jurnalistik.co.id – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan temuan menarik dari data kependudukan Indonesia. Dalam pemaparannya di Rakornas Dukcapil 2026 sekaligus rilis data kependudukan bersih semester I tahun 2026, ia menyebut adanya sejumlah nama yang terinspirasi tokoh anime.
Paparan Teguh didasarkan pada data kependudukan, dan ia menegaskan bahwa nama-nama tersebut benar tercatat pada penduduk. Ia mengatakan, “Dirjen Dukcapil itu ngomongnya atas dasar data kependudukan, tapi ternyata banyak. Ada yang namanya Nobita, ada yang Uzumaki,” ujar Teguh dalam Rakornas Dukcapil 2026.
Uzumaki dan Nobita menjadi yang terbanyak
Teguh menyampaikan, 190 penduduk memakai nama Uzumaki. Di urutan berikutnya, ada 181 penduduk yang menggunakan nama Nobita. Selain dua nama itu, beberapa tokoh anime lain juga tercatat, termasuk Sasuke yang dipakai untuk 158 penduduk.
Dalam data yang disampaikan Teguh, nama Naruto juga muncul, yaitu untuk 157 penduduk. Masih dari deretan tokoh anime, Uchiha tercatat digunakan oleh 152 penduduk, sementara Luffy dipakai oleh 79 penduduk. Teguh menempatkan deretan nama ini sebagai contoh bahwa pilihan orang tua dalam penamaan anak ternyata beragam.
Tak hanya itu, sejumlah tokoh lain juga disebut memiliki pengguna terbanyak berikutnya. Shinchan digunakan oleh 65 penduduk, Boruto oleh 60 penduduk, dan Usopp oleh 37 penduduk. Kemudian Inuyasha tercatat dipakai oleh 23 penduduk, Doraemon oleh 16 penduduk, serta Suneo oleh 8 penduduk.
Nama artis luar negeri dan negara juga tercatat
Berita Terkait
Teguh menambahkan, selain tokoh anime, terdapat banyak nama artis luar negeri yang tercatat sebagai nama penduduk Indonesia di Dukcapil. Ia memberi contoh Olivia (termasuk Olivia Rodrigo) yang disebut memiliki jumlah sekitar 142 ribu penduduk. Ia juga menyebut Justin Bieber sebanyak 18.551 penduduk, Ariana Grande 15.281 penduduk, dan Selena Gomez 5.533 penduduk.
Dalam pemaparannya, Teguh juga menyinggung nama Taylor Swift yang tercatat dipakai oleh 153 penduduk. Ia mengatakan, “Ada misalnya Olivia, Olivia Rodrigo, ada cukup banyak, 142 ribu. Ada Justin Bieber (18.551 penduduk). Ada Ariana Grande (15.281 penduduk) misalnya, Ariana. Ada Selena Gomez (5.533 penduduk). Ada Taylor Swift (153 penduduk) misalnya. Cukup banyak yang menggunakan itu (nama artis luar negeri),” ujar Teguh.
Di sisi lain, Teguh juga menyebut adanya nama-nama negara yang dijadikan sebagai nama penduduk dan tercatat di Dukcapil. Nama Oman menjadi yang paling banyak, dipakai oleh 28.818 penduduk. Setelah itu, Yunani tercatat 12.288 penduduk, Yaman 10.103 penduduk, Suriah 7.127 penduduk, dan Saudi 6.689 penduduk.
Teguh melanjutkan daftar negara yang disebut dalam data tersebut, yaitu Iran 3.562 penduduk, Rusia 2.082 penduduk, Timor 1.622 penduduk, Ghana 1.511 penduduk, serta Bahrain 1.325 penduduk. Ia menyampaikan, “Paling banyak Oman, saya enggak tahu kenapa Oman. Yunani, kemudian Yaman, Suriah, apakah orangtuanya pernah ke Yaman, ke Suriah, ke Oman,” ujar Teguh.
Pencatatan kelahiran dan dampaknya bagi hak sipil
Selain pembahasan variasi nama, Teguh menyampaikan informasi lain terkait administrasi kependudukan. Ia menyebut terdapat 3.639.244 akta kelahiran yang terbit pada semester I tahun 2026. Menurutnya, pencatatan kelahiran menjadi penting untuk memastikan hak sipil anak terkait identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Teguh menjelaskan manfaat akta kelahiran dari sisi data dan akses layanan publik. Ia mengatakan, “Dengan akta lahir dia akan dapat KIA (kartu identitas anak), di datanya ada NIK (nomor induk kependudukan), dengan adanya NIK dia mendapatkan bantuan publik yang lebih baik lagi. Jadi ini penting sekali,” ujar Teguh.
Ungkapan Teguh menunjukkan bahwa pencatatan kependudukan tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi administrasi, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan anak mengakses berbagai layanan. Dengan adanya NIK yang terhubung pada data kependudukan, proses pemenuhan hak-hak publik dapat berjalan lebih tepat sasaran, seiring meningkatnya jumlah akta kelahiran yang terbit pada periode yang dipaparkan.












