Teknologi

IPO SpaceX di Nasdaq Sukses Besar, Raup Rp 1,3 Kuadriliun; Elon Musk Orbitkan 100.000 Satelit

0
×

IPO SpaceX di Nasdaq Sukses Besar, Raup Rp 1,3 Kuadriliun; Elon Musk Orbitkan 100.000 Satelit

Sebarkan artikel ini
IPO SpaceX Raup Rp 1,3 Kuadriliun, Modal Elon Musk Orbitkan 100.000 Satelit Money 13 Juni 2026
Ilustrasi: IPO SpaceX Raup Rp 1,3 Kuadriliun, Modal Elon Musk Orbitkan 100.000 Satelit

jurnalistik.co.id – IPO SpaceX di Nasdaq, bursa saham New York City, Amerika Serikat, berjalan dengan sangat baik pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat. Perusahaan antariksa milik Elon Musk mulai diperdagangkan dengan kode saham SPCX, setelah mengumumkan pendapatan awal yang besar.

Menurut laporan yang dikutip dari CNBC, SpaceX meraup pendapatan sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1,3 kuadriliun dengan kurs Rp 17.860. Pada hari yang sama, saham SpaceX melonjak 19% menjadi 161 dollar AS (sekitar Rp 2,8 juta) per lembar saham.

Kenaikan harga itu memberi nilai tambah ke perusahaan senilai 2,1 triliun dollar AS (sekitar Rp 37,3 kuadriliun) dan menambah modal sebanyak 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1,7 kuadriliun). Di awal perdagangan, saham berkode SPCX dibuka pada harga 150 dollar AS (sekitar Rp 2,66 juta) per lembar saham.

Saham tersebut mencatat harga tertinggi 176,52 dollar AS (sekitar Rp 3,12 juta) per lembar saham. Total saham SPCX yang diperdagangkan pada hari IPO mencapai 500 juta lembar saham.

Angka perputaran itu hanya kalah dari IPO teknologi terbesar Facebook yang menghasilkan penjualan 580 juta lembar saham dalam sehari pada 18 Mei 2012 silam. Lonjakan pada hari pertama ini juga menjadi perhatian pasar setelah IPO resmi SpaceX di Nasdaq.

Dalam kesempatan berbicara di JPMorgan Chase saat pembukaan IPO, Elon Musk menyatakan ingin membawa SpaceX ke fase pertumbuhan signifikan. Ia juga menyinggung ambisinya menciptakan “Peradaban Galaksi”.

Ambisi “Peradaban Galaksi” itu, menurut teks laporan CNBC, dijabarkan sebagai upaya bertahap yang antara lain mengandalkan jaringan satelit. Untuk mewujudkannya, Elon Musk menyebut perlunya mengorbitkan 100.000 satelit sebagai tahap awal.

“Ia mengatakan ingin membawa SpaceX ke publik sekarang untuk mengumpulkan modal bagi fase pertumbuhan yang signifikan, dengan rencana menempatkan lebih dari 100.000 satelit di orbit untuk komunikasi, dan membangun pusat data kecerdasan buatan di luar angkasa, dan inisiatif lainnya,” lapor CNBC. Rangkaian rencana tersebut menempatkan komunikasi satelit sebagai bagian awal, sekaligus mengarah pada pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan di luar angkasa.

Selain SpaceX dan Tesla, perusahaan yang disebut menambah pundi-pundi uang Elon ialah Starlink. Meski diiringi potensi pendapatan, catatan keuangan menunjukkan SpaceX juga pernah mengalami tekanan biaya pada fase awal bisnisnya.

Dalam periode 2002-2026, SpaceX mengumpulkan kerugian total 41,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 734,2 triliun). Kombinasi antara kebutuhan investasi jangka panjang dan langkah ekspansi menjadi salah satu konteks yang muncul dalam penjelasan laporan setelah IPO.

Di sektor lain yang terkait dengan portofolio Elon Musk, saham Tesla juga bergerak pada hari yang sama. Saham Tesla dilaporkan naik 1,8% menjadi 406,43 dollar AS (sekitar Rp 7,22 juta), yang besar kemungkinan segera merger dengan SpaceX.

Kabar mengenai rencana merger Tesla dan SpaceX disebut mengarah pada upaya meningkatkan valuasi kedua perusahaan. Chief operating officer SpaceX, Gwynne Shotwell, menyampaikan pandangan tentang sinergi yang mungkin muncul setelah langkah strategis tersebut.

“Tidak diragukan lagi bahwa ada sinergi antara Tesla dan SpaceX di masa depan kita, pastinya. Ada konvergensi dari apa yang kita semua coba capai di masa depan,” jelas Gwynne Shotwell dikutip dari Fortune, Jumat. Pernyataan ini menegaskan bahwa hubungan strategis kedua perusahaan dipandang sebagai bagian dari tujuan yang lebih besar.

Meski demikian, teks laporan menyebut bahwa belum pasti kapan merger tersebut akan dilakukan. Namun, kedua perusahaan disebut merupakan pengelola pabrik chip Terafab yang tengah dibangun Elon.

Dengan demikian, IPO SpaceX di Nasdaq pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat tidak hanya menandai masuknya perusahaan ke pasar saham melalui ticker SPCX, tetapi juga menjadi pintu untuk membiayai rencana pertumbuhan yang mencakup pengorbitan lebih dari 100.000 satelit. Di saat yang sama, pasar juga menyoroti kemungkinan keterhubungan SpaceX dengan Tesla, terutama terkait ekosistem industri dan proyek Terafab.