jurnalistik.co.id – JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan inflasi di seluruh wilayah Indonesia per Mei 2026. Dari hasil pemantauan itu, sebanyak 31 provinsi tercatat mengalami inflasi, sedangkan 7 provinsi lainnya berada dalam kondisi deflasi.
Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (2/6/2026). Ia menegaskan, Maluku menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, sementara Gorontalo mencatat deflasi paling dalam pada periode yang sama.
“Inflasi tertinggi terjadi di Maluku yaitu sebesar 0,93% dan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo yaitu sebesar 0,96%,” kata Pudji dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (2/6/2026).
Dengan angka itu, Maluku berada di posisi teratas untuk inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) pada Mei 2026. Di sisi lain, Gorontalo menjadi provinsi yang mencatat penurunan harga paling dalam secara bulanan di antara seluruh daerah yang dilaporkan BPS.
Laporan BPS ini memperlihatkan bahwa pergerakan harga pada Mei 2026 terjadi di banyak wilayah sekaligus. Sebagian besar provinsi berada di zona inflasi, sementara sebagian lainnya justru mengalami deflasi. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan harga tidak merata antardaerah.
Dari sisi wilayah, BPS juga merinci inflasi tertinggi di Pulau Sumatera. Dalam kelompok ini, Sumatera Barat mencatat inflasi sebesar 0,90%, sedangkan Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi sebesar 0,06%.
Rincian itu menempatkan Sumatera Barat sebagai daerah dengan inflasi paling tinggi di Pulau Sumatera pada Mei 2026. Adapun Kepulauan Bangka Belitung tetap masuk dalam daftar wilayah yang mengalami inflasi, meski besarnya jauh lebih kecil dibandingkan Sumatera Barat.
Di tengah data yang dirilis BPS, perhatian pasar tertuju pada sebaran inflasi dan deflasi di berbagai provinsi. Meski angka yang ditampilkan berbeda-beda, laporan ini tetap menunjukkan bahwa perubahan harga pada Mei 2026 tercatat di banyak daerah secara bersamaan.
Adanya 31 provinsi yang mengalami inflasi dan 7 provinsi yang mengalami deflasi menegaskan bahwa pergerakan harga pada bulan tersebut berlangsung beragam antarwilayah. Maluku, dengan inflasi 0,93%, menjadi wilayah dengan kenaikan harga paling tinggi, sedangkan Gorontalo, dengan deflasi 0,96%, menjadi wilayah dengan penurunan harga paling dalam.
Dengan begitu, laporan BPS per Mei 2026 tidak hanya mencatat arah pergerakan harga secara nasional, tetapi juga memperlihatkan perbedaan dinamika antardaerah. Di satu sisi ada wilayah yang mencatat kenaikan harga, sementara di sisi lain ada provinsi yang justru mengalami penurunan harga pada periode yang sama.
Pembacaan data seperti ini biasanya menjadi rujukan penting untuk melihat sebaran tekanan harga di masing-masing wilayah. Dalam laporan kali ini, BPS memberi sinyal bahwa kondisi inflasi tidak bergerak seragam, melainkan terbagi ke dalam pola yang berbeda antara provinsi satu dan lainnya.
Maluku berada di puncak daftar inflasi bulanan, Gorontalo di posisi deflasi terdalam, dan Sumatera Barat menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi di Pulau Sumatera. Sementara itu, Kepulauan Bangka Belitung tetap masuk kelompok inflasi, meski dengan laju yang relatif lebih rendah.
Dengan komposisi tersebut, laporan BPS per Mei 2026 memberi gambaran ringkas mengenai peta harga di daerah. Ada wilayah yang bergerak naik, ada yang turun, dan keduanya tercermin jelas dalam data bulanan yang diumumkan pada awal Juni 2026 itu.
Secara umum, data Mei 2026 tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga di Indonesia masih berlangsung tidak serentak antardaerah. Polanya berbeda-beda, namun benang merahnya tetap sama: ada provinsi yang menghadapi kenaikan harga, sementara sebagian lain justru merasakan penurunan.
Karena itu, angka inflasi dan deflasi yang dirilis BPS menjadi gambaran awal yang penting untuk membaca kondisi harga di tingkat wilayah. Dari Maluku hingga Gorontalo, serta dari Sumatera Barat sampai Kepulauan Bangka Belitung, laporan itu menegaskan adanya dinamika yang beragam dalam satu periode pengamatan yang sama.












