Peristiwa

Kronologi Tabrakan KA Harina dengan Truk di Semarang: Sopir Terobos Perlintasan Saat Sirine Dibunyikan

×

Kronologi Tabrakan KA Harina dengan Truk di Semarang: Sopir Terobos Perlintasan Saat Sirine Dibunyikan

Sebarkan artikel ini
Kronologi Tabrakan KA Harina dan Truk di Semarang, Sopir Terobos Perlintasan Saat Sirine Berbunyi Regional 23 Juni 2026
Ilustrasi: Kronologi Tabrakan KA Harina dan Truk di Semarang, Sopir Terobos Perlintasan Saat Sirine Berbunyi

jurnalistik.co.id – Sebuah peristiwa tabrakan melibatkan KA 100 Harina relasi Bandung–Surabaya Pasarturi dengan sebuah truk di perlintasan sebidang Jerakah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kecelakaan terjadi saat sirine dibunyikan dan palang pintu mulai menutup, namun kendaraan tetap memasuki area perlintasan.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Senin (22/6/2026) sore sekitar pukul 16.15 WIB. Akibat kejadian itu, perjalanan kereta sempat mengalami keterlambatan. Insiden terjadi di perlintasan sebidang Nomor 1A KM 0+100 pada petak jalan antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol.

Lokasi dan proses peringatan di perlintasan

Menurut keterangan awal yang disampaikan pihak KAI Daop 4 Semarang, perangkat peringatan di lokasi telah berfungsi. Sirine telah dibunyikan dan palang pintu tengah bergerak menutup karena KA Harina akan segera melintas.

Meski proses penutupan sedang berlangsung, truk yang melaju dari arah selatan menuju utara dilaporkan tetap memasuki area perlintasan. Ketika kendaraan berada di tengah lintasan rel, truk kemudian mengalami kendala yang membuatnya tidak dapat segera keluar dari jalur.

Gangguan pada kendaraan hingga mogok

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan berdasarkan keterangan awal dari pengemudi, kendaraan diduga mengalami gangguan pengereman saat mendekati perlintasan. Kondisi itu disebut terjadi saat kendaraan berada pada jarak yang seharusnya sudah dapat mengantisipasi peringatan di lokasi.

Luqman melanjutkan bahwa saat insiden berlangsung, truk dilaporkan mengalami kondisi hingga terlepas, sehingga kendaraan mogok dan tidak dapat segera meninggalkan rel. Pada tahap inilah bagian truk berakhir berada pada area lintasan saat KA Harina mendekat.

Petugas memberi tanda bahaya dan upaya pengereman masinis

Atas situasi tersebut, petugas jaga perlintasan bernama Deni langsung mengambil tindakan. Deni berlari ke arah datangnya kereta untuk memberikan tanda bahaya kepada masinis.

Di saat yang sama, masinis KA Harina telah berupaya menghentikan laju kereta dengan melakukan pengereman maksimal. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dicegah.

Akibatnya, KA Harina akhirnya tertemper dengan bagian kiri truk yang masih berada di area lintasan. Benturan terjadi di perlintasan sebidang Jerakah, tepat pada petak jalan yang menghubungkan Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol.

Respons KAI dan pengamanan setelah kejadian

Setelah tabrakan, pihak KAI melakukan langkah pengamanan untuk menyiapkan penanganan di lokasi. KA Harina terlebih dahulu ditarik mundur guna mengamankan posisi rangkaian sekaligus membuka ruang untuk penanganan di titik kejadian.

Selain mengamankan kereta, truk juga didorong ke arah selatan agar tidak lagi menghalangi jalur perlintasan. Upaya ini dilakukan agar proses penanganan dapat berlangsung dan lalu lintas pada area perlintasan tidak terhambat oleh posisi kendaraan yang menghalangi rel.

Terkait insiden tersebut, Luqman menyampaikan sikap dari PT KAI Daop 4 Semarang. “PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” imbuh Luqman.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi meski sistem peringatan di lokasi sudah berfungsi dan palang pintu tengah menutup. Namun, kendaraan yang sempat memasuki area lintasan ketika sirine dibunyikan kemudian mengalami kendala hingga mogok, sehingga proses penghentian kereta tidak lagi memiliki jarak yang cukup untuk mencegah benturan.

Kronologi awal menggambarkan bahwa proses peringatan di perlintasan berjalan sesuai prosedur. Sirine sudah dibunyikan dan palang pintu terus bergerak menutup saat KA Harina mendekat, tetapi truk tetap berada di area perlintasan hingga bagian kendaraan terbawa sampai rel ketika masalah teknis dialami saat mendekati titik kejadian.

Dalam penanganan pascainsiden, pihak KAI mengambil langkah agar situasi kembali terkendali dengan cepat. Rangkaian kereta ditarik mundur untuk mengamankan posisi dan memberi ruang kepada petugas melakukan tindakan di lokasi, sementara truk kemudian diarahkan ke arah selatan agar tidak lagi mengganggu jalur perlintasan.