari tautan itu, mereka langsung mendapat komisi,” katanya.

Dengan langkah seperti itu, transformasi yang dimaksud Bu Guru Ria tidak berhenti di angka-angka penjualan. Ia berusaha membuka pintu rezeki baru melalui cara yang lebih ringan, sekaligus menjaga agar praktik baik di kelas bisa menjalar ke ekosistem yang lebih luas.