Bisnis & Ekonomi

Harga Bitcoin Hari Ini Turun, Dipengaruhi Perang Lebanon-Israel

×

Harga Bitcoin Hari Ini Turun, Dipengaruhi Perang Lebanon-Israel

Sebarkan artikel ini
Harga Bitcoin Hari Ini Turun, Terpengaruh Perang Lebanon-Israel Money 17 Juni 2026
Ilustrasi: Harga Bitcoin Hari Ini Turun, Terpengaruh Perang Lebanon-Israel

jurnalistik.co.id – Harga Bitcoin pada Rabu (17/6/2026) pagi bergerak melemah, menyusul tekanan dari sentimen global serta aksi jual yang membebani pergerakan harga. Di saat yang sama, ketegangan geopolitik yang terus meningkat ikut mendorong investor bersikap lebih berhati-hati.

Pada pukul 08.14 WIB, harga Bitcoin tercatat melonjak turun 0,85 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam satu jam terakhir, pergerakan harga menunjukkan lonjakan 0,02 persen, sementara jika dihitung sepekan terakhir nilainya menguat 5,74 persen.

Dalam periode sepekan tersebut, Bitcoin berada di angka 65.701,73 dollar AS atau setara sekitar Rp 1,165 miliar dengan kurs Rp 17.709. Adapun kapitalisasi pasar Bitcoin pada hari ini mencapai 1,31 triliun dollar AS atau sekitar Rp 23.339 triliun.

Secara rerata, pergerakan Bitcoin dalam 24 jam terakhir mengalami penurunan sebesar 0,9 persen. Meski sempat ada fluktuasi jangka pendek, arah pergerakan tetap berada di bawah tekanan yang membuat harga sulit kembali menguat.

Pergerakan harga juga terlihat jelas dari catatan pada Selasa (16/6/2026). Pada pukul 19.35 WIB, Bitcoin masih berada di angka 66.714,69 dollar AS atau sekitar Rp 1,183 miliar, sebelum kemudian anjlok ke 65.520,67 dollar AS atau sekitar Rp 1,161 miliar berselang sekitar empat jam.

Sejumlah data pergerakan terbaru menunjukkan Bitcoin masih berkutat di bawah level psikologis 66.000 dollar AS. Dalam kondisi seperti ini, investor dikatakan menarik dana dari area tersebut karena perang Lebanon-Israel yang tak kunjung usai.

Perang Lebanon-Israel yang terus berlangsung juga disebut mengancam kesepakatan damai AS-Iran yang dinilai sudah di depan mata. Ketidakpastian yang meningkat dari Timur Tengah membuat optimisme geopolitik yang sebelumnya sempat terbentuk ikut melemah.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin turun 0,92 persen menjadi 65.737,45 dollar AS. Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan pasar kripto secara keseluruhan yang tercatat turun 0,77 persen, sehingga tekanan harga tidak berdiri sendiri pada Bitcoin saja.

Meski demikian, pergerakan Bitcoin tetap menunjukkan pola yang terkait dengan kondisi pasar yang lebih luas. Bitcoin disebut memiliki korelasi yang kuat sebesar 71 persen dengan S&P 500, yang mengindikasikan adanya pergerakan makroekonomi yang searah di antara keduanya.

Dengan demikian, dinamika harga Bitcoin tidak hanya dipengaruhi faktor spesifik kripto, tetapi juga respons pasar terhadap kondisi global. Pada saat ketegangan geopolitik kembali meningkat, sentimen investor cenderung bergerak lebih defensif dan menekan harga agar tetap sulit keluar dari area melemah.

Di tengah tekanan tersebut, perang Lebanon-Israel menjadi salah satu pemicu yang membuat investor menilai risiko geopolitik berpotensi memperpanjang ketidakpastian. Situasi ini juga memperburuk proyeksi terkait kesepakatan damai AS-Iran, yang disebut berada dalam sorotan karena dampaknya pada ekspektasi pasar.

Secara keseluruhan, rangkaian data harian memperlihatkan bahwa harga Bitcoin pada Rabu pagi berada dalam fase tekanan, dengan nilai tukar dan kapitalisasi pasar yang bergerak mengikuti pergerakan intrahari. Sepekan yang lalu harga masih mencatat penguatan, tetapi dalam 24 jam terakhir arah pergerakan kembali condong melemah akibat kombinasi sentimen global dan aksi jual yang membebani pasar.

Tekanan yang muncul pada pagi Rabu juga tampak dari cara harga bergerak dalam rentang waktu yang berbeda. Lonjakan kecil dalam satu jam terakhir tidak mengubah kecenderungan utama yang masih melemah, sementara penguatan sepekan terakhir menjadi berkurang daya dorongnya. Kondisi ini membuat pergerakan cenderung lebih reaktif terhadap kabar global, terutama ketika ketegangan geopolitik menambah kehati-hatian pelaku pasar.

Perubahan arah yang lebih cepat terlihat dari perbandingan catatan pada Selasa, ketika posisi Bitcoin sempat bertahan di kisaran 66.714,69 dollar AS sebelum turun ke 65.520,67 dollar AS berselang beberapa jam. Pola semacam ini kemudian berlanjut pada Rabu dengan Bitcoin berada di bawah area psikologis 66.000 dollar AS. Dalam situasi seperti itu, investor disebut lebih memilih menarik dana dari level tersebut, sehingga tekanan jual lebih mudah terbentuk dan harga sulit kembali menguat.

Selain dipicu dinamika di kripto, arah pergerakan Bitcoin juga sejalan dengan kondisi pasar yang lebih luas. Korelasi yang kuat dengan S&P 500, yakni 71 persen, menguatkan indikasi bahwa sentimen makro turut memengaruhi langkah pelaku pasar. Pada saat yang sama, penurunan pasar kripto secara keseluruhan dalam 24 jam terakhir sebesar 0,77 persen membuat tekanan tidak hanya bersifat spesifik pada Bitcoin. Dengan latar tersebut, perang Lebanon-Israel yang terus berlangsung serta kekhawatiran terhadap kelanjutan kesepakatan damai AS-Iran ikut menjaga pasar tetap berada pada mode defensif.