Peristiwa

Ledakan gas di Qatar: sedikitnya 13 orang tewas, puluhan terluka

×

Ledakan gas di Qatar: sedikitnya 13 orang tewas, puluhan terluka

Sebarkan artikel ini
At least 13 killed and dozens injured after Qatar gas explosion
Ilustrasi: At least 13 killed and dozens injured after Qatar gas explosion

jurnalistik.co.id – Sedikitnya 13 orang tewas dan 66 lainnya terluka setelah ledakan terjadi di fasilitas gas alam cair (LNG) terbesar Qatar, kawasan Ras Laffan, pada Minggu malam.

Menurut kementerian dalam negeri Qatar, ledakan tersebut merupakan “kecelakaan teknis” di Zona Industri Ras Laffan. Dampak ledakan membuat langit di sekitar kawasan pelabuhan berubah warna menjadi oranye.

Menteri Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi, menyatakan ledakan itu tidak akan memengaruhi ekspor negara. Ia juga menegaskan, insiden tersebut adalah kecelakaan dan bukan sabotase atau aksi bermotif permusuhan.

Ras Laffan dikenal sebagai lokasi Pelabuhan Ras Laffan, yang disebut sebagai pelabuhan buatan terbesar di dunia, sekaligus rumah bagi fasilitas ekspor LNG terbesar. Lokasi ini sebelumnya juga menjadi sasaran serangan Iran pada awal tahun ini.

Ledakan pada Minggu tersebut terdengar kuat hingga mengguncang jendela di wilayah lain. Getarannya terasa di Doha bagian tengah, lebih dari 70 km dari Ras Laffan, sehingga warga panik.

Al-Kaabi menambahkan pemerintah sedang bekerja untuk menentukan penyebab ledakan. Ia juga menyebut tidak ada risiko lingkungan yang terkait dengan kejadian ini.

Meski demikian, menteri energi menyatakan sulit menentukan kapan operasi fasilitas akan kembali berjalan penuh. Ia menjelaskan, produksi di pabrik sengaja dihentikan sepenuhnya sejak Desember 2025 karena kebutuhan pemeliharaan mendesak, sebelum akhirnya mulai dijalankan lagi hanya dua hari yang lalu.

Lokasi ledakan dan respons darurat

Organisasi energi nasional Qatar, QatarEnergy, menyatakan ledakan terjadi di “fasilitas pasokan gas lokal Barzan” pada malam hari tanggal 21 Juni. Menurut QatarEnergy, tim respons darurat dikerahkan segera untuk memadamkan dan menahan api.

Dalam pembaruan yang disampaikan, QatarEnergy menyebut api kini berada di bawah kendali. Ledakan dilaporkan terjadi saat pekerja sedang memulai kembali aktivitas yang sebelumnya dihentikan pada bulan Maret.

Al-Kaabi juga menyampaikan bahwa investigasi resmi telah dimulai untuk mencari penyebab kecelakaan. Ia menegaskan korban tewas akibat ledakan berasal dari India dan Pakistan.

Ia juga mengatakan pemerintah akan melanjutkan penelusuran sambil menilai dampak operasional dan tahapan pemulihan fasilitas.

Hasil investigasi awal dan bantuan bagi keluarga

Dalam konteks korban, Kedutaan India di Doha menyatakan pihaknya terus berhubungan dengan otoritas Qatar. Kedutaan India mengatakan akan memberikan bantuan penuh kepada keluarga yang kehilangan anggota maupun kepada mereka yang mengalami luka.

Pernyataan duka itu disampaikan kedutaan melalui unggahan di platform X. Kedutaan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban yang meninggal dalam insiden di Ras Laffan Industrial City pada malam sebelumnya.

Sementara itu, QatarEnergy menyampaikan bahwa tim penanganan darurat berada di lokasi untuk memastikan api terkendali dan keselamatan area dipulihkan.

Kaitannya dengan operasi LNG dan dampak konflik regional

Ras Laffan berada pada posisi penting dalam rantai energi global karena Qatar merupakan pemasok LNG yang signifikan. Qatar juga mengalami gangguan produksi di tengah eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel terkait Iran.

Pada periode konflik tersebut, pelabuhan Ras Laffan dilaporkan mengalami “kerusakan luas” akibat serangan balasan, seiring peran Qatar sebagai pemasok energi utama. QatarEnergy menyebut perbaikan yang diperlukan akan menurunkan output LNG sebesar 12,8 juta ton untuk rentang waktu tiga hingga lima tahun.

Selain itu, Qatar disebut telah menghentikan produksi sebagai respons terhadap konflik, sehingga memutar sekitar seperlima dari pasokan LNG dunia. Setelah jeda tersebut, pengiriman dilaporkan mulai dilanjutkan baru-baru ini.

Dalam pemberitaan lain terkait insiden saat ini, al-Kaabi menegaskan bahwa ledakan yang terjadi pada Minggu malam bukanlah tindakan sabotase atau serangan bermusuhan. Ia juga menyatakan klaim mengenai dampak pada ekspor akan tetap dipantau, dengan penilaian bahwa ekspor tidak terpengaruh.

Meski begitu, rencana pemulihan operasional masih bergantung pada hasil investigasi dan penilaian teknis. Pemerintah mengindikasikan bahwa keputusan kapan pabrik benar-benar beroperasi kembali akan ditentukan setelah proses pemeriksaan penyebab ledakan selesai.

Dengan latar belakang pentingnya fasilitas Ras Laffan bagi ekspor LNG, insiden ini menjadi perhatian luas karena berpotensi memengaruhi jadwal operasi dan tahapan pemulihan yang sedang berlangsung.