jurnalistik.co.id – Pemerintah Kabupaten Sigi bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 mengguncang wilayah itu pada Selasa (16/6). Langkah yang dilakukan berfokus pada upaya memastikan keselamatan warga serta mempercepat pendataan kerusakan di sejumlah titik terdampak.
Peninjauan dan penanganan pascagempa dilakukan secara langsung oleh Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido. Kunjungan tersebut menyasar kawasan Nokilalaki dan Palolo, yang disebut terdampak cukup signifikan akibat guncangan gempa.
Peninjauan ke pusat koordinasi dan layanan kesehatan
Bupati Sigi menyampaikan bahwa pihaknya lebih dulu melakukan pengecekan langsung ke pusat koordinasi penanganan bencana serta fasilitas kesehatan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak dan proses penanganan korban berjalan sebagaimana mestinya di masa tanggap darurat.
“Saya sudah mendatangi Pusdalops BPBD Sigi, dilanjutkan mengecek kondisi masyarakat yang berada di RSUD Torabelo,” kata Bupati Rizal di Dolo dikutip dari Antara. Kegiatan ini, menurut penjelasan yang disampaikan, bertujuan memastikan penanganan korban berlangsung dan layanan kesehatan tetap berfungsi dengan baik saat situasi darurat berlangsung.
Di lapangan, upaya monitoring juga diarahkan untuk memetakan kebutuhan penanganan awal, termasuk memperhatikan kondisi korban yang membutuhkan perawatan serta memastikan distribusi respons awal dapat dilakukan secara terkoordinasi. Peninjauan pejabat daerah dilakukan bersamaan dengan penguatan langkah penanganan yang melibatkan unsur terkait.
Korban luka dan pendataan rumah rusak
Berdasarkan data sementara, sejumlah warga mengalami luka akibat reruntuhan bangunan saat gempa terjadi. Korban kemudian mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat sesuai dengan kebutuhan penanganan yang dibutuhkan.
Bupati Sigi menjelaskan terdapat korban dalam peristiwa tersebut. “Data sementara ada enam korban reruntuhan luka-luka dan dua orang lainnya langsung dirujuk ke RSUD Torabelo. Untuk rumah rusak di Kabupaten Sigi sedang dilakukan pendataan oleh BPBD setempat,” sebutnya.
Rincian penanganan awal menyebutkan sebagian korban dirawat di Puskesmas Palolo, sementara sebagian lainnya dirujuk ke RSUD Torabelo untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Penjelasan ini menegaskan adanya pembagian rujukan berdasarkan kondisi korban dan ketersediaan layanan kesehatan di wilayah terdampak.
Selain mendata korban, perhatian juga diarahkan pada pendataan kerusakan perumahan yang muncul akibat guncangan. Proses pendataan rumah rusak disebut dilakukan oleh BPBD setempat sebagai bagian dari respons awal pascagempa.
Wilayah terdampak dan gangguan akses transportasi
Gempa tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga memicu kerusakan infrastruktur serta mengganggu akses transportasi di beberapa titik. Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak, antara lain Desa Kamaroa B di Kecamatan Nokilalaki dan wilayah Kecamatan Palolo.
Di Kecamatan Palolo, akses jalan dilaporkan terdampak di Desa Tongoa. Sementara itu, gangguan infrastruktur juga disebut terjadi pada Jalan Trans Napu di kawasan Dongi-dongi yang masuk dalam ruang terdampak akibat guncangan dan dampak lanjutan.
Selain kerusakan bangunan dan infrastruktur, longsor juga dilaporkan menutup beberapa ruas jalan. Kondisi tersebut ikut menghambat mobilitas warga dan mempengaruhi kelancaran distribusi bantuan di wilayah yang terdampak.
Dalam konteks ini, pemerintah daerah melakukan langkah respons yang diarahkan untuk memulihkan akses dan memastikan penanganan dapat menjangkau area-area terdampak. Upaya pemantauan dilakukan agar dampak lanjutan seperti gangguan jalan tidak mengganggu proses pertolongan kepada warga.
Instruksi penanganan cepat dan koordinasi terpadu
Pemerintah Kabupaten Sigi menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan penanganan cepat. Instruksi ini diarahkan agar respons terhadap dampak gempa dapat dilakukan secara langsung dan tidak menunggu terlalu lama.
Di saat yang sama, pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta berbagai pihak terkait. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan terpadu, sehingga kebutuhan penanganan di lapangan dapat ditangani sesuai prioritas.
Langkah-langkah yang disebutkan dalam respons awal menunjukkan bahwa penanganan pascagempa dilakukan melalui kombinasi peninjauan pejabat daerah, pengecekan pusat koordinasi dan fasilitas kesehatan, pendataan dampak, serta penguatan koordinasi lintas instansi.












