jurnalistik.co.id – Krisis memori yang semula paling terasa pada lini kartu grafis premium kini mulai melebar ke pasar GPU kelas menengah. Dampaknya terlihat dari kenaikan harga pada beberapa model yang selama ini menjadi pilihan lebih “masuk akal” bagi pengguna.
Menurut laporan XDADevelopers, krisis memori yang dipicu tingginya permintaan untuk industri kecerdasan buatan (AI) mulai merembet ke pasar kartu grafis (GPU) kelas menengah atau mid-range. Sebelumnya, dampak paling besar disebut dirasakan oleh GPU high-end seperti Nvidia GeForce RTX 5090, RTX 5080, dan RTX 5070 Ti.
Kini, model mid-range seperti RTX 5070 dan RTX 5060 Ti, serta AMD Radeon RX 9070 XT, mulai mengalami kenaikan harga. Perubahan ini membuat segmen yang sebelumnya relatif lebih stabil ikut terdorong naik, sehingga jarak keterjangkauan antara kelas produk semakin menyempit.
Dalam laporan yang sama, RTX 5060 Ti bahkan disebut dijual di pasar dengan banderol 30 persen lebih mahal dari harga yang disarankan (Manufacturer’s Suggested Retail Price/MSRP). Untuk RTX 5070, peningkatan harga disebut berada di kisaran sekitar 15 persen lebih tinggi dari MSRP.
Pola serupa juga terjadi pada produk AMD. Radeon RX 9070 XT disebut banyak dipasarkan sekitar 16 persen di atas MSRP, sementara Radeon RX 9070 dijual sekitar 10 persen lebih mahal.
Lonjakan harga pada GPU kelas menengah tersebut dipicu oleh membengkaknya harga VRAM. VRAM merupakan memori yang digunakan untuk menyimpan data grafis dan menjalankan berbagai proses visual pada kartu grafis.
Melonjaknya harga VRAM sendiri dikaitkan dengan tingginya permintaan chip memori berperforma tinggi untuk kebutuhan AI. Perusahaan-perusahaan pengembang AI dan operator pusat data disebut menyerap sebagian besar pasokan memori yang tersedia di pasar, sehingga pasokan untuk industri PC menjadi lebih terbatas.
Ketika pasokan memori untuk PC semakin terbatas, biaya produksi kartu grafis ikut meningkat. Bahkan, laporan industri menyebut bahwa memori GDDR7 kini dapat menyumbang hingga sekitar 80 persen dari total biaya produksi sebuah GPU.
Besaran kontribusi tersebut dinilai berubah dibandingkan periode sebelumnya, ketika kontribusi memori terhadap biaya produksi kartu grafis hanya berada di kisaran 30–40 persen. Kenaikan ini kemudian mendorong keputusan bisnis produsen GPU, termasuk penyesuaian prioritas produksi.
Dalam kondisi seperti ini, produsen GPU disebut lebih memprioritaskan produksi model kelas atas yang menawarkan margin keuntungan lebih besar. Di saat yang sama, ketersediaan untuk GPU kelas menengah menjadi lebih terbatas, sehingga harga jualnya ikut terdongkrak.
Kondisi kenaikan harga GPU kelas menengah juga diperkirakan belum akan segera mereda. Laporan menyebut kenaikannya berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, karena harga memori global belum menunjukkan adanya penurunan.
Meski demikian, laporan tersebut juga menyatakan bahwa kenaikan harga GPU kelas menengah disebut tidak akan setinggi GPU kelas atas. Setidaknya, kenaikannya tidak lebih dari 110 persen dari harga MSRP.
Di sisi permintaan, kebutuhan memori untuk AI disebut tetap tinggi. Sementara itu, belum ada tanda-tanda bahwa harga VRAM akan kembali normal dalam waktu dekat.
Imbas ke pengguna PC dan rencana upgrade
Bagi para gamer, situasi ini membuat pilihan upgrade PC semakin sulit. GPU kelas bawah dinilai kurang memadai untuk menjalankan banyak game modern, sedangkan GPU kelas atas kini semakin sulit dijangkau karena harganya terus melonjak.
Dengan kondisi tersebut, GPU segmen kelas menengah—yang sebelumnya sempat dipandang sebagai “primadona” karena tidak mengalami kenaikan harga—perlahan dapat kehilangan daya tarik. Perubahan ini membuat pengguna menghadapi trade-off yang lebih berat saat memutuskan peningkatan perangkat.
Secara keseluruhan, krisis memori yang terkait VRAM dan harga GDDR7 tidak lagi hanya memukul lini premium, melainkan juga menyentuh pilihan yang lebih terjangkau di kelas menengah. Karena pasokan memori untuk industri PC disebut belum kembali longgar, kenaikan harga pada segmen mid-range berpotensi tetap terasa hingga pasar menunjukkan tanda pemulihan.









