Internasional

Israel Bersumpah Membalas Serangan Rudal Iran, Tunggu “Lampu Hijau”

0
×

Israel Bersumpah Membalas Serangan Rudal Iran, Tunggu “Lampu Hijau”

Sebarkan artikel ini
Israel Bersumpah Akan Balas Serangan Rudal Iran, Tunggu "Lampu Hijau" Global 8 Juni 2026
Ilustrasi: Israel Bersumpah Akan Balas Serangan Rudal Iran, Tunggu "Lampu Hijau"

jurnalistik.co.id – Israel menyatakan Teheran melakukan kesalahan besar setelah wilayahnya menjadi sasaran serangan rudal Iran pada Minggu (7/6/2026). Setelah insiden itu, pejabat militer Israel mengatakan mereka akan membalas, menunggu “lampu hijau” untuk meluncurkan serangan.

Serangan rudal tersebut menjadi perhatian karena disebut sebagai serangan pertama sejak gencatan senjata diumumkan pada 8 April. Dalam laporannya, militer Israel menyebut sirene serangan udara berbunyi di sebagian besar wilayah Israel utara dan tengah.

Wilayah yang disebut terdampak oleh peringatan tersebut meliputi Haifa, Caesarea, dan Hadera. Dalam pernyataan yang disampaikan pada hari yang sama, Kepala militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, bersumpah akan membalas serangan rudal Iran.

Zamir mengatakan militer akan menyerang dengan kekuatan segera setelah “lampu hijau diberikan”. Ia menyampaikan peringatan itu dengan nada tegas terkait rencana respons militer Israel.

Dalam beberapa pernyataan yang dikeluarkan dalam waktu singkat, militer Israel menyampaikan bahwa pihaknya mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran. Militer Israel juga menyebut seluruh rudal telah dicegat.

Menanggapi permintaan rincian, militer menyatakan total 11 rudal ditembakkan dari Iran. Klaim tersebut disertai informasi bahwa tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan, meski ada warga yang terluka saat bergegas menuju tempat perlindungan.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom, menyebut tidak ada laporan korban jiwa. Namun, organisasi tersebut menyatakan beberapa orang mengalami cedera akibat kepanikan ketika mencari perlindungan.

Juru bicara militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengungkapkan bahwa serangan itu merupakan tindakan yang dinilai tidak dapat diterima. Ia menyatakan, “Rezim Iran telah melakukan kesalahan besar dengan sekali lagi memilih jalan teror”.

Penutupan sekolah dan respons otoritas

Selain pernyataan militer, otoritas Israel turut mengeluarkan langkah-langkah terkait aktivitas publik. Kementerian Pendidikan bersama Komando Pertahanan Dalam Negeri menyatakan seluruh sekolah di Israel akan ditutup mulai Senin.

Langkah penutupan tersebut diumumkan pada Minggu malam. Keputusan ini dilakukan di tengah situasi keamanan yang meningkat akibat serangan rudal dan respons balasan yang disiapkan Israel.

IRGC: serangan sebagai peringatan

Dari pihak Teheran, Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan tersebut sebagai peringatan. IRGC mengaitkan serangan itu dengan konteks setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut.

IRGC juga mengatakan ancaman akan diperluas apabila agresi terulang. Kepala komando pusat militer Iran menyatakan Israel telah melanggar semua “garis merah” setelah serangan di Beirut, sekaligus menuntut Israel menghentikan kampanyenya di Lebanon.

Dalam pernyataan IRGC, disebutkan bahwa respons yang diberikan dimaksudkan agar Israel memahami konsekuensi. “Operasi malam ini adalah sebuah peringatan. Jika agresi semacam itu terulang, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Zionis-AS di wilayah tersebut,” demikian bunyi pernyataan IRGC.

Teheran juga menegaskan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen harus menghentikan konflik paralel di Lebanon. Dengan kata lain, Iran mengaitkan syarat penyelesaian konflik tidak hanya pada perang utama.

Latar serangan di Beirut

Israel mengaitkan serangan rudal pada Minggu dengan rangkaian peristiwa sebelumnya di Beirut. Pada Minggu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan tentaranya menyerang pusat komando Hizbullah di distrik Dahiyeh, Beirut.

Netanyahu menyebut penyerangan itu dilakukan sebagai tanggapan atas tembakan ke arah wilayah Israel. Dalam laporan yang sama, serangan tersebut disebut menewaskan dua orang dan melukai 20 lainnya.

Israel juga telah memperingatkan bahwa mereka akan menyerang daerah tersebut apabila Hizbullah menyerang Israel utara. Beberapa jam sebelum pernyataan itu, Hizbullah dikabarkan telah mengkonfirmasi peluncuran rudal dan drone ke dua barak tentara Israel pada Minggu pagi.

Rangkaian pernyataan dari Israel dan IRGC menunjukkan eskalasi yang saling terkait antara serangan dan ancaman balasan. Saat Israel menegaskan kesiapan membalas setelah “lampu hijau” diberikan, IRGC menyatakan serangan itu dirancang sebagai peringatan agar agresi tidak berulang.