jurnalistik.co.id – Mantan Presiden El Salvador, Elias Antonio “Tony” Saca, akhirnya bebas setelah menjalani hukuman 10 tahun dalam perkara korupsi dan pencucian uang yang melibatkan dana negara. Pembebasan tersebut menyusul pengurangan masa hukuman setelah ia mengaku bersalah.
Saca sebelumnya mengakui telah mengalihkan lebih dari US$300 juta dari anggaran negara selama ia memimpin pada periode 2004 hingga 2009. Pengalihan dana itu, menurut dakwaan dalam proses hukum, dilakukan untuk kepentingan pribadi serta untuk menguntungkan sekutu politiknya.
Pihak pengacara Saca, Mario Machado, mengonfirmasi pembebasan kliennya pada Kamis. Machado menyatakan Saca menyelesaikan seluruh masa hukuman tanpa memperoleh pembebasan lebih awal, dan menegaskan, “Masa hukuman 10 tahun telah selesai dijalani,” sebagaimana dikutip Reuters.
Machado juga mengatakan timnya mendatangi pengadilan untuk melaporkan pembebasan tersebut secara resmi. Menurut keterangan yang sama, permohonan pelaporan baru diajukan sehari sebelumnya, setelah proses pembebasan rampung.
Meski vonis terhadap Saca dijatuhkan pada 2018, perhitungan masa hukuman dilakukan sejak 2016. Waktu itu, ia ditangkap saat menghadiri pesta pernikahan putranya.
Sebelum akhirnya dijatuhi hukuman 10 tahun, Saca semula menghadapi ancaman sampai 30 tahun penjara. Pemangkasan masa hukuman terjadi setelah ia menandatangani kesepakatan pengakuan bersalah, yang mengubah arah perkara dan menurunkan lamanya hukuman yang harus dijalani.
Dalam dakwaan, jaksa menuduh Saca mengalihkan uang negara untuk kepentingan pribadi. Jaksa juga menyertakan tuduhan bahwa sebagian dana dalam jumlah besar disalurkan untuk kepentingan partainya, sebagai upaya memberi keuntungan kepada sekutu politiknya.
Berita Terkait
- Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang sampaikan pesan kamtibmas lewat Jumat Keliling, ajak warga jaga kerukunan
- Dansat Brimob Polda Gorontalo Tekankan Jaga Kesehatan dan Disiplin Personel Saat Apel Pagi
- Hari Kesembilan Operasi Patuh Otanaha 2026, Kabag Ops Ditlantas Polda Gorontalo Tegur Kendaraan ODOL
Saca memimpin El Salvador pada 2004 hingga 2009 melalui Partai Republik Nasionalis, yang dikenal sebagai ARENA. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus penyiar radio.
Setelah dikeluarkan dari ARENA pada 2014, Saca mencoba kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden melalui Partai Grand Alliance for National Unity (GANA). Namun, pencalonannya dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Agung.
Kasus yang menimpa Saca menjadi salah satu rangkaian perkara korupsi yang pernah menjerat sejumlah mantan pemimpin El Salvador. Tiga mantan presiden lain yang pernah menghadapi tuduhan korupsi adalah Mauricio Funes dan Salvador Sánchez Cerén, yang melarikan diri ke Nikaragua, serta Francisco Flores yang meninggal sebelum persidangannya dimulai.
Selain menjalani hukuman pidana, Saca juga diperintahkan dalam proses hukum perdata terpisah untuk mengembalikan jutaan dolar kepada negara. Dengan demikian, pembebasannya mengakhiri masa penahanan yang berlangsung selama sekitar satu dekade terkait penggelapan dan pencucian dana publik.
Pembebasan tersebut menutup rangkaian proses yang berawal dari dugaan pengalihan dana publik saat Saca menjabat. Bagi kubu pertahanan, selesainya masa 10 tahun menjadi bagian dari konsekuensi dari pengakuan bersalah yang kemudian membuat vonis berkurang dibanding ancaman awal.
Keterangan Machado menempatkan pembebasan Saca sebagai rangkaian penyelesaian perkara yang dimulai dari pengakuan bersalah, bukan hasil dari langkah pembebasan lebih cepat. Timnya melaporkan kepada pengadilan setelah proses dinyatakan selesai, sesuai permohonan yang diajukan sehari sebelumnya, sehingga status penahanan dapat ditutup secara resmi.
Meski fokus perhatian tertuju pada vonis pidana, kasus ini juga berjalan pada jalur hukum lain yang terpisah. Dalam proses perdata, Saca diperintahkan mengembalikan jutaan dolar kepada negara. Dengan berakhirnya masa penahanan yang berkaitan dengan penggelapan dan pencucian dana publik, rangkaian tuntutan itu dipandang turut menuntaskan konsekuensi dari dugaan pengalihan anggaran selama ia memimpin.
Perubahan yang membuat lamanya hukuman berkurang bermula dari kesepakatan pengakuan bersalah, setelah ia sebelumnya menghadapi ancaman hingga 30 tahun. Transformasi arah perkara ini juga melengkapi gambaran perjalanan politik Saca: dari kepemimpinan pada 2004–2009 lewat ARENA, lalu keluarnya dari partai pada 2014, hingga upayanya mencalonkan diri lewat GANA yang kemudian dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Agung.












