Bisnis & Ekonomi

Lucky Hakim Dukung Pabrik Polypropylene Kedua di Indramayu untuk Serap Pekerja Lokal

×

Lucky Hakim Dukung Pabrik Polypropylene Kedua di Indramayu untuk Serap Pekerja Lokal

Sebarkan artikel ini
Lucky Hakim Dukung Pabrik Polypropylene Ke-2 di Indramayu: Serap Pekerja Lokal Regional 21 Juni 2026
Ilustrasi: Lucky Hakim Dukung Pabrik Polypropylene Ke-2 di Indramayu: Serap Pekerja Lokal

jurnalistik.co.id – INDRAMAYU, 21 Juni 2026—Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan dukungan penuh atas pembangunan pabrik polypropylene kedua atau Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) oleh PT Polytama Propindo. Tahap konstruksi proyek ini dijadwalkan resmi dimulai pada Senin, 22 Juni 2026.

Lucky menegaskan keyakinannya bahwa proyek tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dipimpinnya. Ia juga menyebut pembangunan PPB ditargetkan mampu melipatgandakan kapasitas produksi industri polypropylene nasional sekaligus menyerap ribuan tenaga kerja lokal secara masif.

Dalam keterangannya, Lucky menyampaikan, “Investasi strategis ini diharapkan mampu membuka ribuan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem industri di wilayah Kabupaten Indramayu,” ujar Lucky dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (21/6/2026).

Komitmen dukungan, dengan perhatian pada manfaat langsung

Meski siap memberikan dukungan, Lucky tetap menekankan sejumlah catatan penting terkait pelaksanaan proyek. Menurut dia, hadirnya pabrik harus mampu membuat perputaran ekonomi di sekitar lokasi proyek benar-benar dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Selain aspek manfaat ekonomi, Lucky juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Ia menegaskan seluruh tahapan pekerjaan di lapangan wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara matang guna mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Pernyataan dan komitmen dukungan tersebut sebelumnya juga disampaikan Lucky saat rapat koordinasi antara PT Polytama Propindo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu di Ruang Ki Sidum, Setda Kabupaten Indramayu pada Jumat, 19 Juni 2026.

Optimisme logistik dan distribusi

Lucky turut menyampaikan optimisme terkait kelancaran aktivitas logistik dan distribusi barang industri polypropylene di Indramayu. Ia menilai kontur daratan yang relatif datar serta letak geografis yang strategis menjadi faktor yang mendukung hal tersebut.

Ia menambahkan, proses pembangunan dan operasional proyek diharapkan dapat berjalan sesuai rencana, termasuk dalam kaitannya dengan arus logistik untuk kebutuhan distribusi industri polypropylene.

Kapasitas produksi, target operasi, dan arah strategis

Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menjelaskan bahwa pabrik baru ini dirancang memiliki kapasitas 300.000 metrik ton per tahun. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai serta dapat beroperasi penuh pada 2029.

Permono menyebut, dengan adanya pabrik baru ini, total kapasitas produksi perusahaan nantinya akan menyentuh 600.000 metrik ton per tahun. Ia memandang proyek ini krusial sebagai langkah strategis nasional.

Permono menilai proyek tidak hanya berfungsi untuk mengamankan pasokan material polypropylene dari dalam negeri. Polypropylene disebut sebagai bahan baku utama untuk kemasan makanan, perlengkapan medis, hingga komponen otomotif.

Di saat yang sama, keberadaan proyek juga dinilai sebagai upaya untuk menekan tingginya angka impor secara signifikan. Permono menempatkan sinergi lintas pihak sebagai faktor penentu kelancaran dan keberhasilan proyek.

Ia menyampaikan, “Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, Forkopimda, kontraktor, dan masyarakat luas,” ungkap Permono.

Dengan jadwal mulai konstruksi pada 22 Juni 2026, proyek PPB diharapkan menjadi rangkaian investasi yang tidak hanya meningkatkan kapasitas industri, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Di sisi pelaksanaan, dukungan Bupati Indramayu disertai tuntutan agar prosedur kerja, keselamatan, dan manfaat bagi warga sekitar berjalan sejalan dengan target proyek.

Menurut bupati, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada tahap persiapan proyek, tetapi diarahkan agar aktivitas pembangunan dan kegiatan pabrik berikutnya menciptakan efek lanjutan bagi kegiatan usaha di sekitar lokasi. Ia berharap peluang yang terbuka dari proyek ini dapat turut memperbaiki dinamika ekonomi lokal.

Di sisi lain, penekanan keselamatan juga disampaikan dalam konteks pelaksanaan di lapangan. Lucky menilai penerapan SOP yang disiplin perlu dijaga pada setiap tahapan kerja agar pekerjaan berjalan tertib, sekaligus meminimalkan potensi gangguan maupun risiko yang dapat merugikan.

Permono juga memandang proyek ini sebagai bagian dari langkah strategis yang menyasar dua tujuan utama: menjaga ketersediaan bahan baku polypropylene dari dalam negeri dan ikut menekan ketergantungan pada impor. Ia menegaskan bahwa arahan serta koordinasi lintas pihak akan menentukan kelancaran implementasi proyek, mulai dari proses pembangunan hingga kesiapan operasional.