Hukum & Kriminal

Ofcom Selidiki Pemeriksaan Usia Pornhub yang Dijalankan Aylo

×

Ofcom Selidiki Pemeriksaan Usia Pornhub yang Dijalankan Aylo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ofcom launches investigation into Pornhub age checks

jurnalistik.co.id – Ofcom telah memulai penyelidikan terhadap pemilik Pornhub, Aylo, terkait efektivitas pemeriksaan usia baru situs tersebut dalam mencegah anak mengakses konten dewasa.

Pemeriksaan ini berangkat dari pernyataan Ofcom pada bulan Mei, ketika regulator menyebut Pornhub mulai memakai proses verifikasi usia baru untuk sebagian pengguna. Dalam skema tersebut, prosesnya bergantung pada pihak ketiga, yakni Apple.

Ofcom mengatakan pihaknya memiliki kekhawatiran bahwa Aylo “may not have conducted sufficient due diligence and testing” sebelum menerapkan proses baru itu. Menurut regulator, kondisi tersebut membuat verifikasi usia “may not be highly effective” dalam mencegah anak melihat pornografi.

Sebagai dasar, Ofcom mengacu pada Undang-Undang Online Safety (OSA) di Inggris. Di bawah aturan tersebut, situs yang menampilkan materi pornografis diwajibkan menerapkan jaminan usia (age assurance) yang sangat efektif untuk memastikan apakah pengguna berusia di atas 18 tahun.

Dalam proses ini, BBC menyatakan telah menghubungi Aylo untuk meminta komentar. Ofcom juga menegaskan investigasinya difokuskan pada cara Aylo menerapkan pemeriksaan usia, termasuk apakah perusahaan melakukan “necessary due diligence” sebelum proses tersebut dijalankan.

Regulator juga memberi batasan ruang lingkup penyelidikan: Ofcom tidak akan meneliti bagaimana Apple mengoperasikan pemeriksaan usianya.

Penekanan pada perlindungan anak

George Lusty, Direktur Enforcement Ofcom, menyampaikan bahwa “Online age checks are a vital protection to prevent children from encountering inappropriate or harmful material, including pornography.” Ia menambahkan, “We expect tech firms to ensure age checks are highly effective before introducing them. Anything less could leave children at risk.”

Di sisi lain, Ofcom menyatakan memiliki wewenang untuk menjatuhkan denda kepada perusahaan yang dinilai tidak memenuhi ketentuan. Batas denda yang disebut mencapai hingga £18 juta atau 10% dari total omzet global tahunan, mana pun yang lebih besar.

Penyelidikan ini merupakan episode terbaru dari sejumlah benturan antara Ofcom dan salah satu situs pornografi yang paling banyak dikunjungi di dunia. Pada Januari, Pornhub mengumumkan akan membatasi akses dari Inggris, dengan alasan aturan pemeriksaan usia yang lebih ketat yang diperkenalkan seiring OSA.

Aylo kemudian menyatakan pembaruan terhadap aturan tersebut “had ‘not achieved its goal of protecting minors’” dan “had ‘diverted traffic to darker, unregulated corners of the internet’.” Sikap itu menggambarkan adanya kekhawatiran perusahaan bahwa penerapan aturan tidak menghasilkan perlindungan yang diharapkan.

Namun, pada bulan Mei, Aylo menyampaikan rencana agar situs dapat diakses kembali oleh sebagian pengguna Apple di Inggris. Perusahaan menyebut akses itu berlaku bagi pengguna yang telah mengonfirmasi usia melalui versi iOS perusahaan yang paling mutakhir.

Dengan langkah investigasi ini, Ofcom berupaya menilai apakah mekanisme verifikasi usia yang digunakan Aylo benar-benar memenuhi tuntutan “highly effective” sebagaimana diharuskan dalam kerangka OSA. Fokusnya tetap pada kepatuhan dan pengujian yang dilakukan Aylo sebelum implementasi.

Dalam investigasi ini, Ofcom menempatkan aspek implementasi sebagai inti penilaian. Regulator ingin melihat bagaimana proses pemeriksaan usia tersebut dijalankan dalam praktik, termasuk apakah pengujian dilakukan sebelum kebijakan diterapkan pada pengguna.

Ofcom juga menegaskan bahwa harapannya adalah pemeriksaan usia dapat bekerja secara “highly effective” sesuai kerangka OSA. Penilaian efektivitas tersebut dimaksudkan untuk memastikan anak tidak mudah mengakses materi pornografi, bukan sekadar memperkenalkan mekanisme pemeriksaan.

Dengan menetapkan batas ruang lingkup yang tidak mencakup cara Apple mengoperasikan pemeriksaan usianya, Ofcom memusatkan perhatian pada tanggung jawab Aylo. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa penerapan kontrol akses dari pihak penyedia situs dinilai perlu memenuhi standar due diligence dan kepatuhan yang memadai.