Daerah

Gusnar Tinjau Progres BSPS di Botu-Bionga, Warga Gorontalo Bersyukur Program Prabowo

×

Gusnar Tinjau Progres BSPS di Botu-Bionga, Warga Gorontalo Bersyukur Program Prabowo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Warga Gorontalo Bersyukur Terima Program Bedah Rumah Prabowo

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau progres program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo, Rabu (15/7/2026). Kegiatan itu berlangsung di Kelurahan Botu serta Kelurahan Bionga, Kecamatan Limboto.

Dalam peninjauan tersebut, Gusnar berdialog langsung dengan penerima manfaat yang rumahnya sedang dibangun atau ditingkatkan melalui skema BSPS. Warga menyampaikan rasa syukur karena bantuan program dari Presiden Prabowo Subianto dinilai membuat hunian mereka menjadi lebih layak.

Sejumlah penerima manfaat mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas dukungan yang membantu keluarga mereka memiliki rumah yang lebih aman dan nyaman. Bantuan senilai Rp20 juta disebut menjadi penopang penting, terlebih ketika biaya pembangunan harus dipenuhi bertahap.

Beberapa penerima manfaat juga mengungkapkan bahwa mereka melakukan penambahan biaya secara swadaya agar hasil pembangunan dapat lebih baik. Cara itu, menurut para penerima, membantu kualitas rumah yang sedang dikerjakan sesuai kebutuhan keluarga.

Salah satu penerima manfaat yang ditemui langsung gubernur adalah Hasan Mahmud, warga Kelurahan Botu. Ia mengaku program BSPS memberi harapan baru bagi keluarganya dan meringankan beban pembiayaan perbaikan rumah.

“Terima kasih Pak Prabowo atas bantuan bedah rumah ini. Kami sangat bersyukur,” ujar Hasan Mahmud.

Selain Hasan, warga Kelurahan Bionga, Kecamatan Limboto, Santo Awal juga menyampaikan penilaian serupa. Ia menyebut bantuan BSPS menjadi berkah karena rumah yang dibangun dinilai lebih aman untuk ditempati sekaligus menghadirkan kenyamanan saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Gusnar kemudian menjelaskan alur dan capaian program BSPS di Provinsi Gorontalo. Ia menyampaikan bahwa provinsi semula memperoleh alokasi 4.066 unit rumah melalui skema tersebut.

Gubernur menambahkan, jumlah itu kemudian bertambah sebanyak 2.000 unit. Pertambahan dilakukan setelah adanya kolaborasi lintas kementerian untuk percepatan penyelesaian rumah, termasuk proses sertifikat tanah, BPHTB, serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang mendapat perhatian pemerintah pusat saat pelaksanaan PENAS Tani dan Nelayan.

“Sebenarnya yang diajukan sekitar 3.000 rumah, tetapi kami diminta menyelesaikan 2.000 unit terlebih dahulu tahun ini. Setelah itu kita akan mengusulkan kembali, Insya Allah Bapak Presiden Prabowo akan terus memberikan perhatian terhadap Gorontalo terutama menyelesaikan bangunan-bangunan rumah yang perlu dibedah seperti ini,” kata Gusnar.

Harapan program berlanjut

Dalam kesempatan itu, Gusnar menyampaikan harapannya agar program BSPS dapat terus berjalan. Menurutnya, kelanjutan program akan membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat tinggal di rumah yang layak huni.

Gusnar juga mengaitkan harapan tersebut dengan perbaikan kondisi sosial masyarakat. Dengan semakin banyak rumah yang ditangani melalui BSPS, angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo diharapkan dapat berkurang.

Peninjauan BSPS di Botu dan Bionga menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan sesuai kebutuhan penerima. Dari dialog yang berlangsung, warga menegaskan bantuan Rp20 juta memberikan dampak nyata, baik untuk kebutuhan pembangunan utama maupun untuk melengkapi penyempurnaan rumah melalui dukungan swadaya.

Gusnar menekankan bahwa percepatan BSPS tidak berhenti pada proses pembangunan di lapangan, tetapi juga mencakup tahapan administratif yang diperlukan agar program berjalan lancar. Ia menggambarkan, pengurusan sertifikat tanah, BPHTB, serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi bagian dari kolaborasi yang membantu penyelesaian tepat waktu.

Dalam dialog dengan penerima, gubernur juga menyoroti bahwa keberhasilan program sangat terasa ketika bantuan Rp20 juta berpadu dengan upaya swadaya warga. Para penerima menilai dukungan tersebut membuat mereka bisa melengkapi kebutuhan pembangunan secara bertahap, sehingga hasil rumah yang dikerjakan dapat lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga.

Peninjauan di Botu dan Bionga, lanjutnya, dimaksudkan untuk memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dengan adanya lanjutan penanganan rumah melalui skema BSPS, diharapkan semakin banyak keluarga berpenghasilan rendah menempati hunian yang layak huni, sekaligus berdampak pada perbaikan kondisi sosial dan penurunan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo.