Teknologi

Kisah Haru Jensen Huang: Belikan Mobil Mewah untuk Orang Tua Usai Sukses Nvidia

0
×

Kisah Haru Jensen Huang: Belikan Mobil Mewah untuk Orang Tua Usai Sukses Nvidia

Sebarkan artikel ini
Kisah Haru Jensen Huang, Belikan Mobil Mewah untuk Orang Tua setelah Nvidia Sukses Tekno 9 Juni 2026
Ilustrasi: Kisah Haru Jensen Huang, Belikan Mobil Mewah untuk Orang Tua setelah Nvidia Sukses

jurnalistik.co.id – Di balik capaian besar Nvidia, Jensen Huang menyimpan satu kisah yang terdengar seperti bakti sekaligus penyesalan. Ia menceritakan keputusan yang ia ambil setelah perusahaan yang ia pimpin melantai di bursa pada 1999, lalu membelokkan ingatan pahitnya menjadi sesuatu yang tetap ia jaga sampai hari ini.

Huang mengatakan kisah itu bermula sesaat setelah Nvidia menggelar penawaran umum perdana (IPO). Saat itu, ia memilih menjual sebagian sahamnya untuk membelikan orang tuanya sebuah Mercedes S-Class senilai 135.000 dolar AS, sebagai bentuk ungkapan bakti seorang anak.

Kisah tersebut pertama kali Huang ungkap dalam sebuah sesi wawancara di forum ekonomi World Economic Forum (WEF) 2026. Dalam percakapan itu, ia menyebut momen setelah IPO sebagai satu titik yang ia sesali, sekaligus menjelaskan alasan di balik pembelian mobil tersebut.

“Satu-satunya penyesalan saya adalah saat IPO. Setelah IPO, saya ingin membelikan orang tua saya sesuatu yang bagus, jadi saya menjual saham Nvidia pada valuasi 300 juta dolar AS dan saya membelikan mereka Mercedes S-Class. Itu adalah mobil paling mahal di dunia. Mereka menyesalinya,” kata Huang, sebagaimana dikutip dari Tom’s Hardware.

Dalam wawancara yang sama, pembawa acara bertanya apakah orang tuanya masih menyimpan mobil itu. Huang menjawab singkat, “Oh, tentu. Ya, mereka masih punya.” Konfirmasi tersebut menegaskan bahwa Mercedes S-Class yang dibeli menggunakan hasil penjualan saham itu masih menjadi bagian dari keluarga hingga saat ini.

Jika dilihat dari detail yang disebut dalam laporan tersebut, Mercedes S-Class yang dimaksud diperkirakan merupakan varian termahal S600. Mobil itu disebut dibekali mesin V12 enam liter dan dibanderol sekitar 135.000 dolar AS, sehingga harga mobil menjadi dasar perhitungan besarnya saham yang dijual Huang pada periode awal.

Huang menyebut valuasi yang ia jadikan rujukan saat menjual saham berada pada angka 300 juta dolar AS. Sementara itu, harga saham Nvidia pada IPO dipatok 12 dolar AS per lembar, sehingga Huang diperkirakan menjual sekitar 11.250 lembar saham untuk menutup harga mobil.

Namun, keputusan yang terasa “manis” pada masanya kemudian berbalik menjadi penyesalan ketika nilai saham Nvidia tumbuh jauh lebih tinggi setelah IPO. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa saham Nvidia saat ini berada di kisaran 187 dolar AS per lembar, sehingga total nilai saham yang dijual Huang untuk membeli mobil kini ditaksir mencapai sekitar 1,009 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 16 triliun.

Angka tersebut semakin memperjelas jarak antara nilai saat Huang menjual dan nilai yang kemudian tercapai. Disebutkan pula bahwa saham yang Huang jual saat itu kini bernilai sekitar 1,33 miliar dolar AS atau lebih dari Rp 21 triliun, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari laman Tom’s Hardware.

Lonjakan nilai itu juga dijelaskan melalui beberapa kali pemecahan saham (stock split) Nvidia sejak 1999. Data yang disebutkan meliputi: 27 Juni 2000 split 2-to-1 menjadi 22.500 lembar, 17 September 2001 split 2-to-1 menjadi 45.000 lembar, 7 April 2006 split 2-to-1 menjadi 90.000 lembar, 11 September 2007 split 1,5-to-1 menjadi 135.000 lembar, 20 Juli 2021 split 4-to-1 menjadi 540.000 lembar, serta 10 Juni 2024 split 10-to-1 menjadi 5.400.000 lembar.

Dengan rangkaian pemecahan saham tersebut, 11.250 lembar saham yang dijual Huang pada awalnya kemudian setara dengan jutaan lembar saham di periode berikutnya. Laporan itu menyebut bahwa 11.250 lembar saham kemudian menjadi 5,4 juta lembar, dan dari situlah perhitungan nilai menggunakan harga saham terkini dilakukan hingga mencapai taksiran 1,009 miliar dolar AS.

Dalam penutup laporan, disebutkan juga bahwa penilaian nilai saham Huang bahkan melampaui harga mobil baru paling mahal di dunia pada saat disebut, yaitu Rolls-Royce Droptail yang dibanderol 32 juta dolar AS per unit dengan hanya empat unit yang pernah dibuat.

Meski kisahnya terdengar memilukan dari sudut pandang finansial, narasi yang disampaikan Huang tetap menempatkan pembelian Mercedes S-Class sebagai keputusan yang ia ambil untuk orang tuanya setelah IPO. Ia juga menegaskan, melalui jawaban bahwa mobil itu masih disimpan keluarga, bahwa momen tersebut bukan sekadar cerita lama, tetapi bagian dari ingatan yang terus berlanjut di kehidupan keluarganya.