jurnalistik.co.id – Dalam upaya berkesinambungan untuk memelihara marwah Bid Humas Polda Gorontalo sekaligus meningkatkan mutu profesionalisme, Kombes Pol. Desmont Harjendro, S.I.K., M.T., memberikan arahan strategis kepada personelnya saat Apel Satker, Rabu (03/06/2026).
Arahan yang disampaikan Kabid Humas Polda Gorontalo itu menitikberatkan pada dua pilar utama yang dinilai sangat penting bagi profesionalisme Polri, yakni disiplin dalam menjalankan tugas sehari-hari dan menjaga kondisi kesehatan secara holistik. Menurut Desmont, kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari kualitas pelayanan dan kinerja personel di lapangan.
Dalam penyampaiannya yang berlangsung persuasif namun tegas, Kombes Pol. Desmont Harjendro menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kepatuhan formal terhadap aturan. Lebih dari itu, disiplin merupakan cerminan komitmen moral seorang abdi negara dalam menjalankan tanggung jawabnya secara konsisten.
Akselerasi disiplin kerja dan keteladanan internal
Untuk memperkuat hal tersebut, Kombes Pol. Desmont Harjendro menginstruksikan para Kasubbid di Satker Humas agar memperketat pengawasan melekat terhadap anggotanya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi pelanggaran kode etik profesi yang dapat merugikan nama baik Korps Bhayangkara.
Ia juga menekankan bahwa disiplin operasional, ketepatan waktu, serta pemenuhan tanggung jawab dalam garis hierarki kedinasan merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar. Dalam pandangannya, personel senior harus mampu memosisikan diri sebagai teladan atau role model yang positif bagi para junior, sehingga tercipta lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan profesional.
“Disiplin operasional, ketepatan waktu, dan pemenuhan tanggung jawab dalam garis hierarki kedinasan adalah fondasi yang tidak dapat ditawar. Saya berharap personel senior mampu memposisikan diri sebagai teladan atau role model yang positif bagi para juniornya, sehingga tercipta ekosistem kerja yang sehat, harmonis, dan profesional,” ujar alumni Akademi Kepolisian tahun 2000 tersebut.
Selain soal disiplin kerja internal, Desmont juga mengingatkan agar pemanfaatan ruang digital dan media sosial oleh anggota Polri tetap berpedoman pada etika kehumasan serta prinsip netralitas. Ia menilai, penggunaan media sosial yang tidak beretika berpotensi memunculkan polemik di ruang publik dan justru kontraproduktif dengan tugas-tugas kepolisian.
Menurutnya, setiap personel Humas perlu memahami bahwa aktivitas di ruang digital bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga bagian dari representasi institusi. Karena itu, kehati-hatian dalam bertindak, berbicara, dan membagikan informasi menjadi bagian penting dari profesionalitas yang harus dijaga bersama.
Kesehatan personel sebagai aset vital pelayanan publik
Tak hanya menyoroti disiplin, Kabid Humas Polda Gorontalo itu juga memberi perhatian besar pada pemeliharaan kesehatan fisik dan mental para personel. Ia memandang performa prima dalam pelaksanaan tugas Humas di lapangan hanya dapat tercapai apabila didukung oleh kondisi kebugaran yang baik.
Bagi Desmont, tugas Humas menuntut kesiapan fisik yang tinggi karena personel kerap berhadapan dengan dinamika kerja yang cepat dan beragam. Karena itu, ia menilai investasi terhadap kesehatan mandiri harus menjadi prioritas setiap anggota Humas.
Ia menekankan pentingnya olahraga teratur, menjaga pola makan berimbang, serta cukup istirahat sebagai bagian dari kebiasaan yang harus dijalankan secara konsisten. Menurutnya, kebugaran bukan hanya soal kenyamanan pribadi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan publik secara optimal.
“Tantangan tugas Humas menuntut kesiapan fisik yang tinggi. Oleh karena itu, investasi terhadap kesehatan mandiri melalui olahraga yang teratur, menjaga pola makan berimbang, serta istirahat yang cukup merupakan sebuah keniscayaan yang harus diprioritaskan oleh setiap anggota Humas,” tutup Kombes Desmont.
Dengan arahan tersebut, Desmont kembali menegaskan bahwa profesionalisme personel Humas tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan tugas komunikasi publik, tetapi juga dari disiplin kerja, keteladanan, etika digital, dan kesiapan fisik yang terjaga. Seluruh aspek itu, menurutnya, harus berjalan seiring agar Bid Humas Polda Gorontalo tetap mampu menjaga marwah institusi dan memberikan pelayanan yang maksimal.












