Peristiwa

Ojol Tiba di Medan Merdeka Selatan Jakpus, Minta Jalan ke Istana Negara Dibuka

×

Ojol Tiba di Medan Merdeka Selatan Jakpus, Minta Jalan ke Istana Negara Dibuka

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Massa Ojol Tiba di Merdeka Selatan Jakpus, Minta Jalan Menuju Istana Negara Dibuka

jurnalistik.co.id – Massa pengemudi ojek online (ojol) tiba di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (2/7/2026) sore. Mereka berupaya meminta akses menuju Istana Negara dibuka agar aksi bisa digelar di Jalan Medan Merdeka Barat.

Menurut pantauan di lokasi, massa mulai bergerak lebih awal dan menempuh konvoi menuju titik berkumpul. Mereka tiba di kawasan Monas sekitar pukul 15.00 WIB.

Rute yang ditempuh diawali dari Lapangan Banteng menuju area aksi. Saat memasuki Jalan Medan Merdeka Timur, rombongan kemudian mengambil jalur berlawanan arah di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Upaya massa menghadapi rintangan terlihat saat sejumlah personel kepolisian memasang barikade untuk mencegah kendaraan dan rombongan menerobos melawan arus. Barikade itu menggunakan penghalang besi yang membuat pergerakan massa tertahan di akses menuju lokasi aksi.

Meskipun demikian, massa tetap bersikeras melanjutkan perjalanan dengan cara berjalan perlahan sambil membunyikan klakson. Di bagian depan, sebuah mobil komando memimpin arus pergerakan, disusul barisan motor serta beberapa mobil dari pengemudi taksi online yang ikut berdemo.

Ketika rombongan sampai ke area yang menjadi titik aksi di seberang Menara BSI, suasana berubah menjadi proses negosiasi. Massa terlihat berdiskusi dengan petugas kepolisian yang mulai menutup seluruh jalan menggunakan barikade besi.

Dari diskusi tersebut, massa menyampaikan permintaan agar jalan dibukakan. Tujuannya, mereka ingin menggelar aksi di depan Istana Negara yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat.

Koordinator menyatakan opsi lanjut berjalan kaki

Salah satu koordinator aksi menyampaikan sikap massa secara langsung. “Kalau enggak dibuka barriernya, kami lanjut aja jalan kaki ke Istana Negara,” ujar koordinator yang berada di atas mobil komando.

Setelah penyampaian tersebut, kepolisian menahan massa agar tidak meneruskan perjalanan menuju Istana Negara. Massa kemudian diarahkan untuk tetap melakukan kegiatan di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Setelah akses tidak dibuka, rangkaian aksi beralih ke kegiatan orasi. Massa melakukan orasi secara bergiliran dari atas mobil komando sehingga suara penyampaian dapat terdengar di area yang dijaga petugas.

Hingga saat ini, Jalan Medan Merdeka Selatan masih ditutup sepenuhnya menggunakan barikade besi kepolisian. Kendaraan massa juga terlihat memarkir kendaraannya di sisi jalan, mengikuti penataan akses yang diberlakukan selama demonstrasi berlangsung.

Setelah massa tidak diizinkan meneruskan perjalanan, suasana di lokasi menjadi lebih terkendali. Sebagian peserta kemudian mengelompok di area yang masih bisa dijangkau, sementara yang lain menunggu arahan lanjutan sambil tetap berada di sepanjang jalur yang diberlakukan untuk akses demonstrasi.

Dalam perbincangan lanjutan, perwakilan massa dan petugas kepolisian terlihat saling menyampaikan penjelasan terkait pengaturan jalan. Petugas tetap pada keputusan menutup seluruh akses, sedangkan massa kembali menegaskan agar jalan dibukakan demi tujuan aksi di depan Istana Negara.

Ketika negosiasi tidak menghasilkan pembukaan akses, rangkaian kegiatan berubah menjadi penyampaian pendapat. Orasi dilakukan secara bergiliran, dengan setiap pembicara muncul dari titik yang sama agar pesan dapat diterima massa dan tetap terdengar di area yang dikendalikan petugas.

Koordinasi orasi tampak terjaga dengan mobil komando yang menjadi rujukan pergerakan massa. Di sekelilingnya, kendaraan dan rombongan tetap mengikuti posisi yang ditetapkan, sehingga arus tetap tertahan sesuai pengamanan dan peserta tidak melebar ke jalur yang telah ditutup.

Selama kegiatan berlangsung, kendaraan yang dibawa peserta juga tidak bergerak bebas. Motor dan mobil yang ikut demonstrasi terlihat diparkir mengikuti penataan akses di Jalan Medan Merdeka Selatan, dengan posisi yang membuat pergerakan rombongan tetap rapi dan tidak mengganggu barikade.

Hingga saat ini, penutupan jalan masih berlangsung penuh menggunakan penghalang besi. Massa tetap melanjutkan kegiatan di area tersebut, sambil memantau perkembangan di lapangan, karena akses menuju Jalan Medan Merdeka Barat belum dibuka.