Peristiwa

Kapolda Riau: Ajak Warga Cegah Karhutla Lewat Riau Bhayangkara Run 2026

×

Kapolda Riau: Ajak Warga Cegah Karhutla Lewat Riau Bhayangkara Run 2026

Sebarkan artikel ini
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Lawan Karhutla lewat Riau Bhayangkara Run 2026 Regional 21 Juni 2026
Ilustrasi: Kapolda Riau Ajak Masyarakat Lawan Karhutla lewat Riau Bhayangkara Run 2026

jurnalistik.co.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengajak masyarakat menjadikan Riau Bhayangkara Run 2026 sebagai momentum membangun kesadaran bersama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga kelestarian ekosistem di Provinsi Riau.

Ajakan itu disampaikan Herry dalam kegiatan Road to Riau Bhayangkara Run 2026 yang digelar menjelang peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Pekanbaru, Riau, Minggu (21/6/2026).

Menurut Herry, setiap langkah peserta dalam ajang lari tersebut membawa pesan penting tentang perlindungan lingkungan. “Kami ingin membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama melindungi ekosistem dan satwa liar yang menjadi kekayaan Riau,” kata Herry.

Ia menegaskan bahwa Riau Bhayangkara Run 2026 tidak hanya sekadar kegiatan berlari. Acara itu juga diarahkan untuk menggaungkan manfaat menjaga alam dan lingkungan, sekaligus mendorong perubahan sikap di tengah tantangan yang diperkirakan akan dihadapi Riau.

Pesan jaga alam lewat olahraga

Herry menjelaskan bahwa upaya membangun kesadaran lingkungan menjadi semakin penting karena Riau diperkirakan menghadapi tantangan besar terkait karhutla pada tahun ini. Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Riau tengah memasuki siklus cuaca ekstrem yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

Dalam konteks itu, Kepolisian Daerah (Polda) Riau berupaya mengajak masyarakat mengubah pola pikir dalam menjaga lingkungan melalui berbagai pendekatan, termasuk kegiatan olahraga yang melibatkan banyak kalangan. Herry menyebut pesannya ingin diteruskan melalui gerak bersama agar ajakan tersebut tidak berhenti pada slogan, melainkan menjadi komitmen kolektif.

“Mari satukan langkah dan rapatkan barisan untuk menanamkan upaya kolaboratif. Ini adalah langkah untuk mengubah mindset seluruh masyarakat Provinsi Riau agar selalu melindungi alam, menjaga ekosistem, termasuk melindungi satwa liar kita seperti gajah dan harimau Sumatera,” ujar Herry.

Fokus kampanye dan edukasi konservasi

Herry menyatakan kampanye yang diusung dalam Riau Bhayangkara Run berfokus pada tiga hal. Pertama, meningkatkan kolaborasi dalam pencegahan karhutla. Kedua, mendorong kesadaran konservasi satwa liar. Ketiga, memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan menjaga lingkungan.

Selain mengampanyekan pencegahan karhutla, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai peran penting menjaga habitat satwa endemik, seperti gajah dan harimau Sumatera. Herry menilai satwa-satwa tersebut rentan terdampak kerusakan hutan akibat kebakaran atau aktivitas perburuan.

“Bagi rekan-rekan difabel yang sudah mendaftar, silakan ikut berlari bersama-sama kita di rute umum. Nanti akan ada pengawasan saling menjaga dari panitia dan peserta lain karena mereka adalah prioritas. Insyaallah, sarana dan jalur khusus difabel akan kami siapkan matang-matang untuk tahun depan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Riau Bhayangkara Run 2026 juga melibatkan peserta dari kalangan penyandang disabilitas. Meski demikian, Herry menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat mewujudkan aspirasi pembentukan kategori khusus difabel pada tahun ini karena membutuhkan kesiapan sarana dan jalur yang memenuhi standar keselamatan.

Herry turut mengapresiasi dukungan panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap berbagai upaya pencegahan yang dilakukan dapat membantu Riau menghadapi musim kemarau tanpa bencana kabut asap seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Rangkaian kegiatan juga dihadiri Wakil Kapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, jajaran pejabat utama Polda Riau, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lain.

Dalam kesempatan itu, ajakan Herry menempatkan lari sebagai cara untuk menggerakkan kepedulian secara nyata. Melalui partisipasi yang melibatkan banyak kalangan, pesan perlindungan lingkungan diharapkan tersampaikan lewat gerak bersama dan membentuk kebiasaan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus diarahkan sebagai media edukasi yang menekankan keterkaitan antara pencegahan karhutla dan kelangsungan habitat satwa liar di Riau. Herry menyoroti bahwa gajah dan harimau Sumatera dapat terdampak ketika hutan mengalami kerusakan akibat kebakaran maupun aktivitas perburuan, sehingga kesadaran konservasi perlu terus diperkuat.

Terkait partisipasi penyandang disabilitas, Herry menyampaikan bahwa mereka yang sudah mendaftar dapat mengikuti lari di rute umum dengan pengawasan dari panitia dan peserta lainnya. Ia juga menjelaskan bahwa pembentukan kategori khusus difabel pada tahun ini belum diwujudkan karena diperlukan kesiapan sarana dan jalur yang memenuhi standar keselamatan.