jurnalistik.co.id – Pengelola Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, menargetkan kedatangan hingga 30.000 pengunjung pada akhir pekan, seiring digelarnya Festival bertema Desa Konoha.
Acara ini berlangsung mulai Sabtu (11/7/2026) hingga 16 Juli 2026, dengan rangkaian kegiatan yang melibatkan pengunjung sejak pagi hingga malam hari.
Festival menghadirkan sejumlah atraksi populer, termasuk kemunculan cosplayer karakter Naruto serta pengalaman terkait gim daring PUBG di lokasi acara.
Target 30 ribu pengunjung akhir pekan
Melalui pesan singkat pada Sabtu, Pengelola Kota Tua, Denny Aputra, menyatakan pihaknya berupaya menjaga capaian pada dua hari utama.
“Konsisten di total 30 ribu pengunjung pada Sabtu dan Minggu,” kata Denny Aputra.
Denny menuturkan festival tersebut juga ditempuh melalui kerja sama dengan brand global agar Kota Tua semakin dikenal dan lebih terbuka bagi beragam kalangan.
“Jadi ini mengajak Brand Global biar bisa menjadikan Kota Tua inklusif dan dikenal Global,” ucap dia.
Jumlah kunjungan sementara, dominan wisatawan domestik
Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung yang datang ke Kota Tua mencapai 2.559 orang.
Rinciannya, 2.530 pengunjung merupakan wisatawan domestik, sedangkan 69 orang lainnya berasal dari mancanegara.
Angka tersebut menjadi penanda bahwa minat publik terhadap festival bertema budaya populer dan hiburan interaktif cukup kuat sejak sesi awal berlangsung.
Seorang pengunjung, Evelyn (23), mengaku sengaja datang dari Bogor setelah mengetahui adanya festival di lokasi tersebut.
Berita Terkait
“Menarik banget sih, selain tempatnya luas, event-nya juga ternyata besar,” kata Evelyn, Sabtu.
Ia juga menyebut kedatangannya terbilang spontan karena sebelumnya tidak merencanakan kunjungan ke Kota Tua pada akhir pekan.
“Saya baru taunya dadakan, tadi siang, terus langsung ke sini. Sebelumnya saya belum tau, dan gak berniat juga mau ke sini,” ungkapnya.
Pengunjung lain, Nurhayati (28), datang bersama keluarga untuk menikmati suasana sekaligus mencari makanan, sebelum menyadari adanya festival di area tersebut.
“Awalnya ke sini cuma mau jalan-jalan biasa sambil kulineran, pas sampai ternyata ada Naruto. Ini anak saya sampai kegirangan,” tutur dia.
Nurhayati menilai kemunculan atraksi yang sesuai minat anak menjadi alasan utama keluarga tetap bertahan menikmati rangkaian acara.
Sementara itu, Mahatir (32) menyampaikan ia mengajak istri serta kedua anaknya setelah memperoleh informasi dari tetangga.
“Awalnya tau dari tetangga kemarin, saya dari tetangga bilangin ‘besok ada acara di Kota Tua’, ya udah saya ajak anak istri ke sini,” ucap dia.
Menurut Mahatir, Kota Tua sudah menjadi salah satu destinasi yang kerap dipilih keluarganya karena tidak ada biaya masuk dan tersedianya pilihan tempat makan di sekitar lokasi.
“Kaena di sini gratis, enggak bayar, terus banyak tempat makan juga kan,” kata dia.
Dengan rentang waktu penyelenggaraan hingga 16 Juli 2026, festival di Kota Tua Tamansari diharapkan terus menarik kunjungan dan memperluas daya tarik kawasan bersejarah tersebut melalui pengalaman hiburan yang beragam.
Dengan fokus pada momentum akhir pekan, pengelola menekankan bahwa capaian pengunjung terutama ditopang oleh dua hari utama, sementara perayaan tetap berlanjut sepanjang periode yang sudah ditetapkan hingga 16 Juli 2026. Dalam penyelenggaraan dari Sabtu hingga 16 Juli, rangkaian aktivitas diatur agar pengunjung bisa menikmati pengalaman mulai pagi sampai malam. Upaya menjaga konsistensi jumlah kunjungan itu juga diiringi pendekatan kolaboratif, termasuk ajakan kerja sama dengan brand global agar Kota Tua tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga terasa lebih terbuka bagi beragam kalangan.
Antusiasme yang terlihat sejak sesi awal tampak sejalan dengan komposisi data kunjungan yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB. Dari total 2.559 orang, mayoritas didominasi wisatawan domestik sebanyak 2.530 orang, sedangkan sisanya 69 pengunjung berasal dari mancanegara. Pola ini menunjukkan ketertarikan publik terhadap festival bertema budaya populer dengan hiburan interaktif. Beberapa pengunjung juga menggambarkan kedatangan yang beragam, mulai dari yang memilih datang dadakan setelah mengetahui informasi singkat, hingga keluarga yang awalnya hanya berniat beraktivitas dan mencari makanan, lalu bertahan karena melihat atraksi seperti cosplayer Naruto serta pengalaman yang tersedia di area terkait gim daring PUBG.












