Teknologi

Ini Tanda WhatsApp Kamu Disadap, Waspada

1
×

Ini Tanda WhatsApp Kamu Disadap, Waspada

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Terungkap Tanda-Tanda WhatsApp Kamu Disadap, Waspada!

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Pembajakan atau penyadapan WhatsApp marak terjadi, tetapi ada sejumlah tanda yang bisa dikenali sejak awal. Jika gejalanya muncul, pengguna juga masih punya beberapa langkah untuk menghentikan akses pihak lain ke akun mereka.

Penyadapan WhatsApp bisa dilakukan dengan banyak cara. Peretas dapat memasang aplikasi pihak ketiga, memanfaatkan WhatsApp Web, hingga mengirim malware ke ponsel. Situasi ini makin berisiko karena WhatsApp juga dipakai untuk menerima One Time Password atau OTP dari berbagai aplikasi, termasuk aplikasi belanja online dan finansial.

OTP masuk tanpa diminta

Salah satu tanda paling awal adalah pesan OTP yang masuk padahal pengguna tidak sedang mencoba mengakses WhatsApp. OTP sendiri merupakan kode enam angka yang biasanya dikirim lewat SMS saat akan masuk ke akun. Jika kode seperti itu tiba-tiba datang, artinya ada pihak lain yang sedang berusaha masuk ke akun WhatsApp. Kode OTP itu tidak boleh dibagikan kepada siapa pun.

Tiba-tiba keluar dari WhatsApp

Ciri lain yang patut diwaspadai adalah akun mendadak keluar dari WhatsApp. Kondisi ini bisa berarti ada perangkat lain yang sedang mencoba masuk ke akun. Untuk mengeceknya, pengguna bisa menekan ikon tiga titik lalu memilih WhatsApp Web. Dari sana, perangkat yang terhubung dapat terlihat satu per satu.

Pesan terbaca atau terkirim sendiri

Pengguna juga perlu curiga jika ada pesan yang sudah terbuka dan terbaca padahal tidak pernah dibaca sendiri. Hal yang sama berlaku bila tiba-tiba ada pesan terkirim tanpa pernah dibuat. Dua gejala ini sering menjadi tanda bahwa akun sudah dibajak atau sedang diakses pihak lain.

Status dan panggilan asing muncul

Indikasi lain yang bisa terlihat adalah munculnya status WhatsApp yang tidak pernah dibuat oleh pemilik akun. Selain itu, ada pula kemungkinan muncul panggilan telepon asing di WhatsApp yang bukan dilakukan oleh pengguna sendiri. Jika salah satu dari tanda ini terjadi, akun perlu segera dicek lebih lanjut.

Cara mencegah penyadapan

Sebelum penyadapan terjadi, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah atau two-step verification. Fitur keamanan ini penting untuk mencegah pelaku kejahatan mengakses WhatsApp karena mereka tidak mengetahui kode yang digunakan. Dengan perlindungan tambahan tersebut, akun menjadi lebih sulit ditembus.

Kalau akun sudah diretas

Jika akun sudah terlanjur diretas, pengguna diminta segera menonaktifkan akun. Caranya, hubungi email dukungan WhatsApp di [email protected] dengan keyword “Lost/stolen: please deactivate my account” di badan email untuk meminta akun dinonaktifkan. Dalam pesan itu, pengguna juga bisa menjelaskan kronologi kejadian, termasuk kapan dan kemungkinan bagaimana akun diretas.

Setelah akun dinonaktifkan, pengguna memiliki waktu 30 hari untuk mengaktifkannya kembali sebelum dihapus selamanya. Karena itu, respon cepat sangat penting agar akun tidak hilang permanen.

Instal ulang dan masuk lagi

Langkah lain yang disebut bisa dilakukan adalah menginstal ulang WhatsApp untuk menangani penyadapan, terutama jika pengguna sudah menekan tombol persetujuan memindahkan akun. Proses ini dilakukan menggunakan nomor yang sebelumnya sudah terdaftar. Dengan begitu, kode OTP yang dikirim ke nomor tersebut bisa diketahui kembali oleh pemilik akun.

Kunci layar akun WhatsApp

Pengguna juga disarankan mengunci layar WhatsApp seperti yang tersedia pada perangkat Android. Cara ini membuat orang lain tidak mudah mengakses aplikasi. Langkah yang disebutkan adalah membuka menu Pengaturan, lalu Privasi, memilih opsi Kunci Layar, dan memindai sidik jari.

Rajin cek WhatsApp Web

Selain itu, WhatsApp Web perlu rutin diperiksa. Jika ada perangkat yang tidak dikenal, pengguna harus segera mengeluarkannya. Caranya, tekan opsi tiga titik, klik WhatsApp Web, lalu lihat daftar perangkat yang terhubung dengan akun. Dari situ, pengguna bisa memilih keluar dari semua perangkat.

Dengan memperhatikan tanda-tanda seperti OTP yang tiba-tiba masuk, akun mendadak keluar, pesan terbaca atau terkirim sendiri, status asing, hingga panggilan yang tidak dikenal, pengguna bisa lebih cepat menyadari adanya ancaman. Semakin cepat tanda itu dikenali, semakin besar peluang untuk menghentikan penyadapan sebelum menimbulkan dampak lebih jauh.