jurnalistik.co.id – Sidang pendahuluan kasus pembunuhan yang melibatkan penyanyi D4vd di Los Angeles memasuki hari pertama, dengan sejumlah bukti visual yang dinilai mengerikan oleh keluarga korban. Jaksa memulai pemaparan foto dan keterangan yang, menurut kuasa hukum keluarga, membuat mereka benar-benar ngeri.
Di pengadilan, gambar-gambar tubuh remaja yang dibongkar secara grafis ditampilkan kepada orang tua Celeste Rivas Hernandez. Sidang tersebut menjadi momen pertama bukti dan foto diperlihatkan secara terbuka di ruang sidang.
Jaksa menunjukkan foto-foto lokasi perkara yang bersifat detail kepada kedua orang tua Celeste saat mendengarkan pembukaan sidang. Jaksa memaparkan bahwa tubuh Celeste ditemukan pada tahun lalu di dalam sebuah Tesla yang terdaftar atas nama David Anthony Burke, penyanyi yang tampil dengan nama panggung D4vd.
Jaksa menghadirkan seorang detektif pembunuhan untuk bersaksi mengenai temuan-temuan di lapangan. Mereka juga menyampaikan bahwa Burke, yang berusia 21 tahun, telah diduga memesan sejumlah perlengkapan secara daring pada hari-hari setelah kematian Celeste.
Menurut kesaksian jaksa, Burke memesan body bag, chainsaws, sebuah inflatable pool, serta sebuah shovel. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya jaksa mengaitkan Burke dengan kematian Celeste dan menunjukkan bahwa perkara layak dilanjutkan ke tahap persidangan berikutnya.
Burke telah mengajukan pleidoi tidak bersalah atas tuduhan membunuh dan melakukan pelecehan seksual terhadap remaja tersebut. Namun, jaksa menegaskan mereka tengah membangun rangkaian bukti untuk meyakinkan hakim bahwa perkara dapat berlanjut ke sidang juri.
Detail bukti dan dugaan motif
Dalam argumentasi jaksa, Celeste dikatakan ditusuk terlebih dahulu sebelum tubuhnya dibelah menggunakan chainsaw. Jaksa juga menyebut tindakan pemotongan itu diduga dilakukan untuk menyembunyikan pembunuhan.
Jaksa menghubungkan pembunuhan tersebut dengan dugaan pelecehan seksual yang berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka menuduh Burke membunuh Celeste karena remaja itu sempat mengancam akan mengungkap hubungan Burke dengan seorang anak di bawah umur dan berpotensi meruntuhkan karier musik Burke yang bernilai jutaan dolar.
Kuasa hukum keluarga Celeste, Patrick Steinfeld, menyampaikan kepada BBC bahwa hari tersebut menjadi pengalaman pertama bagi orang tua untuk mendengar bukti secara rinci. Ia menyebut keluarga merasa terkejut mendengar pemaparan detail yang selama ini hanya tercantum dalam berkas perkara.
“This is the first time they’ve heard this evidence in detail, and they’re horrified,” ujar Steinfeld. Ia juga menambahkan bahwa “There was an image of Celeste’s torso and her head in the trunk of the car, and the prosecutor had to ask what it was because you could not tell it was a head. It was absolutely deplorable.”
Steinfeld melanjutkan, keluarga sempat kehilangan kata-kata dan mencoba melakukan yang terbaik. “They’re at a loss for words and they’re just trying to do the best they can,” katanya.
Menurutnya, Celeste Rivas Hernandez juga telah diberi peringatan sebelumnya bahwa foto-foto yang bersifat grafis akan dipertunjukkan. Ia menyatakan, “I told her she didn’t have to be in the courtroom for this part of the hearing,” namun ibu korban, Mercedes, memilih tetap hadir.
Steinfeld menceritakan jawaban Mercedes: “But she said, ‘I want to be here to show support for Celeste.’ She just put her head down and started crying.” Ia juga menjelaskan bahwa ia menyarankan agar kedua orang tua tidak melihat foto tersebut terlalu lama.
Steinfeld mengatakan ia menekankan bahwa setelah melihat gambar, mereka mungkin tidak akan bisa “unsee” apa yang telah terlanjur dilihat. “I encouraged them to step out for a short period of time, and they decided no – they wanted to be here to show they’re supporting their daughter,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keluarga tersebut sangat tertutup dan pengalaman ini terasa seperti mimpi buruk bagi seorang orang tua. “They’re an extremely private family,” kata Steinfeld. “It’s a parent’s worst nightmare.”
