jurnalistik.co.id – Totoa Auvaa dipastikan tidak akan dijatuhi sanksi setelah terlibat insiden di klub malam bersama kapten kriket Inggris, Ben Stokes, serta bowler Gus Atkinson.
Pemain Saracens berusia 21 tahun itu merupakan pemain akademi, dan menurut keterangan klub ia berdiri sebagai back row asal Samoa.
Menurut rangkaian peristiwa yang sedang ditinjau, Stokes dan Atkinson dibuat tidak tersedia untuk Tes kedua Inggris yang berujung kekalahan dari Selandia Baru. Ketidakterisian itu terjadi sambil menunggu proses penyelidikan atas peristiwa yang berkembang saat mereka merayakan kemenangan pada Tes pertama.
Dalam insiden tersebut, keduanya dikatakan melanggar jam malam (midnight curfew) tim dan hadir pada saat seorang anggota staf keamanan Inggris terluka dan membutuhkan perhatian medis. Staf keamanan itu disebut mengalami kondisi “bloodied” setelah diduga dipukul oleh Auvaa.
ECB kemudian menggelar sidang disipliner dan menyimpulkan bahwa Stokes dan Atkinson telah melanggar kewajiban kontraktual spesifik yang mengharuskan pemain Inggris selalu menjaga standar tertinggi perilaku serta bertindak demi kepentingan terbaik kriket Inggris. Namun, ECB juga menambahkan pertimbangan yang menegaskan: “No blame should be attached to the players for violent conduct at the nightclub.”
Selain proses yang dilakukan ECB, terdapat pula penyelidikan terpisah oleh Cricket Regulator. Lembaga tersebut menyatakan bahwa tidak ada kasus yang perlu dijawab.
Di sisi lain, Saracens menyebut telah melakukan investigasinya sendiri dan menyatakan sikap mendukung Auvaa. Klub juga menyampaikan kritik terhadap ECB karena prosesnya tidak melibatkan mereka.
Saracens menyatakan, “Whilst the events that occurred in the early hours of Monday, 8 June 2026 are regrettable for all parties involved, the club remains supportive of the player concerned.” Pernyataan itu menegaskan adanya penyesalan atas kejadian pada dini hari Senin, 8 Juni 2026, sekaligus menegaskan dukungan klub kepada pemain yang dimaksud.
Kemudian klub menambahkan, “The ECB subsequently concluded its process and issued its statement without any input from Saracens.” Saracens menyebut ECB menyelesaikan prosesnya dan merilis pernyataan tanpa masukan dari pihak klub.
Setelah meninjau seluruh perkara secara menyeluruh, klub menegaskan kesimpulannya. Saracens menyatakan, “Having thoroughly reviewed the matter, the club has concluded that no further action is required and now considers the matter closed.”
Dengan demikian, sementara insiden yang melibatkan Stokes dan Atkinson berujung pada konsekuensi terkait kewajiban kontrak dan prosedur investigasi, Auvaa tidak dikenai sanksi setelah Saracens menuntaskan penelaahan internal mereka dan memandang persoalan sudah selesai.
Dalam laporan disipliner yang dibahas, ECB memandang tindakan Stokes dan Atkinson sebagai pelanggaran terhadap standar perilaku yang secara tegas melekat pada kontrak mereka. Kerangka penilaiannya menempatkan kewajiban menjaga reputasi dan kepentingan terbaik kriket Inggris sebagai tolok ukur utama, bukan sekadar aspek teknis jadwal atau kehadiran.
Meski proses ECB berujung pada penilaian pelanggaran kontraktual, terdapat pula penegasan yang menyertai kesimpulan tersebut, yaitu bahwa tidak ada kesalahan yang diarahkan kepada pemain untuk tindakan kekerasan di ruang publik klub malam. Dengan kata lain, unsur pertimbangan itu ikut dibedakan antara pelanggaran kewajiban perilaku dan pembahasan terkait insiden kekerasan yang terjadi selama perayaan kemenangan pada Tes pertama.
Di luar jalur ECB, Cricket Regulator kemudian menjalankan pemeriksaan tersendiri dan menyatakan bahwa tidak terdapat perkara yang perlu dijawab. Pernyataan regulator tersebut melengkapi rangkaian penilaian dari otoritas, sekaligus menjadi salah satu dasar mengapa seluruh perhatian akhirnya mengarah pada kelanjutan proses yang berbeda antara pihak pemain Inggris dan pihak klub yang menaungi Auvaa.
Saracens, lewat investigasinya sendiri, menutup pembahasan internal dengan menyatakan bahwa tidak diperlukan tindak lanjut lanjutan. Sikap dukungan klub tetap ditegaskan meski insiden berlangsung pada dini hari Senin, 8 Juni 2026, dan klub juga menilai bahwa proses yang dijalankan ECB tidak memberi ruang masukan dari mereka. Dengan demikian, setelah penelaahan menyeluruh, Saracens memandang kasus sudah selesai, dan Auvaa tidak dikenai sanksi.












