jurnalistik.co.id – Inggris berada dalam posisi sulit di Lord’s saat one-off Women’s Test melawan India memasuki hari keempat dan pekan pamungkas bagi Heather Knight serta Tammy Beaumont. India sudah menetapkan target besar, sementara tuan rumah kehilangan wickets beruntun yang membuat peluang mengejar semakin menipis.
Setelah India mendeklarasikan 341-7, Inggris menyelesaikan inning kedua pada 130-6. Dengan begitu, Inggris masih tertinggal 327 run dan membutuhkan tambahan 327 untuk meraih kemenangan pada hari terakhir.
Situasi tersebut juga menjadi penutup yang getir bagi dua pemain yang sedang pensiun: Beaumont dan Knight. Beaumont tersingkir untuk golden duck, sementara Knight jatuh pada skor 13, meninggalkan Inggris dalam keadaan tidak berdaya.
Kapten Nat Sciver-Brunt pun tidak bertahan lama. Ia tersingkir dengan sweeping shot yang berujung bowled hanya untuk 11 run, dan Inggris langsung merosot ke 59-5.
Di tengah keterpurukan, Mady Villiers dan Amy Jones tampil lebih solid dengan menghadirkan perlawanan. Keduanya membangun partnership keenam-wicket sepanjang 67 run untuk menahan laju India sebelum akhirnya resistance itu dipatahkan.
Upaya Villiers berhenti pada momen krusial. Richa Ghosh membuat tangkapan sensasional di silly mid-off pada fase akhir 10 menit hari itu, sekaligus mengubah momentum ketika India mulai mendekat ke kemenangan telak.
Walau Villiers keluar, Amy Jones tetap bertahan. Jones tidak terbendung hingga akhir inning kedua dengan 52* run, namun skor tersebut tidak cukup untuk mengurangi jarak besar terhadap India.
Dominasi India sejatinya sudah terbangun sejak awal melalui innings pertama. India mengemas 285 dengan Mandhana 83, sedangkan Ecclestone mencatat 3-68.
Kali ini, tonggak sejarah datang dari Yastika Bhatia. Ia mengungguli pasangan batting overnight Smriti Mandhana dan menjadi perempuan pertama yang mencetak Test century di Lord’s dengan 113, dalam perjalanan menuju posisi India yang nyaris tak terkejar.
Di sesi pagi, Inggris sempat menunjukkan respons melalui bowling yang lebih rapi. Lauren Bell menjatuhkan Mandhana untuk 70, sementara Jemimah Rodrigues dipaksa keluar dengan tiga run.
Berita Terkait
Namun harapan comeback itu meredup setelah makan siang. Bell harus meninggalkan lapangan karena abdominal soreness, dan setelah itu Inggris tidak mampu memberikan tekanan yang konsisten.
Bhatia kemudian leluasa mengembangkan keunggulan. Ia memanfaatkan situasi saat Lauren Filer dan Issy Wong kesulitan menekan stumps, hingga Bhatia meraih century internasional pertamanya.
Setelah langkah Bhatia menguat, peran Ghosh mengunci keunggulan India. Serangan balik Ghosh, termasuk capaiannya yang berupa 50 run, ikut menghantam batas yang membuat Inggris semakin sulit mengejar.
Pada fase menjelang jeda, Harmanpreet Kaur mengambil keputusan deklarasi sebelum teh. Ekspetasi terhadap peluang Inggris makin mengecil karena India masih menyisakan margin yang sangat besar ketika inning berakhir.
Sementara itu, Sophie Ecclestone menutup hari dengan catatan 5-118. Pencapaian tersebut membuatnya menjadi perempuan Inggris pertama yang tercatat di papan honours Lord’s untuk Test.
Untuk Inggris, satu faktor yang turut memperburuk keadaan adalah adaptasi terhadap kondisi yang mereka hadapi. Setelah Sciver-Brunt secara mengejutkan memilih untuk bowling lebih dulu, Inggris harus berhadapan dengan tantangan dari kemiringan lapangan serta karakter pemain kidal India.
Mandhana sempat mendekati seratus pada inning pertama, tetapi peluang itu terbuang dengan skor 83. Setelah itu, cerita bergeser karena India berada dalam posisi dominan dan akhirnya Bhatia yang menorehkan namanya pada momen sejarah.
Bhatia melewati angka-angka sembilan puluh dengan bantuan variasi bowling. Wong melepaskan bola yang melebar di luar off stump, sehingga Bhatia hanya membutuhkan enam bola untuk bergerak dari 91 menjadi tiga digit, termasuk dua batas yang berawal dari hadiah dari Inggris.
Perjalanan Bhatia berakhir ketika ia tertangkap dalam upaya slogging off Ecclestone. Setelah itu muncul rangkaian momen yang tidak biasa saat Ghosh tampak ragu antara memilih memukul untuk batas atau mengurangi tempo lewat single, meski India sudah memegang keunggulan lebih dari 400.
Namun begitu Ghosh akhirnya memacu tempo, inning bertransformasi menjadi rangkaian serangan balik yang makin menekan. Ketika ia sudah membukukan 52-ball fifty, Harmanpreet memberi sinyal untuk mengakhiri inning Inggris dan menutup peluang tuan rumah.
Di tengah semua itu, satu kalimat terasa paling menggambarkan akhir pamungkas Beaumont. Ia keluar untuk golden duck dengan kutipan “Sometimes fairytales do not happen”, sementara Knight dan beberapa pemain lain tidak menemukan jalan keluar untuk menghentikan dominasi India.












