Internasional

Saran pemerintah Inggris: makanan tahan lama apa yang sebaiknya disiapkan saat cuaca ekstrem

×

Saran pemerintah Inggris: makanan tahan lama apa yang sebaiknya disiapkan saat cuaca ekstrem

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: What food items should you stock up on in case of an emergency?

jurnalistik.co.id – Cuaca ekstrem dapat mengubah kebiasaan belanja, terutama ketika rantai pasok terganggu. Karena itu, pemerintah Inggris mengimbau masyarakat menyiapkan lebih banyak produk berumur simpan panjang di rumah.

Menurut dorongan pemerintah, langkah ini dilakukan “just in case the food supply chain is interrupted”. Kekhawatiran muncul seiring sejumlah tekanan yang dapat mengganggu proses agar makanan akhirnya sampai ke toko dan rumah tangga, mulai dari perubahan iklim hingga serangan siber, wabah penyakit, dan konflik.

Pernyataan tersebut juga dikaitkan dengan perkiraan dampak El Niño. Environment Secretary Dame Angela Eagle mengatakan kepada The Guardian bahwa fenomena alam itu akan memicu “more extreme storms in this country”.

Produk tahan lama yang disarankan

Prof Richard Wilding, pakar strategi rantai pasok, menilai publik sebaiknya tidak panik, namun tetap bersiap untuk kemungkinan perubahan pilihan belanja. Ia menyebut para profesional pengiriman global terus menyesuaikan diri, sehingga yang perlu dilakukan adalah mempertimbangkan opsi produk yang berbeda bila kondisi berubah.

Ia juga menekankan bahwa ketersediaan bisa berubah cepat: “Things that were in supermarkets and seen as relatively abundant may all of a sudden be in shortage,” ujarnya. Dengan pola pikir seperti ini, persiapan makanan tidak harus berlebihan, tetapi cukup untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan di rak.

Senior nutrition scientist Dr Sammie Gill dari British Nutrition Foundation menyarankan agar prioritas disusun berdasarkan kelompok makanan tertentu. Ia menyebut kebutuhan karbohidrat kompleks seperti wheat biscuits, wholegrain cereals, crackers, breads, serta oats, rice, dan pasta.

Untuk protein, Dr Gill mengarahkan pada pilihan seperti canned chickpeas, lentils, kidney beans, unsalted nuts, peanut butter, serta canned oily fish seperti tuna, mackerel, dan sardines. Dengan komposisi ini, kebutuhan protein dapat tetap terpenuhi meski suplai segar terganggu.

Rebecca McManamon, seorang consultant dietitian, menambahkan daftar kebutuhan yang praktis. Ia menyarankan tinned fruit karena bisa diminum lewat sarinya sekaligus membantu asupan cairan, vitamin, dan serat; selain itu, pilih pickled foods seperti sayuran dan telur.

Keduanya juga merekomendasikan agar rumah memiliki long-life milk yang tersedia di rak non-pendingin. Produk ini disebut memberi protein, kalsium, serta menjadi sumber cairan.

Apa yang perlu dihindari saat menambah stok

Saat berbelanja produk kalengan atau kemasan tahan lama, Dr Sammie Gill mengingatkan agar lebih teliti pada kandungan garam dan gula. Gill menyarankan untuk menghindari produk yang “tinned in brine or syrups”, karena air dianggap pilihan paling sehat.

Ia juga menyarankan agar tidak memilih instant noodles dan tinned soup karena kandungan garamnya dinilai tinggi. Pada saat yang sama, hindari breakfast cereals dan snack bars yang mengandung added sugars serta nutrisi yang terbatas.

Untuk pilihan ikan, Gill menganjurkan memilih tinned fish dibanding tinned meats seperti sausages, hot dogs, atau corned beef. Alasannya, produk-produk daging olahan sering diproses dan cenderung memiliki kadar garam serta saturated fat yang tinggi.

McManamon menambahkan bahwa memilih manisan juga perlu dibatasi. Ia menyebut sweet treats seperti biscuits dan chocolates memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga sebaiknya tidak dijadikan andalan saat menambah stok untuk keadaan darurat.

Biar tetap enak dimakan

Menambah stok tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga agar makanan tetap layak dikonsumsi. McManamon menyarankan agar stok kacang bisa dijadikan alternatif rasa manis, namun perlu diingat umur simpannya bisa lebih pendek dibanding beberapa produk lain.

Ia juga merekomendasikan agar dried herbs, spices, dan salt tersedia di rumah. Menurutnya, makanan kalengan kadang terasa agak hambar, sehingga bumbu membantu memperbaiki variasi rasa tanpa harus bergantung pada bahan segar.

Asupan cairan dan gizi saat persediaan terbatas

Selain makanan, kebutuhan cairan juga menjadi perhatian. McManamon menyebut target asupan sekitar 1,500–2,500ml per hari, apa pun kondisi cuaca.

Cairan bisa berasal dari bottled water, tetapi jika persediaan terbatas, ia menjelaskan bahwa cairan juga dapat didapat dari fluid rich tinned foods. Dengan pendekatan ini, stok kalengan tetap berperan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan harian.

Terkait kekhawatiran apakah makanan kalengan sama gizinya dengan makanan segar, Dr Sammie Gill menegaskan bahwa makanan kalengan dapat digunakan sebagai bagian dari pola makan sehat. Ia mengatakan, “There is little difference nutritionally between canned and fresh food in terms of macronutrients, like carbohydrates, protein, fats, and fibre, as well as fat-soluble vitamins, like vitamin A and E, and minerals,”

Gill juga menyampaikan bahwa ada aspek yang bisa berbeda untuk vitamin tertentu, misalnya vitamin B dan C. Ia menjelaskan proses pengalengan dapat menurunkan kadar vitamin, namun makanan tersebut tetap dapat menjadi sumber nutrisi, dengan ia menawarkan keyakinan bahwa ini masih bisa menjadi “useful source” vitamin.

Dengan menyusun stok berdasarkan kelompok makanan inti, memperhatikan kandungan garam dan gula, serta menyiapkan cara agar menu tetap berasa, persiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi lebih terarah. Pada akhirnya, gagasan utamanya adalah memastikan rumah tetap punya pilihan makanan dan cairan yang memadai saat situasi berpotensi berubah.