Peristiwa

KM Arof Tenggelam Diterjang Cuaca Buruk di Lampung Timur, Dua ABK Asal Cirebon Hilang

1
×

KM Arof Tenggelam Diterjang Cuaca Buruk di Lampung Timur, Dua ABK Asal Cirebon Hilang

Sebarkan artikel ini
KM Arof Tenggelam Diterjang Cuaca Buruk di Lampung Timur, Dua ABK Asal Cirebon Hilang Regional 15 Juni 2026
Ilustrasi: KM Arof Tenggelam Diterjang Cuaca Buruk di Lampung Timur, Dua ABK Asal Cirebon Hilang

jurnalistik.co.id – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua anak buah kapal (ABK) KM Arof yang dilaporkan hilang setelah kapal penangkap ikan tersebut tenggelam di perairan Lampung Timur.

Kapal KM Arof tenggelam di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, setelah diterjang cuaca buruk yang disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Operasi pencarian terus dilakukan meski kondisi cuaca di lokasi kerap berubah, sehingga penyisiran harus menyesuaikan perkembangan di lapangan.

Dua ABK belum ditemukan

Dantim Rescuer Pos SAR Bakauheni, Feriansyah, mengatakan pihaknya masih berupaya menemukan dua korban yang belum ditemukan.

“Kami terus berupaya melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan. Tim SAR Gabungan telah menyusun pola penyisiran berdasarkan hasil evaluasi di lapangan dan pergerakan arus di sekitar lokasi kejadian,” kata Feriansyah, Senin (15/6/2026).

Kedua ABK yang masih dalam pencarian adalah Tarno (50), yang berperan sebagai nahkoda, dan Suarna (45). Keduanya merupakan warga Cirebon, Jawa Barat.

Dalam insiden ini, kecelakaan laut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB ketika KM Arof berada di perairan Muara Kuala Penet untuk aktivitas penangkapan ikan.

Feriansyah menjelaskan bahwa “Empat ABK berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan,” ujar Feriansyah.

Dengan demikian, dari total enam ABK yang berada di kapal, empat orang dilaporkan berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya hingga waktu pencarian dilaporkan belum ditemukan.

Proses pencarian sejak informasi diterima

Informasi terkait insiden tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor Pencarian dan Pertolongan) Lampung pada Minggu (14/6/2026) pukul 20.50 WIB dari pembina kapal, Ridho Hafid.

Setelah informasi diterima, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 21.10 WIB.

Sejak saat itu, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sekitar titik tenggelamnya KM Arof dengan mempertimbangkan hasil evaluasi lapangan serta pergerakan arus laut.

Hari kedua, area diperluas

Memasuki hari kedua operasi, tim membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas penyisiran di sekitar lokasi tenggelam kapal.

“Pencarian dilakukan dengan memaksimalkan seluruh potensi SAR yang terlibat. Area penyisiran juga diperluas sesuai hasil perhitungan dan perkembangan di lapangan,” kata Feriansyah.

Penguatan strategi ini dilakukan agar pencarian tetap menjangkau kemungkinan lokasi keberadaan korban, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi medan dan dinamika perairan.

Pada waktu yang sama, operasi sempat terkendala cuaca, terutama hujan deras yang disertai gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter.

“Kondisi cuaca menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi. Namun, setelah situasi memungkinkan, tim kembali melanjutkan pemantauan dan penyisiran di sekitar lokasi,” ujar dia.

Unsur yang terlibat dan imbauan keselamatan

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian, antara lain Pos SAR Bakauheni, Direktorat Polairud Polda Lampung, Satpolairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, pihak pemilik kapal, keluarga korban, serta nelayan setempat.

Basarnas Lampung juga mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaut serta memastikan ketersediaan alat keselamatan di atas kapal guna meminimalkan risiko kecelakaan di perairan.

Sampai saat ini, pencarian terhadap Tarno dan Suarna terus dilakukan dengan pola penyisiran yang diperbarui sesuai evaluasi lapangan serta pergerakan arus di sekitar perairan Muara Kuala Penet.

Pencarian dilakukan secara berkelanjutan sejak informasi diterima hingga memasuki hari kedua, dengan penyesuaian lokasi berdasarkan arus laut dan evaluasi yang diperoleh di lapangan.

Selain memperluas area melalui pembagian SRU, tim juga melakukan pemantauan berkala karena kondisi perairan dapat berubah, sementara keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama penyisiran.