Peristiwa

Didemo Pagi Hari, Kantor Desa Sampungu di Bima Ludes Terbakar Malamnya

0
×

Didemo Pagi Hari, Kantor Desa Sampungu di Bima Ludes Terbakar Malamnya

Sebarkan artikel ini
Pagi Didemo, Kantor Desa Sampungu di Bima Ludes Terbakar pada Malamnya Regional 6 Juni 2026
Ilustrasi: Pagi Didemo, Kantor Desa Sampungu di Bima Ludes Terbakar pada Malamnya

jurnalistik.co.id – Kantor Desa Sampungu di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, terbakar pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.30 WITA.

Kebakaran itu terjadi tidak lama setelah pemerintah desa setempat didemo warga dan mahasiswa terkait transparansi penggunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Menurut informasi yang diterima pihak kecamatan, aksi demonstrasi berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi.

Akibat peristiwa tersebut, dua ruangan kantor desa dan sejumlah dokumen penting dilaporkan ludes terbakar.

Kronologi kebakaran

Kabarnya, percikan api muncul dari sekitar bangunan kantor desa, lalu dengan cepat merambat ke bagian atap.

Api kemudian melahap ruangan kepala desa dan staf kaur.

Dalam kebakaran itu, beberapa dokumen di dua ruangan tersebut ikut terbakar.

Namun, Julkifli menyebut tidak semua dokumen habis dilalap api.

“Dokumen tidak semuanya terbakar, ada sebagian yang juga berhasil diselamatkan oleh warga,” kata Julkifli.

Meski sempat kewalahan saat pemadaman, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga dan jajaran pemerintah desa.

Waktu kejadian dan keterangan pejabat

Julkifli, Camat Soromandi, mengatakan kebakaran terjadi pada Sabtu sekitar pukul 03.30 WITA.

“Benar, Kantor Desa Sampungu terbakar tadi sekitar pukul 03.30 wita,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Penyebab masih didalami

Julkifli mengatakan penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti.

Tim Inafis Polres Bima bersama Laboratorium Forensik (Labfor) dari Denpasar akan diturunkan untuk melakukan penyelidikan.

“Tim Labfor akan diturunkan untuk menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran ini,” kata Julkifli.

Kondisi kantor desa saat kebakaran

Julkifli juga menjelaskan bahwa pada saat terbakar, kantor desa masih dalam kondisi disegel menggunakan kayu.

Segel itu dipasang karena pada pagi harinya ada aksi demonstrasi dari mahasiswa yang menuntut transparansi terkait dana BUMdes.

“Kondisinya memang masih disegel karena paginya ada aksi demontrasi dari mahasiswa soal Bumdes,” kata Julkifli.

Dengan demikian, kebakaran yang terjadi pada Sabtu dini hari itu menyusul rangkaian aksi demonstrasi pada Jumat, 5 Juni 2026 pagi, terkait isu transparansi penggunaan dana BUMDES.

Sampai tahap awal ini, pihak kecamatan menyampaikan bahwa penyelidikan lebih lanjut menjadi fokus untuk memastikan penyebab terjadinya kebakaran dan dampaknya terhadap dokumen yang berada di kantor desa.

Rentetan kejadian ini berangkat dari protes warga dan mahasiswa yang mempertanyakan transparansi penggunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), sebagaimana disampaikan dalam keterangan yang diterima pihak kecamatan. Rangkaian tersebut berakhir pada Jumat pagi, lalu disusul kebakaran pada dini hari Sabtu.

Pada saat peristiwa terjadi, kantor desa dalam kondisi disegel menggunakan kayu. Julkifli menjelaskan bahwa segel itu dipasang karena adanya aksi demonstrasi pada pagi harinya, sehingga akses ke area kantor memang dibatasi. Kondisi ini kemudian menjadi bagian yang akan ditelusuri dalam penyelidikan.

Dari informasi yang beredar, api bermula dari sekitar bangunan kantor desa sebelum merambat ke bagian atap. Setelah kobaran membesar, ruang kepala desa dan staf kaur dilaporkan ikut terdampak. Meski pemadaman sempat menghadapi kesulitan, upaya warga dan jajaran pemerintah desa akhirnya berhasil memadamkan api.

Terkait dokumen, laporan awal menyebut dua ruangan yang terbakar termasuk sejumlah arsip penting. Namun, Julkifli menegaskan bahwa tidak seluruh dokumen ludes terbakar, melainkan ada sebagian yang masih bisa diselamatkan oleh warga. Sampai saat ini, pihak terkait masih memetakan apa saja yang hilang dan apa yang tersisa.

Untuk memastikan penyebab kebakaran, pihak kecamatan menyatakan penyelidikan menjadi fokus utama. Tim Inafis Polres Bima bersama Laboratorium Forensik (Labfor) dari Denpasar akan diturunkan guna melakukan pemeriksaan di lokasi. Dengan demikian, keterangan mengenai asal api serta faktor pemicunya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.