Daerah

Gubernur Gorontalo Optimistis Arena Utama PENAS Tuntas Tepat Waktu

0
×

Gubernur Gorontalo Optimistis Arena Utama PENAS Tuntas Tepat Waktu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Gorontalo Optimis Arena Utama PENAS Selesai Tepat Waktu
Ilustrasi: Gubernur Gorontalo Optimis Arena Utama PENAS Selesai Tepat Waktu

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menegaskan keyakinannya bahwa arena utama Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII dapat selesai tepat waktu.

Pernyataan itu disampaikan Gusnar saat berkunjung ke lokasi kegiatan di kompleks GOR David-Tonny, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan peninjauan dilakukan bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Menurut hasil peninjauan di lapangan, berbagai pekerjaan perbaikan di area penyelenggaraan saat ini sudah hampir rampung. Panitia pun tengah memusatkan perhatian pada pekerjaan yang dianggap krusial menjelang rangkaian kegiatan.

Fokus utama yang tengah dikerjakan adalah penyelesaian renovasi panggung utama serta pendirian tenda raksasa di tengah lapangan. Penataan tersebut diperlukan agar seluruh kebutuhan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.

Gusnar menyatakan optimisme berdasarkan pengalaman pelaksana yang ditugaskan. Ia menilai tim pelaksana memiliki kapasitas dalam menjalankan tahapan PENAS dari awal hingga hari pelaksanaan.

“Bisa (optimis selesai tepat waktu). Mereka EO nasional yang biasa mengerjakan pelaksanaan PENAS,” kata Gusnar saat diwawancarai usai peninjauan.

Dalam kunjungannya, Gusnar dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie juga menyaksikan latihan tarian kolosal. Latihan tersebut melibatkan 360 siswa SMA sederajat yang tengah mempersiapkan pertunjukan.

Pertunjukan tarian kolosal itu berjudul “tarian maritim”. Atraksi yang dipersiapkan di lokasi akan dipertontonkan pada upacara pembukaan yang dijadwalkan pada tanggal 20 Juni.

Gusnar juga menyinggung agenda acara puncak PENAS yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026. Dalam rangkaian tersebut, acara puncak disebut bakal dihadiri Presiden Prabowo.

“Sekarang kita pada tahapan proporsi ruangan pada upacara pembukaan. Jadi di mana tenda undangan, tenda VIP, di mana ruang untuk tarian agromaritim itu yang kita atur sekarang,” kata Gusnar.

Selain meninjau kesiapan lokasi, Gusnar menyampaikan beberapa koreksi yang perlu diperhatikan panitia. Koreksi pertama berkaitan dengan narasi pengiring tari yang dinilai masih perlu disesuaikan.

Koreksi berikutnya adalah jarak antara penari dengan panggung VVIP yang menurutnya masih perlu diperbaiki. Perbaikan jarak tersebut dilakukan agar pelaksanaan pertunjukan sesuai kebutuhan teknis di area utama.

Usai meninjau panggung utama serta latihan tarian agromaritim, Gusnar dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie melanjutkan kunjungan ke gedung media center. Kesiapan media center disebut sudah hampir 100 persen dipersiapkan.

Gedung media center, dalam peninjauan tersebut, diketahui dipersiapkan oleh Dinas PUPRPKP dan Dinas Kominfotik. Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas pendukung berjalan sesuai kebutuhan penyelenggaraan PENAS.

Dengan tahapan yang terus dikebut di lapangan, panitia berada pada fase penyelesaian akhir sebelum rangkaian pembukaan dan acara puncak berlangsung. Optimisme pemerintah daerah juga ditegaskan kembali melalui peninjauan yang menyentuh aspek panggung, ruang latihan, hingga kesiapan media center.

Langkah penataan yang dilakukan, mulai dari renovasi panggung utama hingga penyusunan proporsi ruang pada upacara pembukaan, menjadi bagian dari persiapan menyeluruh menjelang tanggal-tanggal penting. Pada akhirnya, seluruh rangkaian diarahkan agar PENAS Petani dan Nelayan ke-XVII berjalan tepat waktu di GOR David-Tonny.

Di lokasi, Gusnar dan Wagub juga menilai bahwa pengaturan ruang untuk berbagai kebutuhan pembukaan harus dibuat sejelas mungkin. Penataan itu mencakup penentuan area tenda undangan, tenda VIP, serta penempatan ruang latihan yang terhubung langsung dengan rencana pertunjukan.

Selain aspek tata ruang, panitia juga diarahkan untuk memastikan detail teknis pertunjukan berjalan dengan baik. Koreksi pada narasi pengiring dan evaluasi jarak penari terhadap panggung VVIP dinilai penting agar alur acara tetap mengikuti kebutuhan di lapangan, termasuk saat latihan tarian kolosal berlangsung menjelang upacara pembukaan.

Untuk dukungan pemberitaan, media center disebut telah masuk tahap penyiapan mendekati tuntas. Fasilitas yang disiapkan oleh Dinas PUPRPKP dan Dinas Kominfotik ditinjau agar perlengkapan pendukung penyelenggaraan PENAS, termasuk kebutuhan layanan selama kegiatan, dapat berfungsi sesuai standar operasional.