Olahraga

Yoga Bersama Anak, Aktivitas Sederhana untuk Perkuat Bonding

×

Yoga Bersama Anak, Aktivitas Sederhana untuk Perkuat Bonding

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tak Sekadar Olahraga, Yoga Bersama Anak Bisa Pererat Bonding

jurnalistik.co.id – Menghabiskan waktu bersama anak tidak selalu berarti pergi ke mal atau tempat bermain yang luas. Aktivitas yang sederhana, termasuk latihan fisik yang dilakukan berbarengan, bisa menjadi cara untuk menciptakan momen berkualitas di rumah.

Pada 22 Juli 2026, 11:34 WIB, Kompas.com menyoroti bahwa yoga bersama anak dapat membantu mempererat bonding orangtua dan anak. Menurut Felicia Sinta, Instruktur Yoga Anak dari Yogaland, yoga orangtua dan anak memang dirancang sebagai aktivitas yang menghadirkan gerakan berpasangan.

Sinta menjelaskan bahwa dalam aktivitas tersebut orangtua dan anak tidak hanya bergerak bersama, tetapi juga saling berinteraksi secara langsung. “Biasanya manfaatnya adalah untuk meningkatkan bonding orangtua dan anak. Maka, banyak pose-pose yang partner atau berduaan,” ujarnya saat ditemui Kompas.com dalam acara Pesta Hidup Berseri di Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).

Gerakan berpasangan untuk interaksi yang nyata

Yoga dengan model partner memberi ruang bagi orangtua untuk terlibat aktif dalam setiap pose yang dijalankan bersama anak. Hal ini membuat kegiatan yang tampak rutin di studio atau kelas menjadi pengalaman bersama yang lebih personal.

Di dalam konsep yang sama, beberapa pose sengaja dibuat agar ada keterlibatan fisik sekaligus respons dari dua pihak. Ketika orangtua ikut mengarahkan dan anak merasakan dukungan secara langsung, hubungan kedekatan yang dibangun terasa lebih konkret ketimbang sekadar menyaksikan atau mendampingi dari jauh.

Sinta menyebutkan bahwa sentuhan fisik juga menjadi bagian dari proses membangun kedekatan. “Misalnya, anak diajak untuk pura-pura terbang seperti pesawat, nanti orangtuanya bantu mengangkat anaknya. Pose seperti ini bisa membangun kedekatan, ada juga yang skin to skin dengan anaknya,” kata Felicia Sinta.

Sentuhan fisik, dukungan, dan rasa aman

Dukungan fisik dari orangtua saat menjalankan pose menciptakan bentuk interaksi yang berbeda dari rutinitas harian. Saat orangtua membantu mengangkat atau menopang tubuh anak, anak dapat merasakan kehadiran sekaligus perhatian yang menyertai setiap gerakan.

Dalam penjelasan Sinta, momen seperti ini tidak berhenti pada gerakan semata. Ada proses kedekatan yang ikut terbentuk karena anak merasakan tangan orangtua secara langsung, sehingga suasana latihan menjadi lebih hangat dan responsif.

Dengan cara tersebut, bonding yang dimaksud tidak hanya muncul sebagai hasil dari “menghabiskan waktu”, tetapi juga dari kualitas interaksi selama aktivitas berlangsung. Orangtua dan anak berada dalam satu ritme yang sama, lalu saling merasakan dukungan ketika pose dilakukan.

Kontak mata melalui pose hadap-hadapan

Selain sentuhan, yoga bersama juga mendorong orangtua dan anak untuk lebih banyak saling memperhatikan. Sinta mencontohkan adanya pose yang dilakukan dengan posisi saling berhadapan, sehingga dua pihak memiliki peluang untuk membangun fokus yang lebih kuat pada satu sama lain.

Ia menuturkan, “Adapun pose hadap-hadapan bersama orangtua dan salik tarik menarik. Hal ini kan bisa menciptakan eye contact antara orangtua dan anak. Harapannya bisa tumbuh kedekatan yang lebih baik,” jelas Felicia Sinta.

Dalam pose hadap-hadapan, orangtua dan anak mendapat kesempatan untuk saling melihat, mengikuti gerakan, serta merespons satu sama lain. Eye contact yang terbentuk dari posisi tersebut diharapkan menjadi jembatan agar rasa dekat yang dibangun selama yoga menjadi lebih kuat.

Dengan mengandalkan gerakan sederhana yang dilakukan bersama, yoga bisa menjadi sarana yang menyatukan kebugaran dan hubungan emosional. Pada akhirnya, aktivitas berpasangan seperti ini memberi ruang bagi orangtua untuk hadir secara aktif, sementara anak merasakan keterlibatan dan perhatian yang menyertai setiap tahap latihan.