Politik & Parlemen

Dukung Rekan Buruh Masuk Kabinet, Andi Gani Nena Wea Cerita Pernah Tolak Tawaran Serupa

2
×

Dukung Rekan Buruh Masuk Kabinet, Andi Gani Nena Wea Cerita Pernah Tolak Tawaran Serupa

Sebarkan artikel ini
Dukung Rekan Buruh yang Masuk Kabinet, Andi Gani Cerita Pernah Tolak Tawaran Serupa News 5 Juni 2026
Ilustrasi: Dukung Rekan Buruh yang Masuk Kabinet, Andi Gani Cerita Pernah Tolak Tawaran Serupa

jurnalistik.co.id – JAKARTA—Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan, Andi Gani Nena Wea, menanggapi kabar yang berkembang terkait keterlibatan tokoh buruh dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Andi menyampaikan bahwa ia menyayangkan munculnya berbagai narasi dan framing negatif yang menyerang gerakan buruh seusai peringatan May Day 2026 lalu.

Dalam keterangannya pada Jumat (5/6/2026), Andi mengangkat bicara ketika kabar bahwa Presiden Partai Buruh Said Iqbal tengah dipertimbangkan masuk ke dalam pemerintahan mulai ramai diperbincangkan.

Ia menyatakan mendukung rekan buruh yang memutuskan masuk ke dalam pemerintahan, seraya menegaskan harapannya agar perjuangan buruh tetap berjalan.

“Saya mendoakan teman-teman buruh yang masuk di dalam Pemerintahan untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Andi dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Di sisi lain, Andi mengaku memilih jalan perjuangan sebagai pemimpin buruh, bukan mengambil posisi pemerintahan.

Andi Gani pun menceritakan dirinya pernah menolak tawaran untuk bergabung dalam pemerintahan.

Menurutnya, hubungan dengan Presiden Prabowo terjalin sangat baik, dan ia juga menyampaikan pilihan pribadinya kepada Presiden Prabowo dalam konteks keterlibatannya sebagai pemimpin serikat.

“Hubungan saya dengan Presiden Prabowo terjalin sangat baik. Saya juga menjelaskan kepada Presiden Prabowo soal pilihan saya untuk tetap memilih sebagai Presiden Buruh dan tetap mendukung Pemerintahan Prabowo Subianto,” kata Andi.

Dengan pertimbangan tersebut, ia menilai pentingnya konsistensi dalam peran yang dijalankan masing-masing pihak terkait gerakan buruh.

Andi menegaskan, ia memilih tetap berada di luar kabinet sebagai bentuk komitmen serikat pekerja menjalankan fungsi check and balances terhadap pemerintah.

Ia juga mengingatkan kepada rekan buruh yang memutuskan masuk ke pemerintahan agar semangat memperjuangkan hak buruh tidak luntur.

Di tengah pembahasan tersebut, belakangan muncul kabar bahwa Said Iqbal akan masuk kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pihak Istana membenarkan bahwa hal itu sedang dipertimbangkan, serta menyebut Said Iqbal akan diberikan posisi yang berkaitan dengan buruh dan tenaga kerja.

Menanggapi proses tersebut, Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan respons di Kompleks Istana, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026).

“Tunggu, baru didiskusikan paling pas atau paling tepat,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi.

Selain Said Iqbal, di Kabinet Merah Putih juga disebut ada tokoh buruh lain, yakni Jumhur Hidayat.

Jumhur Hidayat telah masuk ke pemerintahan sebagai Menteri Lingkungan Hidup.

Bagi Andi Gani Nena Wea, dukungan kepada rekan buruh yang memilih masuk pemerintahan tidak dilepaskan dari dorongan agar hak-hak buruh tetap menjadi fokus perjuangan.

Sementara itu, pilihan Andi sendiri menunjukkan bahwa ia mempertahankan jalur kepemimpinan serikat sebagai ruang utama untuk mengawal kepentingan buruh dan memastikan prinsip check and balances tetap berjalan.

Dengan berbagai pernyataan tersebut, pembahasan mengenai posisi tokoh buruh di pemerintahan yang sedang dipertimbangkan menjadi sorotan sekaligus bahan diskusi publik.

Di saat yang sama, pesan Andi kepada para buruh yang akan atau telah berada dalam pemerintahan menekankan agar semangat perjuangan tidak berubah hanya karena berpindah peran.

Setelah peringatan May Day 2026, perhatian publik kembali mengarah pada isu keterlibatan tokoh buruh dalam pemerintahan Prabowo. Andi Gani Nena Wea menyoroti bahwa perhatian tersebut diiringi kemunculan berbagai narasi dan framing yang dinilainya kurang tepat terhadap gerakan buruh. Menurut Andi, situasi seperti ini seharusnya tidak menggeser substansi perjuangan yang selama ini dibangun oleh serikat pekerja.

Dalam pandangannya, pilihan masing-masing tokoh buruh dapat berbeda, namun arah perjuangannya tetap perlu dijaga agar hak-hak buruh tidak kehilangan pijakan. Andi menyatakan mendukung rekan-rekannya yang memutuskan masuk ke pemerintahan, tetapi ia sendiri tetap menegaskan sikap untuk memilih jalur pemimpin serikat. Baginya, berada di luar kabinet menjadi wujud komitmen menjalankan fungsi check and balances, sekaligus memastikan dialog dan pengawalan kepentingan buruh tetap berlangsung.

Di saat yang sama, pembahasan posisi tokoh buruh di kabinet juga berkembang melalui kabar yang menyebut Said Iqbal sedang dipertimbangkan, termasuk rencana penugasan yang berkaitan dengan urusan buruh dan tenaga kerja. Pihak Istana membenarkan proses tersebut masih dalam pertimbangan, sedangkan Mensesneg Prasetyo Hadi menekankan bahwa pembahasan masih menunggu waktu yang paling pas dan paling tepat. Selain itu, disebut pula Jumhur Hidayat yang sudah lebih dulu berada dalam pemerintahan sebagai Menteri Lingkungan Hidup, sehingga diskusi publik makin ramai karena menyangkut lebih dari satu figur.