jurnalistik.co.id – Keluarga korban serangan di Nottingham mengatakan pihak kepolisian tidak memberi tahu mereka bahwa seorang pria yang sebelumnya berupaya mendatangi keluarga-keluarga itu memiliki riwayat kekerasan.
Para keluarga menyampaikan keluhan tersebut setelah mengetahui pria yang disebut memiliki ketertarikan atau perhatian pada mereka pernah mencoba menjangkau rumah mereka. Perkara itu kemudian diteruskan oleh Nottinghamshire Police ke Independent Office for Police Conduct (IOPC).
Insiden pada 13 Juni 2023 menewaskan Barnaby Webber, Grace O’Malley-Kumar, dan Ian Coates. Ketiganya dibunuh secara fatal oleh Valdo Calocane, yang pada 2020 didiagnosis mengalami paranoid schizophrenia, dan ia juga mencoba membunuh tiga orang lainnya.
Informasi yang disebut terlambat
Grace’s father, Dr Sanjoy Kumar, mengatakan ia diberi tahu pada 2025 bahwa ada seorang pria dari Nottingham yang pernah datang ke praktik dokter umum di London. Menurut Kumar, pria itu dikabarkan memiliki ketertarikan pada keluarganya, termasuk keluarga Webber, namun tidak disertai rincian apa pun terkait riwayat kesehatan mental.
Kumar menilai penjelasan yang diberikan kepolisian terlalu minim. Ia mengatakan petugas menyatakan itu “a very lowbrow thing”, tanpa penilaian risiko terhadapnya maupun keluarganya, dan “They didn’t mention the word ‘risk’.”
Ia baru memahami detail lebih jauh beberapa waktu kemudian, setelah investigasi lanjutan terkait kasus tersebut berjalan. Kumar mengatakan dari IOPC ia mengetahui pria itu tercatat dalam skema Prevent, pernah mengalami sectioning beberapa kali, serta dikenal sebagai pelaku kekerasan.
“I’m angry. Don’t place my wife, don’t place my other child at risk. Do these people not realise the tragedy we’ve been through?” kata Kumar, sebelum menambahkan, “Just be transparent. That’s all we wanted.”
Grace’s mother, Dr Sinead O’Malley-Kumar, menyampaikan kekecewaannya dalam wawancara dengan BBC Radio 4. Ia mengatakan ia “absolutely flabbergasted” karena kepolisian disebut telah mengetahui perilaku pria itu pada Desember 2024, tetapi keluarga baru mendapatkan informasi sekitar setahun kemudian.
O’Malley-Kumar menekankan bahwa mereka sebagai korban tidak menerima pemberitahuan yang memadai. “We do not know what this man looks like. Should he ring on our doorbell? Should he come to our place of work again?” ujarnya, menilai bahwa informasi yang diterima “The information has been minimal.”
Kisah lain tentang rujukan ke Somerset
Laporan The Times menyebut bahwa orang tua Barnaby Webber tidak diberi tahu selama 18 bulan ketika seorang stalker melakukan perjalanan ke Somerset untuk mencoba menemukan mereka. Dalam pernyataannya di media sosial, Emma Webber menyatakan ia “furious”.
Berita Terkait
Ia menulis bahwa ketika mereka mengetahui seorang pria lain yang dinilai mengalami gangguan mental dan memiliki fokus pada keluarga mereka juga datang ke Somerset—termasuk kota kelahiran mereka—untuk mencari keluarga korban, kepolisian memilih untuk tidak memberi tahu mereka.
Emma Webber menyatakan: “Now we learn that another mentally ill man with a fixation on us and the Nottingham case travelled to Somerset, including our home town, seeking out victims’ families; and the police chose not to tell us.”
Jawaban IOPC dan proses penilaian
Sementara itu, seorang juru bicara IOPC mengatakan pihaknya sedang “assessing the referral” dari Nottinghamshire Police untuk menentukan langkah lanjutan yang diperlukan.
Dalam penjelasan yang disampaikan, IOPC menyatakan bahwa setelah menerima informasi dari Nottinghamshire Police, mereka berbicara dengan seorang calon saksi pada Januari 2025 terkait investigasi mengenai interaksi pasukan dengan Calocane sebelum serangan terjadi. Juru bicara menyebut masih tidak jelas apakah Calocane merupakan tersangka untuk peristiwa yang dilaporkan oleh saksi, dan informasi itu dinilai tidak relevan untuk penyelidikan mereka.
Namun, IOPC menyatakan mereka tetap membuat pihak kepolisian mengetahui informasi dari saksi tersebut agar dapat mengambil langkah-langkah safeguarding yang tepat. IOPC juga menyampaikan bahwa mereka menyadari keluarga seharusnya diberi pembaruan bahwa mereka sudah berbicara dengan saksi saat itu, dan mengakui bahwa pembaruan itu telah dilakukan dalam informasi terbaru kepada keluarga.
Respons Nottinghamshire Police
Nottinghamshire Police menyatakan bahwa mereka menerima keluhan dan, karena sifatnya, perkara tersebut dirujuk kepada IOPC pada 24 Agustus. Kepolisian mengatakan mereka sedang menunggu respons IOPC, dan menyatakan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut karena penyelidikan masih berjalan.
Calon terdakwa dalam kasus ini, Valdo Calocane, pada November 2023 mengaku bersalah atas tiga dakwaan pembunuhan yang dilakukan dengan alasan diminished responsibility (manslaughter), serta tiga dakwaan percobaan pembunuhan. Ia kemudian dijatuhi hukuman berupa indefinite hospital order pada Januari 2024.
Investigasi lanjutan
Penelusuran publik bersifat statutory inquiry yang menilai rangkaian kejadian sebelum serangan serta keputusan yang diambil setelahnya dijadwalkan akan dilanjutkan pada September. Sejumlah temuan kemudian menunjukkan adanya kegagalan dari otoritas yang terlibat, termasuk kepolisian dan layanan kesehatan mental, yang dikenal telah mengetahui kondisi Calocane.
Nottingham Inquiry juga mendengar kesaksian dari lebih dari 100 saksi mengenai persiapan menjelang serangan, proses investigasi setelahnya, serta fase penanganan seusai insiden. Dalam konteks itulah, sejumlah pihak mendesak agar ada inquiry publik yang sifatnya statutory.