Suasana ruang sidang dan respons terdakwa
Berita Terkait
Ruang sidang kecil di pusat kota Los Angeles telah dipenuhi jauh sebelum sidang dimulai pada hari Selasa. Sejumlah jurnalis, kreator YouTube dan TikTok, serta anggota publik ikut berupaya mendapatkan salah satu kursi terbatas melalui undian.
Ketika sidang berjalan, ruangan dipenuhi rasa antisipasi. Suasana berubah cepat begitu Burke dibawa masuk ke ruang sidang.
Burke mengenakan seragam penjara berwarna oranye. Ia disebut terborgol di pergelangan tangan dan pergelangan kaki, lalu borgol di tangan dilepas, tetapi ia tetap dirantai pada kursinya sepanjang persidangan.
Sebelum menjawab hakim, Burke sempat tersenyum kepada tim pembela. Ia kemudian menjawab pertanyaan hakim secara singkat dengan “Good morning, Your Honour” dan “Yes, Your Honour”.
Kesaksian detektif dan pemeriksaan visual
Pergeseran suasana terjadi ketika detektif Joshua Byers mulai memberikan kesaksian. Sebelum setiap foto bergambar ditampilkan, jaksa Beth Silverman berulang kali menoleh kepada orang tua Celeste.
Jaksa memberikan peringatan tentang apa yang akan mereka lihat, sekaligus memeriksa apakah mereka ingin menutup pandangan. Pada satu momen, ibu korban juga disebut sempat dihibur oleh pendukung yang duduk di sampingnya.
Berkas pengadilan menyebut tubuh Celeste ditemukan di bagasi sebuah Tesla pada September 2025 di sebuah lokasi tow yard di Hollywood. Detektif Byers menjelaskan proses membuka sebuah cadaver bag di dalam mobil.
Dalam penjelasan itu, detektif menyampaikan bahwa mereka menemukan sisa-sisa manusia yang sudah membusuk, termasuk torso dan sebuah kepala. Detektif juga menyebut ada kantong hitam lainnya berisi anggota tubuh yang terpisah.
Kesaksian menyebut kondisi pembusukan terjadi begitu parah hingga wajah korban tidak lagi bisa dikenali. Jaksa mempergunakan rincian ini untuk menegaskan sifat temuan dan kaitannya dengan dugaan tindakan yang dilakukan setelah kematian.
Pengadilan juga mendengar bukti mengenai barang-barang yang dikirim ke alamat Burke dengan menggunakan identitas alias setelah kematian Celeste. Di antaranya disebut chainsaws, body bags, serta sebuah inflatable pool.
Menurut dugaan penyidik, barang-barang tersebut digunakan untuk membelah dan menyembunyikan tubuh Celeste. Jaksa menyajikan hal itu sebagai bagian dari upaya membangun keterkaitan tindakan Burke dengan peristiwa kematian.
Selain itu, kesaksian turut membahas tatu yang menurut jaksa menghubungkan Burke dan Celeste. Hakim diperlihatkan foto sebuah tato berwarna tinta merah yang bertuliskan “Celeste” di jari manis kiri Burke.
Jaksa juga memperlihatkan tato “Shhh…” pada jari telunjuk kanan Burke. Dalam pemaparan berikutnya, jaksa menampilkan foto Celeste dengan tato serupa “Shhh…” di jari telunjuk kanan, serta gambar tangan Celeste yang menunjukkan cincin dan jari kelingking terpotong.
Tahap berikutnya sidang pendahuluan
Sidang pendahuluan diperkirakan berlangsung beberapa hari. Jaksa disebut merencanakan pemanggilan saksi tambahan saat mereka berupaya memastikan cukup bukti untuk membawa perkara ini ke tahap sidang juri.
Dengan hari pertama yang menampilkan bukti visual secara terbuka, pengadilan memulai pembentukan narasi bukti sesuai versi jaksa. Di sisi keluarga korban, pengalaman mendengar dan melihat detail tersebut digambarkan sebagai situasi yang sulit untuk dilupakan.












