Politik & Parlemen

David Miliband “optimis” tentang kemungkinan pemerintahan Andy Burnham

×

David Miliband “optimis” tentang kemungkinan pemerintahan Andy Burnham

Sebarkan artikel ini

jurnalistik.co.id – David Miliband menyatakan dirinya “optimistic” terhadap kemungkinan Andy Burnham memimpin pemerintahan berikutnya. Menurut mantan menteri luar negeri itu, Burnham memiliki karakter yang dinilainya “menarik dan positif”.

Dalam sebuah acara think tank di London pada Jumat, Miliband mengatakan Burnham—yang diperkirakan akan menggantikan Sir Keir Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus perdana menteri—memiliki “this openness and energy that I think is very attractive and positive”. Ia juga menilai pengumuman James Purnell sebagai kepala staf Downing Street Burnham merupakan langkah yang “fantastic”.

Miliband menyampaikan penilaiannya dengan nada pribadi. Ia mengatakan, “I haven’t lost my youthful optimism,” lalu menambahkan bahwa Andy Burnham, James Purnell, dan dirinya masuk ke House of Commons pada tahun 2001.

Dalam kutipan yang sama, Miliband menegaskan bahwa ia melihat “remarkable ability to listen, to connect, to process data and ideas and information” pada Burnham. Ia menyajikan kemampuan itu sebagai alasan yang membuatnya memandang prospek kepemimpinan Burnham dengan keyakinan.

Spekulasi pun muncul bahwa Miliband bisa kembali terjun ke politik praktis dalam pemerintahan Burnham. Miliband merupakan kakak kandung dari Ed Miliband, yang saat ini menjabat sebagai Energy Secretary, sedangkan Miliband sendiri keluar dari jabatan anggota parlemen untuk South Shields pada 2023.

Sejak berhenti sebagai MP, Miliband mengambil peran sebagai president and CEO di International Rescue Committee (IRC), jabatan yang masih ia pegang hingga saat ini. Dari sisi tata pemerintahan, kabinet perdana menteri umumnya diisi anggota parlemen dari House of Commons, namun secara teori Miliband bisa masuk kabinet apabila ia memperoleh gelar kebangsawanan (peerage) dan duduk di House of Lords.

Miliband menyebut skenario semacam itu bisa terjadi dengan merujuk pada contoh mantan perdana menteri David Cameron saat menjadi foreign secretary pada pemerintahan Konservatif di era Rishi Sunak. Pada kesempatan yang sama, pembicaraan mengenai prospek Burnham juga menyinggung agenda politik yang sedang berjalan.

Burnham, menurut laporan tersebut, lebih banyak membahas kebijakan domestik sejak memenangkan by-election Makerfield. Ia juga dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai ekonomi dan devolusi pada Senin mendatang.

Di acara tersebut, BBC menanyakan pesan Miliband kepada perdana menteri berikutnya terkait belanja bantuan Inggris, sekaligus apakah ia tertarik bergabung dalam pemerintahan Burnham bila Burnham masuk ke Downing Street. Miliband menjawab, “My message is of course to read the IRC’s publications because they provide such an evidence-based and innovative and cost-effective way of serving the most vulnerable and poverty-stricken parts of the world. So there you go.”

Ketika ditanya lebih lanjut apakah ia baru-baru ini berhubungan dengan tim Burnham, Miliband tidak memberikan respons. Namun, seorang pihak yang mengenal Miliband mengatakan kepada BBC bahwa ia akan menjadi “a massive asset to Andy Burnham’s cabinet”, dengan rujukan pada pengalaman Miliband di panggung internasional, tindakan kemanusiaan, serta isu perubahan iklim.

Masih dalam konteks acara yang berfokus pada climate finance dan bantuan internasional, Miliband mengulang kritiknya terhadap keputusan Sir Keir Starmer tahun lalu. Ia menyoroti pemotongan bantuan pembangunan Inggris dari 0.5% menjadi 0.3% dari national income.

Meski demikian, ia menambahkan pertimbangan lain. “Within the amount of money that they’ve got available, I think it’s really welcome that they put the UK in a leadership position as to the priority it gives to fragile and conflict-affected fragile states,” kata Miliband.

Miliband juga mengaitkan pandangannya dengan jejak karier politiknya. Ia menjadi penasihat kebijakan utama bagi Sir Tony Blair ketika Partai Buruh berada di luar pemerintahan maupun saat menjalankan pemerintahan.

Ia bergabung ke kabinet Blair pada 2006 sebagai environment secretary, sebelum kemudian dipromosikan menjadi foreign secretary pada 2007 setelah Gordon Brown mengambil alih jabatan perdana menteri. Miliband pernah menjadi kandidat kepemimpinan Partai Buruh pada 2010 setelah pengunduran diri Brown, tetapi kalah dari adiknya, Ed.

Terakhir, setelah pengunduran diri Keir sebagai perdana menteri pada Senin, pengganti dapat dipilih paling lambat 17 Juli jika Burnham tetap menjadi satu-satunya anggota parlemen yang masuk dalam kontestasi kepemimpinan tersebut.