Bisnis & Ekonomi

IHSG Ditutup Naik 0,72% ke 6.206, Saham BBRI Jadi Penopang

0
×

IHSG Ditutup Naik 0,72% ke 6.206, Saham BBRI Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Berkat Saham BBRI, IHSG Ditutup Menguat 0,72% - Market

jurnalistik.co.id – IHSG menutup perdagangan awal pekan di zona hijau setelah penguatan saham BBRI memberi dorongan besar pada pergerakan indeks.

Pada Senin (25/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 0,72% ke posisi 6.206. Kenaikan itu terjadi di tengah euforia menguatnya saham Bank BRI, yang menjadi salah satu penopang utama penguatan pasar saham pada penutupan perdagangan.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.124 hingga menyentuh level tertinggi 6.239. Pergerakan yang cukup lebar itu menunjukkan pasar aktif merespons sentimen yang muncul dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan.

Volume transaksi tercatat mencapai 27,66 miliar saham. Adapun nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp16,95 triliun, dengan frekuensi perdagangan menyentuh 2,06 juta kali. Data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas pasar berlangsung padat hingga akhir sesi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 470 saham mengalami penguatan. Sementara itu, 236 saham melemah dan 114 saham tidak bergerak. Komposisi ini menegaskan bahwa sentimen positif pada hari itu cukup luas, meski penguatan terbesar tetap ditopang oleh saham-saham tertentu.

Transportasi, keuangan, dan properti ikut mengangkat indeks

Selain saham BBRI, penguatan IHSG juga didorong oleh saham-saham dari sektor transportasi, keuangan, dan properti. Ketiga sektor tersebut sama-sama bergerak positif dan memberi kontribusi pada penguatan indeks di akhir perdagangan.

Saham-saham transportasi tercatat menguat 3,82%. Sektor keuangan naik 1,42%, sedangkan saham properti menguat 1,29%. Tiga sektor ini menjadi bagian penting dari penguatan yang membuat IHSG mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan data Bloomberg, kenaikan IHSG terdorong langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps, terutama saham Bank BRI atau BBRI. Penguatan saham berkapitalisasi besar itu menjadi faktor yang paling menonjol dalam menopang hijau-nya indeks pada sesi penutupan.

Pergerakan tersebut juga menunjukkan bahwa sentimen pasar pada hari itu sangat dipengaruhi oleh dinamika saham unggulan. Ketika saham big caps bergerak kuat, efeknya langsung terasa pada indeks acuan seperti IHSG, yang kemudian mampu mencatat kenaikan harian.

Di tengah transaksi yang ramai dan partisipasi saham yang luas, pasar menutup perdagangan dengan nada positif. Meski demikian, penguatan itu tetap terutama bergantung pada dorongan saham-saham utama, dengan BBRI menjadi penopang paling menonjol pada sesi tersebut.

Dengan penutupan di level 6.206, IHSG mengakhiri perdagangan Senin dengan performa yang solid. Penguatan 0,72% tersebut sekaligus menegaskan peran saham-saham besar, khususnya BBRI, dalam menggerakkan indeks pada hari itu.

Jika dilihat dari rentang pergerakannya, IHSG sempat bergerak cukup dinamis sebelum akhirnya mengunci penguatan di akhir sesi. Area pergerakan dari 6.124 hingga 6.239 memperlihatkan adanya tarik-menarik yang cukup intens, namun pada penutupan pasar, kecenderungan positif tetap lebih dominan dan mampu menjaga indeks tetap berada di jalur penguatan.

Kondisi itu juga tercermin dari ramainya aktivitas transaksi sepanjang hari. Dengan volume yang besar, nilai perdagangan yang mendekati Rp17 triliun, serta frekuensi yang menembus jutaan kali, pasar menunjukkan partisipasi yang tinggi dari pelaku transaksi. Aktivitas sebesar itu mengindikasikan bahwa minat terhadap saham-saham yang bergerak aktif pada hari tersebut memang cukup kuat.

Meski penguatan terjadi pada banyak saham, pengaruh terbesar tetap datang dari emiten-emiten berkapitalisasi besar. Dalam situasi seperti ini, gerak saham unggulan sering kali menjadi penentu arah indeks, dan pada penutupan Senin (25/5/2026), peran tersebut kembali terlihat jelas. BBRI menjadi motor utama, sementara dukungan dari sektor transportasi, keuangan, dan properti membantu mempertegas penguatan IHSG hingga pasar resmi ditutup.