Hukum & Kriminal

Tony Saca Dibebaskan Usai Menjalani Hukuman 10 Tahun Kasus Korupsi dan Pencucian Uang

×

Tony Saca Dibebaskan Usai Menjalani Hukuman 10 Tahun Kasus Korupsi dan Pencucian Uang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Eks Presiden Dihukum 10 Tahun Penjara Karena Korupsi Kini Bebas

jurnalistik.co.id – Mantan Presiden El Salvador, Elias Antonio “Tony” Saca, akhirnya dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara 10 tahun dalam perkara korupsi dan pencucian uang terkait dana negara.

Saca sebelumnya mengakui telah mengalihkan lebih dari US$300 juta atau sekitar Rp5,43 triliun dari anggaran negara selama ia memimpin pada periode 2004 hingga 2009.

Kabar pembebasan itu dikonfirmasi oleh pengacaranya, Mario Machado, pada Kamis. Machado menyatakan kliennya menyelesaikan seluruh masa hukuman tanpa memperoleh pembebasan lebih awal.

“Masa hukuman 10 tahun telah selesai dijalani,” ujar Machado, seperti dikutip Reuters, pada Jumat (30/10/2026). Ia menambahkan pihaknya mendatangi pengadilan untuk melaporkan pembebasan tersebut secara resmi.

Menurut Machado, permohonan pelaporan pembebasan itu baru diajukan sehari sebelumnya, setelah prosedur penetapan selesai. Dengan demikian, proses administrasi pembebasan dilakukan setelah hakim menetapkan berakhirnya masa pidana.

Meski vonis dijatuhkan pada 2018, penghitungan masa hukuman Saca disebut dimulai sejak 2016, saat ia ditangkap. Penangkapan tersebut terjadi ketika Saca menghadiri pesta pernikahan putranya.

Dalam persidangan, jaksa menilai tindakan Saca melampaui penyalahgunaan jabatan. Saca dituduh mengalihkan uang negara untuk kepentingan pribadi serta menguntungkan sekutu politiknya, termasuk dengan menyalurkan dana dalam jumlah besar kepada partainya.

Awalnya, Saca menghadapi ancaman hukuman hingga 30 tahun penjara. Namun, kesepakatan pengakuan bersalah yang ia jalani membuat masa hukumannya dipangkas menjadi 10 tahun.

Untuk konteks karier politiknya, Saca menjabat sebagai presiden El Salvador pada 2004 hingga 2009 melalui partai konservatif Nationalist Republican Alliance (ARENA). Sebelum terjun penuh ke politik, ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus penyiar radio.

Setelah dikeluarkan dari ARENA pada 2014, Saca mencoba kembali maju dalam pemilihan presiden melalui partai Grand Alliance for National Unity (GANA). Namun, pencalonannya dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Agung.

Kasus yang menjerat Saca menjadi salah satu rangkaian perkara korupsi yang juga pernah menimpa mantan pemimpin El Salvador lainnya. Tiga mantan presiden disebut pernah menghadapi tuduhan korupsi, yakni Mauricio Funes dan Salvador Sánchez Cerén yang melarikan diri ke Nikaragua, serta Francisco Flores yang meninggal sebelum persidangannya dimulai.

Selain menjalani proses pidana, Saca juga menghadapi perkara perdata yang terpisah. Dalam proses hukum perdata tersebut, ia diperintahkan untuk mengembalikan jutaan dolar kepada negara.

Pembebasan Saca sekaligus mengakhiri masa penahanannya selama satu dekade. Ia selama ini ditahan dalam perkara penggelapan dan pencucian dana publik yang terjadi ketika ia memimpin El Salvador.

Dengan selesainya masa hukuman 10 tahun tersebut, Saca kini kembali menjalani kehidupan di luar penjara setelah rentang panjang proses hukum yang berujung pada vonis 2018 dan penghitungan masa pidana yang dimulai sejak 2016.

Menurut penjelasan pengacaranya, pembebasan tersebut tidak hanya bergantung pada vonis, melainkan juga pada tahap pelaporan dan penyelesaian mekanisme administrasi. Setelah prosedur penetapan dinyatakan selesai, pihaknya kemudian mengajukan permintaan untuk pencatatan pembebasan di pengadilan.

Dalam rincian proses, masa pidana disebut mulai dihitung sejak tahun 2016, ketika Saca ditangkap. Penangkapan itu terjadi pada momen tertentu saat ia berada di acara resepsi pernikahan putranya, sebelum kemudian persidangan berjalan hingga vonis dijatuhkan pada 2018.

Perkara yang menjerat Saca juga dipaparkan memiliki cakupan lebih luas dibanding satu proses pidana semata. Selain menjalani hukuman penjara, ia masih menghadapi gugatan perdata yang terpisah, di mana pengadilan memerintahkan pengembalian dana dalam jumlah besar kepada negara.

Dengan berakhirnya masa hukuman 10 tahun, Saca yang sempat bersengketa dengan konsekuensi hukum selama rentang panjang kini kembali berada di luar tahanan. Kasus ini juga ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian dugaan korupsi yang pernah menimpa beberapa mantan presiden lain, sekaligus melengkapi gambaran perjalanan politiknya yang berakhir setelah dikeluarkan dari ARENA dan upayanya melaju kembali melalui GANA dinyatakan inkonstitusional.