Peristiwa

Aksi Ojol di Monas Kamis Ini Tuntut Potongan Komisi 8% Berlaku untuk Semua Layanan

×

Aksi Ojol di Monas Kamis Ini Tuntut Potongan Komisi 8% Berlaku untuk Semua Layanan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ojol Demo di Monas Hari Ini, Tuntut Potongan Komisi 8 Persen Berlaku untuk Semua Layanan

jurnalistik.co.id – Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gerakan Ojol Indonesia Bersatu (GOIB) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Silang Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis siang ini. Aksi dimulai pukul 13.00 WIB dan dikhawatirkan dapat memengaruhi arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Koordinator Aksi GOIB, Irfan Smandu, mengatakan demonstrasi itu dilakukan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kebijakan mitra ojol. Ia menyebut, agenda aksi juga menyinggung persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Irfan menjelaskan aksi berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2926, dengan mempertimbangkan dinamika kebijakan yang berjalan. “Menyikapi perkembangan dinamika kebijakan ojol yang terjadi, GOIB memutuskan untuk menggelar aksi pada hari Kamis, 2 Juli 2926,” kata Irfan saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis.

Menurut Irfan, massa akan mulai berkumpul di kawasan Taman Lapangan Banteng pukul 13.00 WIB sebelum bergerak menuju Silang Selatan Monas. Ia juga menegaskan keikutsertaan para pengemudi dalam aksi didasarkan pada kesadaran masing-masing.

Di sisi lain, Irfan menyatakan tidak ada seruan untuk mematikan aplikasi atau melakukan off bid secara massal bagi mitra ojol maupun taksi online. “Soal off bid atau tidak off bid kan itu kembali ke hati nurani masing-masing dan kita tidak bisa memaksakan. Saya tidak pernah menyerukan di kalangan ojol maupun taksi online untuk off bid massal,” ujar Irfan.

Irfan menambahkan, pihaknya menyebut aksi ini akan dihadiri pengemudi dari seluruh wilayah Jabodetabek. Ia juga menekankan, peserta yang datang merupakan mitra yang bekerja sehari-hari sebagai pengemudi ojek online.

“Kami demo itu dari hati ya, tanpa ada tendensi apa pun, tanpa ditunggangi, dan dibiayai siapa pun. Memang benar-benar kami ojol sungguhan yang menyuarakan aspirasi pendapat kami di muka umum,” ucap Irfan.

Irfan menyebut unjuk rasa membawa lima tuntutan. Dalam rangkaian yang disampaikan, tiga di antaranya menyoroti permintaan penerbitan dokumen kebijakan, pemberlakuan potongan komisi, serta jaminan ketersediaan BBM Pertalite.

Pertama, massa mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera menerbitkan Lembar Negara dari Perpres No. 27 Tahun 2026. Kedua, potongan 8 persen diminta wajib berlaku untuk semua layanan ojek online. Ketiga, pemerintah diminta menjamin ketersediaan bahan bakar Pertalite yang disebut semakin langka di lapangan.

Dengan agenda yang terpusat di Monas dan pergerakan massa dari Taman Lapangan Banteng menuju Silang Selatan, aksi GOIB diharapkan menjadi ruang aspirasi langsung bagi para pengemudi. Namun, jadwal pelaksanaan pada pukul 13.00 WIB juga membuat warga perlu mengantisipasi kemungkinan kepadatan di sekitar area kegiatan.

Menjelang pelaksanaan, para pengemudi yang tergabung dalam GOIB dijadwalkan lebih dulu berkumpul di kawasan Taman Lapangan Banteng pada pukul 13.00 WIB. Setelah itu, rombongan bergerak menuju area Silang Selatan Monas. Mengingat aksi berada di pusat keramaian Jakarta Pusat, warga diimbau lebih waspada terhadap potensi perubahan arus lalu lintas di sekitar rute kegiatan.

Lewat rangkaian tuntutannya, GOIB meminta kejelasan terkait kebijakan yang berdampak langsung pada mitra ojol. Di antaranya, mereka mendesak terbitnya Lembar Negara dari Perpres No. 27 Tahun 2026, menginginkan pemberlakuan potongan komisi sebesar 8 persen untuk seluruh layanan ojek online, serta menuntut adanya jaminan ketersediaan BBM Pertalite yang disebut makin sulit ditemui di lapangan.

Selain menyampaikan agenda tersebut, pihak GOIB juga menegaskan sikapnya dalam soal langkah teknis yang berpotensi mengganggu layanan. Irfan menyatakan tidak ada seruan untuk mematikan aplikasi maupun melakukan off bid secara massal bagi mitra ojol maupun taksi online, karena keputusan dianggap kembali pada hati nurani masing-masing. Ia menambahkan, aksi ini digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi dari pengemudi yang bekerja sehari-hari dan hadir dari berbagai wilayah Jabodetabek, tanpa tendensi, tanpa ditunggangi, serta dengan penekanan bahwa mereka adalah ojol sungguhan.