jurnalistik.co.id – Sebuah kelompok peretas yang dikaitkan dengan Iran, Handala, mengklaim telah membobol sistem penyedia air di California, Amerika Serikat, yaitu California Water Service (Cal Water). Dalam keterangannya, Handala menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas dugaan serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur air Iran.
Klaim Handala disampaikan melalui media Iran, Press TV. Kelompok ini mengatakan telah memberikan tangkapan layar yang berisi catatan tagihan pelanggan serta dasbor internal milik Cal Water.
Handala juga mengklaim berhasil memperoleh sekitar 5 gigabita data yang berkaitan dengan wilayah Bakersfield, Visalia, dan Chico. Dalam pernyataan yang sama, mereka menyebut lokasi tersebut berada dalam cakupan data yang didapat dari proses pembobolan yang dituduhkan.
Meski mengklaim memiliki kemampuan untuk mengganggu pasokan air, Handala menyatakan tidak melakukannya. Mereka mengklaim sengaja memilih untuk tidak memutus aliran guna menegaskan pesan tertentu kepada Washington.
Kelompok tersebut mengatakan, “Kami sebenarnya bisa dengan mudah memutus pasokan air ke kota-kota Amerika,” menurut Press TV seperti dikutip Newsweek.
Di sisi lain, Cal Water menyatakan sedang melakukan penyelidikan. Perusahaan itu menyebut tengah bekerja bersama mitra pemerintah tingkat negara bagian dan federal untuk memeriksa klaim tersebut.
Cal Water menegaskan bahwa tidak ada layanan yang terdampak akibat dugaan serangan itu. Perusahaan juga menyatakan penyelidikan masih berlangsung, namun temuan awal menunjukkan situasi berbeda dari klaim peretas.
Juru bicara Cal Water, Yvonne Kingman, mengatakan bahwa hasil awal terus mengarah pada tidak adanya gangguan operasional pada sistem air maupun air limbah mereka, termasuk platform penagihan. Pernyataan Kingman itu disampaikan kepada media nirlaba SJV Water pada Senin (15/6/2026).
Dalam konteks serangan siber, laporan-laporan yang menyinggung infrastruktur penting kerap muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Handala mengaitkan klaimnya dengan rangkaian konflik dan respons antarnegara yang saling dipertentangkan.
Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa serangan udara AS pada Rabu pekan lalu menghancurkan fasilitas air minum di dekat Selat Hormuz. Laporan tersebut menjadi latar yang kemudian dihubungkan oleh Handala dalam narasi balasan terhadap dugaan serangan AS.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga menyampaikan informasi melalui unggahan di X pada waktu yang sama. Dalam keterangannya, CENTCOM menyebut melakukan serangan di sekitar selat tersebut menggunakan “munisi presisi dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS”.
Menanggapi laporan yang beredar, juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, mengatakan, “Kami mengetahui laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan,” pada hari laporan serangan itu muncul. Kalimat itu menempatkan klaim fasilitas air yang terdampak sebagai sesuatu yang masih dipelajari lebih lanjut oleh pihak terkait.
Di tengah dua versi yang saling bertaut—klaim peretasan oleh Handala dan tanggapan investigatif dari pihak yang dituduh—Cal Water memilih langkah verifikasi melalui pemeriksaan operasional. Fokus penyelidikan mencakup aspek teknis sistem air dan air limbah, termasuk platform penagihan yang disebut dalam tangkapan layar dari Handala.
Untuk wilayah yang disebut dalam klaim peretas, Bakersfield, Visalia, dan Chico, pengakuan Handala tentang akses data berusaha menunjukkan cakupan yang luas. Namun, hingga temuan awal dari Cal Water disampaikan, perusahaan menyatakan tidak ada gangguan operasional yang diketahui pada sistemnya.
Dengan demikian, kasus ini memperlihatkan dua fase sekaligus: klaim dari kelompok peretas yang mengutarakan kemampuan mengganggu pasokan air namun memilih tidak melakukannya, serta respons institusi yang menekankan proses penyelidikan dan penegasan bahwa layanan tidak terganggu. Dalam situasi seperti ini, perbedaan antara narasi serangan dan hasil pemeriksaan lapangan menjadi penentu untuk memahami dampak nyata yang mungkin terjadi.
Handala, melalui Press TV dan kutipan Newsweek, menempatkan dugaan serangan siber sebagai “peringatan” kepada Washington. Sementara itu, Cal Water menyatakan bahwa pemeriksaan bersama mitra pemerintah sedang berjalan, dan hasil awal terus mendukung kesimpulan bahwa tidak ada gangguan pada sistem air maupun air limbah, termasuk layanan penagihan.












