Hukum & Kriminal

Pulang Kerja, Perempuan di Indramayu Dibacok Begal Bersenjata Tajam

0
×

Pulang Kerja, Perempuan di Indramayu Dibacok Begal Bersenjata Tajam

Sebarkan artikel ini
Pulang Kerja, Wanita di Indramayu Dibacok Begal Bersenjata Tajam Regional 7 Juni 2026
Ilustrasi: Pulang Kerja, Wanita di Indramayu Dibacok Begal Bersenjata Tajam

jurnalistik.co.id – Seorang wanita berinisial R menjadi korban pembegalan saat dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (6/6/2026) malam, ketika korban melintas di jalur yang menghubungkan beberapa desa di wilayah setempat.

Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda Eryana, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kepolisian telah bergerak melakukan penyelidikan sejak malam saat peristiwa terjadi, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kronologi kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Desa Kedokan Bunder. Aksi pembegalan dilakukan saat korban melintas di area perbatasan Desa Kedokan Agung dan Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder.

Di tengah perjalanan, laju sepeda motor yang dikendarai korban tiba-tiba diadang oleh sekelompok pria tak dikenal. Setelah laju kendaraan terhenti, para pelaku langsung mengacungkan senjata tajam dan menyerang korban.

Salah satu sabetan mengenai lengan kanan korban. Dalam kondisi terluka, korban menghentikan kendaraannya dan berlari menyelamatkan diri menuju pos keamanan milik Pertamina yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Namun, sepeda motor yang ditinggalkan korban di lokasi pembegalan justru dibawa kabur oleh para pelaku. Kawanan begal diketahui melarikan diri ke arah Desa Kaplongan.

Polisi selidiki dan menunggu laporan korban

Eryana mengatakan laporan awal kejadian diterima dari petugas security. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

“Laporan awal kejadian ini kami terima dari petugas security, kejadiannya itu sekitar pukul 18.30 WIB,” ujar Eryana.

Saat dikonfirmasi pada Minggu (7/6/2026), Eryana menyatakan korban saat ini belum melapor. Polisi, lanjutnya, masih menunggu laporan dari orang tua korban untuk mengetahui kronologi yang lebih pasti.

“Iya benar. Kami sudah melakukan penyelidikan sejak semalam setelah kejadian, termasuk olah TKP. Namun korban saat ini belum melapor, kami masih menunggu laporan dari orang tuanya untuk mengetahui kronologi pastinya,” kata Eryana saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).

Kapolsek juga menjelaskan bahwa pihaknya bersama unsur terkait melakukan rangkaian langkah penyelidikan. Di lapangan, proses pengungkapan diarahkan pada pengumpulan alat bukti dan penelusuran jejak yang ditinggalkan pelaku selama melarikan diri.

Polsek Kedokan Bunder bersama Satreskrim dan Tim Buru Sergap (Tekab) Polres Indramayu melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Polisi mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk menelusuri rekaman CCTV milik warga yang berada di jalur pelarian pelaku.

Pemeriksaan juga dilakukan kepada saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Dengan rangkaian itu, polisi berharap kasus dapat diproses lebih lanjut secara hukum berdasarkan data dan keterangan yang terkumpul di lapangan.

“Kami bersama anggota Reskrim dan Tekab Polres Indramayu akan menyelidiki kasus ini, sambil mengumpulkan bukti dari rekaman CCTV milik warga di sekitar rute pelarian serta memeriksa saksi-saksi yang ada. Saya berharap pihak korban juga segera membuat laporan resmi guna proses hukum lebih lanjut,” pungkas Eryana.

Hingga saat ini, fokus penyelidikan berada pada penelusuran rute pelarian para pelaku dari lokasi kejadian menuju Desa Kaplongan. Polisi juga menunggu adanya laporan resmi dari pihak korban agar kronologi pastinya dapat disusun secara lebih lengkap dan akurat sesuai keterangan yang akan disampaikan.

Dalam insiden tersebut, korban sempat berupaya meminta pertolongan dengan mendatangi pos keamanan milik Pertamina yang posisinya tidak jauh dari lokasi kejadian. Setelah pelaku meninggalkan korban yang terluka, sepeda motor yang ditinggalkan justru menjadi barang yang dibawa kabur, sehingga peristiwa ini turut menyisakan jejak pergerakan para pelaku di sekitar jalur menuju Desa Kaplongan.

Sejak malam kejadian, aparat telah menjalankan rangkaian langkah penyelidikan, mulai dari penataan dan pemeriksaan tempat kejadian perkara hingga pengumpulan petunjuk di lapangan. Upaya itu dilakukan bersama unsur terkait, termasuk pengambilan informasi dari saksi yang mengetahui kejadian, serta penelusuran rekaman CCTV di area yang diduga dilalui pelaku selama proses pelarian.

Hingga informasi berikutnya disampaikan, polisi menegaskan masih menunggu laporan resmi dari pihak korban melalui orang tua korban untuk melengkapi kronologi secara lebih rinci. Polisi juga mengarahkan proses penanganan pada penyusunan fakta lapangan dan penguatan alat bukti agar kasus dapat diproses sesuai ketentuan hukum berdasarkan keterangan dan temuan yang telah terkumpul.