Daerah

Penumpang KRL Desak KAI Tambah Tempat Duduk di Peron 6–8 Stasiun Bogor

×

Penumpang KRL Desak KAI Tambah Tempat Duduk di Peron 6–8 Stasiun Bogor

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pengguna KRL di Stasiun Bogor Minta KAI Tambah Bangku di Peron 6 sampai 8

jurnalistik.co.id – Sejumlah pengguna KRL di Stasiun Bogor meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah jumlah bangku di peron 6 sampai 8. Mereka menilai ketersediaan tempat duduk saat menunggu perjalanan masih terlalu terbatas, meski area peron sudah dilengkapi kanopi.

Hasil pantauan di Stasiun Bogor pada Rabu (15/7/2026) menunjukkan peron 6 sampai 8 telah tersedia kursi, tempat sampah, guiding block di setiap peron, serta garis kuning sebagai pembatas dengan jalur kereta. Seluruh peron juga telah dipasang kanopi.

Meski fasilitas peneduh dan penanda sudah ada, para penumpang menganggap jumlah bangku belum sebanding dengan kebutuhan di jam menunggu. Kondisi ini dinilai makin terasa ketika penumpang harus menunggu lebih lama atau ketika cuaca kurang bersahabat.

Bangku di peron dinilai belum memenuhi kapasitas penumpang

Di peron 8, ketersediaan tempat duduk disebut hanya terdiri dari satu bangku yang berada di dekat musala. Bangku tersebut dinilai mampu menampung sekitar delapan penumpang.

Sementara itu, pada peron 6 dan 7 masing-masing hanya tersedia satu bangku berwarna merah dengan kapasitas sekitar empat orang. Penumpang lalu membandingkan, ruang peron yang sudah memiliki berbagai fasilitas penunjang seharusnya dapat disertai penambahan tempat duduk.

Menurut para pengguna, keberadaan bangku yang terlalu sedikit membuat antrean dan waktu tunggu berpotensi kurang nyaman, terutama bagi penumpang yang kesulitan berdiri terlalu lama. Mereka juga menyoroti situasi yang sering terjadi saat cuaca panas maupun hujan.

Zahra (26) menilai penambahan bangku perlu dilakukan agar penumpang lebih nyaman saat menunggu kereta. Ia menekankan bahwa peron 6 sampai 8 sudah memiliki kanopi, sehingga seharusnya disertai tempat duduk yang memadai.

“Karena kan ini udah ada kanopi, berarti harusnya disertai tempat duduk juga. Kecuali kalau di peron 4 dan 5 gitu kan enggak ada kanopinya ya,” ujar Zahra saat ditemui di Stasiun Bogor pada hari yang sama.

Bagi Zahra, kanopi akan lebih optimal jika diikuti penyediaan tempat duduk yang dapat digunakan ketika cuaca tidak mendukung aktivitas menunggu. Ia menyebut duduk saat panas maupun hujan menjadi pertimbangan penting karena penumpang cenderung membutuhkan tempat bernaung sekaligus bersandar.

Ia juga menyampaikan pandangannya terkait jumlah tambahan yang dianggap perlu. “Ya kalau siang-siang atau hujan duduk kan enggak mungkin ya, panas, kehujanan. Ini kan udah ada kanopi ya harusnya sih mungkin bisa ditambah lagi ya, ya 3 sampai 5 lah,” lanjutnya.

Zahra menambahkan bahwa bangku yang berada di peron 8 merupakan fasilitas lama. Menurutnya, bangku tersebut sudah ada sebelum proyek perpanjangan jalur dan peron dilakukan, sehingga ia berharap penambahan kursi bisa menyusul untuk melengkapi kondisi saat ini.

“Itu memang udah dari dulu sih sebelum ada pengerjaan ini. Jadi ya better sih bisa diiringi dengan penambahan kursi juga,” kata Zahra. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan pengguna KRL yang rutin bepergian ke Jakarta untuk bekerja.

Bersembunyi dari kepadatan saat menunggu, terutama bagi lansia

Pendapat senada disampaikan Alifa (27) yang menilai penambahan bangku akan sangat membantu penumpang lanjut usia. Menurutnya, kelompok ini cenderung perlu tempat duduk karena harus menunggu kedatangan kereta dalam waktu tertentu.

Alifa menilai penempatan bangku bisa dilakukan dengan memanfaatkan ruang di sela-sela tiang penyangga yang ada di sepanjang peron. Dengan cara itu, penumpang dapat memiliki alternatif tempat duduk tanpa harus mengganggu alur di area pembatas.

“Perlu banget, perlu banget. Apalagi kalau suka ada ibu-ibu gitu ya, kadang yang udah nenek-nenek tuh tetap suka pada naik. Kadang enggak kebagian gitu kalau aku lihat. Jadi kalau itu sih tiap pintu ada gitu ya. Kayak tiga-tiga juga enggak apa-apa sih, ya bangkunya,” ujarnya.

Ia menilai penyediaan yang lebih merata akan mengurangi kemungkinan penumpang tidak kebagian tempat duduk. Harapannya, bangku tambahan dapat ditempatkan agar lebih dekat dengan titik kedatangan dan aktivitas naik-turun penumpang.

Dengan kondisi peron yang sudah memiliki kanopi dan berbagai fasilitas penunjang, keluhan yang muncul lebih menyoroti aspek kenyamanan melalui ketersediaan kursi. Para penumpang berharap PT KAI dapat menambah jumlah bangku di peron 6 sampai 8 agar waktu menunggu menjadi lebih nyaman bagi semua pengguna, termasuk lansia.