Bisnis & Ekonomi

Harga Ethereum Hari Ini Anjlok, Publik Ragu Soal Margin Keuntungan ETH

×

Harga Ethereum Hari Ini Anjlok, Publik Ragu Soal Margin Keuntungan ETH

Sebarkan artikel ini
Harga Ethereum Hari Ini Anjlok, Publik Ragu Soal Margin Keuntungan Money 17 Juni 2026
Ilustrasi: Harga Ethereum Hari Ini Anjlok, Publik Ragu Soal Margin Keuntungan

jurnalistik.co.id – Pada Rabu (17/6/2026) pagi, harga Ethereum bergerak melemah. Mengutip data pasar yang dirujuk dalam laporan, ETH tercatat anjlok 0,47 persen dalam 24 jam terakhir pada pukul 08.29 WIB.

Dalam pergerakan yang lebih singkat, harga Ethereum juga menunjukkan tekanan jual. Dalam 1 jam terakhir, ETH turun 0,41 persen, sementara dalam sepekan terakhir justru masih menguat 8,74 persen hingga berada di level 1.782,80 dollar AS.

Level tersebut setara dengan sekitar Rp 31,6 juta dengan kurs Rp 17.709 per dollar AS. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar Ethereum hari ini mencapai 215,1 miliar dollar AS (Rp 3.813 triliun), dengan rata-rata penurunan selama 24 jam sebesar 0,77 persen.

Dalam laporan yang sama, penurunan ETH mulai terlihat setelah Bitcoin mengalami pola serupa. Setelah sempat menunjukkan grafik naik, pergerakan Ethereum kemudian bergeser menjadi cenderung melemah.

Perbandingan dengan kondisi sehari sebelumnya memperlihatkan fluktuasi yang terjadi. Kemarin, 16 Juni 2026 pukul 21.25 WIB, ETH sempat turun hingga menyentuh 1.771,54 dollar AS (sekitar Rp 31,41 juta).

Pada pagi ini, harga Ethereum berkutat di angka 1.781,20 dollar AS. ETH dinilai masih berpotensi turun lagi jika tekanan pasar berlanjut.

Apatis publik dan sinyal margin keuntungan

Di sisi lain, publik mulai merespons pelemahan tersebut dengan sikap yang lebih berhati-hati. Laporan menyebut apatis publik yang meluas saat ini, berdasarkan data on-chain, secara historis mendahului pemulihan harga ETH.

Perusahaan analitik Santiment melaporkan adanya apatis publik yang ekstrem terhadap Ethereum. Salah satu indikator yang disebut adalah proporsi pihak yang menghasilkan keuntungan pada level tersebut hanya 11 persen.

Angka 11 persen itu disebut sebagai terendah dalam beberapa tahun sebelumnya. Dalam kerangka penjelasan yang disajikan, kondisi ini menandai titik terendah harga Ethereum.

Dengan profit yang hanya dinikmati oleh sebagian kecil partisipan, sentimen yang terbaca melalui data on-chain turut memperkuat keraguan di kalangan pelaku pasar. Publik kemudian mempertanyakan apakah margin keuntungan ETH masih bisa dipertahankan di tengah tren penurunan yang sedang berlangsung.

Meski demikian, laporan juga menempatkan sinyal apatis sebagai fase yang kerap lebih dahulu muncul sebelum harga ETH pulih. Karena itu, pergerakan harga pada jam-jam berikutnya akan menjadi penentu arah, terutama terhadap apakah pelemahan berlanjut atau mulai mereda.

Dari sisi level harga, pergerakan yang masih berada di sekitar area 1.781 dollar AS menunjukkan bahwa pasar belum menemukan pijakan yang kuat setelah penurunan awal. Setelah sempat turun pada malam sebelumnya dan menyentuh 1.771,54 dollar AS, pemulihan yang terjadi tampaknya belum mengubah kecenderungan melemah pada pagi ini.

Tekanan jual yang terlihat pada rentang waktu lebih pendek juga memberi gambaran bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan penyesuaian posisi secara cepat. Meski dalam sepekan ETH masih mencatat penguatan hingga 8,74 persen, pelemahan 24 jam yang tercermin sekitar 0,47 persen dan rata-rata penurunan 0,77 persen menandakan sentimen belum sepenuhnya bergeser positif.

Di ranah data on-chain, laporan menekankan bahwa kondisi ketika hanya sekitar 11 persen partisipan berada pada pihak yang meraih keuntungan menjadi sinyal penting. Ketika proporsi yang diuntungkan berada di titik terendah beberapa tahun terakhir, kepercayaan pasar cenderung lebih rapuh, sehingga ruang untuk margin keuntungan ikut dipertanyakan seiring harga bergerak melemah.

Dengan demikian, kombinasi antara sinyal kehati-hatian publik dan indikasi apatis yang lebih dulu muncul dibanding pemulihan membuat arah berikutnya sangat bergantung pada reaksi harga pada jam-jam terdekat. Apakah pelemahan akan berlanjut atau mulai mereda, pada akhirnya akan tercermin dari bagaimana tekanan jual dan sentimen on-chain merespons setelah fase penurunan ini.