Bisnis & Ekonomi

Buruh Soroti PHK Sepanjang Mei yang Tembus 1.300 Orang – Sektor Riil

0
×

Buruh Soroti PHK Sepanjang Mei yang Tembus 1.300 Orang – Sektor Riil

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Buruh Sebut PHK Sepanjang Mei Tembus 1.300 Orang - Sektor Riil

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan hingga Mei 2026 telah terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK di sejumlah kawasan industri. Menurut dia, gelombang itu terutama terlihat di Banten, Karawang, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Said Iqbal menyebut PHK paling banyak disorot terjadi di Banten, khususnya di Serang dan Tangerang. Dalam keterangannya pada Senin (25/5/2026), ia mengaitkan kondisi itu dengan sejumlah perusahaan yang disebut terdampak, di antaranya PT Shinhwa, PT Lung Cheong Brothers Industrial, dan PT Parkland World Indonesia.

Gelombang PHK di kawasan industri

Ia mengatakan, di Serang dan Tangerang sudah ada pekerja yang terkena PHK pada Mei. “PHK sudah ada di Mei di Banten, Serang dan Tangerang. PT Sinhwa ratusan sudah di-PHK, Lung Cheong, PWI [Parkland World Indonesia] juga sudah PHK,” kata Said Iqbal.

Pernyataan itu menegaskan bahwa gelombang PHK yang ia soroti tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan menyebar di beberapa kawasan industri yang selama ini menjadi basis tenaga kerja manufaktur. Nama-nama perusahaan yang ia sebut pun menunjukkan bahwa kasus tersebut berkaitan dengan lebih dari satu tempat kerja.

Di Karawang, Said Iqbal juga menyebut ada perusahaan yang menutup operasional. Dari penutupan itu, jumlah pekerja yang terdampak disebut sekitar 250 orang. Ia menambahkan bahwa ada pula PHK akibat efisiensi yang mencapai sekitar 294 pekerja.

Selain itu, menurut dia, kasus hubungan industrial yang tidak harmonis ikut berdampak pada sekitar 204 pekerja. Dari rangkaian informasi yang ia terima, Said Iqbal mengatakan total data PHK yang masuk ke dirinya di Karawang mencapai 1.323 orang.

“Total informasi yang saya dapat di Karawang mencapai 1.323 orang. Ada juga yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Dengan demikian, angka yang ia sampaikan bukan hanya mencerminkan PHK langsung, tetapi juga situasi ketenagakerjaan yang menurutnya ikut dipengaruhi penutupan operasional, efisiensi, dan persoalan hubungan industrial. Ia menempatkan data tersebut sebagai gambaran bahwa tekanan terhadap pekerja masih berlangsung sepanjang Mei 2026.

Dalam penjelasannya, Said Iqbal menyoroti bahwa gelombang PHK tidak berdiri sendiri, melainkan terjadi di beberapa daerah industri yang berbeda. Banten dan Karawang menjadi dua wilayah yang ia sebut secara rinci, sementara Jawa Tengah dan Jawa Timur juga ia masukkan dalam peta sebaran PHK yang terjadi hingga bulan ini.

Pemaparan itu memperlihatkan bahwa isu PHK masih menjadi perhatian utama kalangan buruh. Berdasarkan data yang dia sampaikan, angka 1.300 orang lebih menjadi penanda bahwa tekanan ketenagakerjaan belum mereda, terutama di wilayah-wilayah industri yang selama ini menyerap banyak pekerja.

Jika dilihat dari rangkaian pernyataannya, sorotan Said Iqbal memperkuat gambaran bahwa tekanan di sektor manufaktur masih terasa di berbagai titik sekaligus. Penyebutan Serang, Tangerang, dan Karawang menunjukkan bahwa persoalan yang ia maksud tidak terbatas pada satu pabrik atau satu kawasan saja, melainkan muncul dalam pola yang lebih luas di lingkungan industri. Dalam konteks itu, data yang ia sampaikan menjadi penanda bahwa situasi ketenagakerjaan masih perlu dicermati dari waktu ke waktu, terutama ketika informasi yang masuk terus bergerak sepanjang Mei.

Karena itu, angka yang ia paparkan dapat dibaca sebagai alarm awal mengenai kondisi pekerja di kawasan-kawasan industri yang selama ini menjadi tumpuan banyak keluarga. Dengan PHK, penutupan operasional, efisiensi, dan persoalan hubungan industrial sama-sama disebut, tekanan yang dialami buruh tampak tidak berdiri pada satu sebab tunggal. Rangkaian kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa dinamika ketenagakerjaan masih sangat rentan, sehingga perkembangan berikutnya akan menjadi penting untuk melihat apakah gelombang yang disorot itu terus meluas atau mulai mereda.