Peristiwa

Gunung Ile Lewotolok Meletus 185 Kali: Dentuman Terdengar, Lava Pijar Melontar

×

Gunung Ile Lewotolok Meletus 185 Kali: Dentuman Terdengar, Lava Pijar Melontar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gunung Ile Lewotolok Meletus 185 Kali Disertai Dentuman Kuat dan Lontaran Lava Pijar

jurnalistik.co.id – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, mengalami erupsi sebanyak 185 kali sepanjang periode pengamatan pada Rabu, 8 Juli 2026. Erupsi itu disertai dentuman serta lontaran material pijar.

Stanislaus Ara Kian, petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, menyebut ratusan kejadian letusan tersebut terekam pada hari yang sama. Dentuman yang muncul dilaporkan bisa terdengar lemah hingga kuat.

Menurut Stanislaus, letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 200–500 meter. Asap dari aktivitas itu tercatat berwarna putih dan kelabu.

Lontaran material pijar teramati ke arah barat daya. Jarak luncur material dilaporkan mencapai sekitar 300 meter dari bibir kawah.

Data seismogram menunjukkan erupsi memiliki amplitudo 11,1–40 mm. Durasi yang menyertai tiap kejadian berada pada kisaran sekitar 21–269 detik.

Dari pengamatan visual, kawasan puncak gunung api tampak jelas hingga berkabut. Asap kawah juga dilaporkan bertekanan lemah, berwarna putih, dengan intensitas sedang hingga tebal serta tinggi 20–50 meter di atas puncak kawah.

Pada periode yang sama, tercatat pula 83 kali gempa hembusan. Selain itu, muncul dua kali tremor non harmonik, satu kali tremor harmonik, dan tiga kali gempa vulkanik.

Terkait keselamatan, Herman mengimbau agar masyarakat sekitar maupun pendaki tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat gunung. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya.

Herman juga meminta publik mewaspadai ancaman berupa guguran atau longsoran lava, serta awan panas. Potensi tersebut disebut mengarah pada sektor selatan dan tenggara, barat, serta sektor timur laut.

Stanislaus menegaskan tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih berada pada level II atau waspada. Dengan status tersebut, pengawasan dan kepatuhan terhadap larangan masuk radius aman menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bagi warga dan pengunjung.

Pengamatan pada Rabu, 8 Juli 2026 juga menunjukkan dinamika aktivitas yang relatif berulang. Dalam rentang hari yang sama, kejadian erupsi tidak hanya berupa letusan, melainkan juga disertai dentuman yang kerap kali terdeteksi dari aktivitas puncak, dengan variasi kekuatan bunyi yang dilaporkan dapat terdengar lemah maupun kuat.

Kolom material dari letusan teramati membentuk semburan abu dengan ketinggian sekitar 200–500 meter. Di permukaan, pencatatan visual memperlihatkan asap kawah berwarna putih dan kelabu, sementara intensitasnya disebut berlangsung dengan ketebalan menengah hingga tebal. Asap tersebut dilaporkan berada pada ketinggian kira-kira 20–50 meter di atas puncak kawah.

Selain abu, aktivitas juga menghasilkan lontaran material pijar. Arah pergerakannya dilaporkan menuju barat daya, dengan jarak luncur sekitar 300 meter dari bibir kawah. Kondisi ini menggambarkan bahwa pelepasan material terjadi di sekitar area puncak dan dapat menjangkau jarak tertentu di luar kawah, sehingga perlu kewaspadaan ketika berada di dekat zona pengamatan.

Dari sisi pemantauan alat, seismogram mencatat amplitudo erupsi pada kisaran 11,1–40 mm. Setiap kejadian memiliki durasi yang berbeda-beda, berkisar sekitar 21–269 detik. Pada saat yang sama, tercatat pula 83 kali gempa hembusan, disertai dua tremor non harmonik, satu tremor harmonik, serta tiga kali gempa vulkanik yang menjadi indikator beragam aktivitas bawah permukaan.

Mengenai keselamatan, Herman mengingatkan agar masyarakat sekitar maupun pendaki tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat Gunung Ile Lewotolok. Imbauan tersebut berfungsi sebagai langkah antisipasi. Risiko yang disebut perlu diwaspadai meliputi guguran atau longsoran lava serta potensi awan panas, yang mengarah pada sektor selatan dan tenggara, barat, hingga timur laut.