Hukum & Kriminal

Kodam IX/Udayana dan Polda NTT Ungkap Kronologi Berbeda Penikaman Anggota Brimob di Labuan Bajo

0
×

Kodam IX/Udayana dan Polda NTT Ungkap Kronologi Berbeda Penikaman Anggota Brimob di Labuan Bajo

Sebarkan artikel ini
Beda Versi Kodam Udayana dan Polda NTT soal Penikaman Anggota Brimob di Labuan Bajo Regional 14 Juni 2026
Ilustrasi: Beda Versi Kodam Udayana dan Polda NTT soal Penikaman Anggota Brimob di Labuan Bajo

jurnalistik.co.id – Kodam IX/Udayana dan Polda NTT menyampaikan kronologi berbeda terkait penikaman anggota Brimob di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perbedaan itu muncul berdasarkan hasil pemeriksaan awal masing-masing institusi.

Insiden terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Dalam kejadian tersebut, tiga anggota Brimob mengalami luka tusuk, sementara dua lainnya mengalami lecet.

Para korban kemudian menjalani perawatan di RS Siloam. Mereka berinisial Bripda RME, Bripda FIA, Bharada BBK, Bripda RDJ, dan Bharada GNL.

Keterangan awal Polda NTT

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT, AKP Antonio Cortareal, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan terkait adanya penikaman oleh pelaku yang belum diketahui. Ia menyebut jumlah korban yang mengalami luka tusuk dan lecet.

“Ditikam orang tak dikenal. Korban ada tiga yang luka, dua orang lecet. Kondisinya lumayan serius,” kata AKP Antonio Cortareal pada Kamis, dilansir dari Kompas.com.

Versi Kodam IX/Udayana

Di sisi lain, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan kronologi menurut versi Kodam IX/Udayana. Ia menyampaikan peristiwa bermula saat tiga anggota TNI AD berinisial Pratu IB, Pratu IW, dan Pratu FR menghadiri acara syukuran pelantikan anggota Brimob Bripda JG pada Rabu (10/6/2026).

Acara tersebut disebut berlangsung di lokasi yang berada dekat rumah orang tua Pratu IW. Ketiga anggota TNI AD hadir sebagai tamu undangan dan diterima dengan baik oleh tuan rumah.

Amrizal Nasution menuturkan bahwa dalam suasana acara yang berlangsung secara kekeluargaan, Pratu IB sempat berinteraksi dengan salah seorang anggota Brimob. Setelah itu, beberapa saat kemudian terdengar instruksi agar seluruh anggota Brimob meninggalkan lokasi acara.

Menurut Kodam IX/Udayana, sekitar 30 menit kemudian lebih dari 15 anggota Brimob kembali memasuki lokasi. Setelah kehadiran tersebut, Amrizal menyampaikan adanya rangkaian tindakan yang terjadi setelah kedatangan kembali.

“Setiba di lokasi, sejumlah anggota Brimob diduga langsung menarik Pratu IB ke arah jalan raya sejauh kurang lebih 40 meter sebelum kemudian terjadi tindakan pemukulan dan pengeroyokan,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution, Sabtu (13/6/2026), dilansir dari PosKupang.

Mendapati kondisi Pratu IB, Pratu IW berupaya memberikan pertolongan. Namun, Pratu IW juga menjadi sasaran pemukulan dan pengeroyokan.

Amrizal Nasution kemudian menjelaskan bahwa saat dikeroyok, Pratu IW berhasil mencari celah untuk kabur. Setelah itu, ia langsung berlari menuju rumah orang tuanya untuk mengambil sebuah pisau kerambit.

Kesaksian warga dan penegasan jumlah pengeroyok

Berdasarkan keterangan para saksi, mereka mengaku melihat secara langsung adanya tindakan pengeroyokan oleh anggota Brimob yang berjumlah sekitar 15 orang terhadap kedua anggota Kodim tersebut. Di lokasi kejadian, sejumlah warga disebut berupaya melerai dan meminta agar tindakan pengeroyokan dihentikan.

Dengan demikian, versi yang disampaikan Polda NTT dan Kodam IX/Udayana berada pada titik yang berbeda. Polda NTT menekankan keterangan awal mengenai penikaman oleh pelaku tak dikenal serta rincian luka yang dialami para korban. Sedangkan Kodam IX/Udayana memaparkan tahapan kejadian yang terjadi sejak acara syukuran pada 10/6/2026 hingga tindakan pemukulan dan pengeroyokan.

Meski kronologi yang diuraikan kedua pihak berbeda, keduanya sama-sama merujuk pada insiden yang terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari di Labuan Bajo serta dampak luka tusuk dan lecet yang dialami lima anggota Brimob. Para korban yang disebut berinisial Bripda RME, Bripda FIA, Bharada BBK, Bripda RDJ, dan Bharada GNL juga sama-sama dirawat di RS Siloam.