Peristiwa

Pertama Kali Nyetir, Remaja Ini Terkunci di M25 Selama Delapan Jam

×

Pertama Kali Nyetir, Remaja Ini Terkunci di M25 Selama Delapan Jam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Teen stuck on M25 for eight hours on first drive

jurnalistik.co.id – Seorang remaja perempuan, Beatrix (17), mengalami perjalanan yang sama sekali tidak ia bayangkan setelah menyelesaikan ujian mengemudi pertamanya. Setelah terjebak antrean panjang di M25, ia akhirnya baru bisa keluar dari kemacetan delapan jam kemudian.

Kemacetan itu berawal dari kecelakaan di dekat Lakeside Shopping Centre, Grays, Essex. Kejadian terjadi pada pukul 05:30 BST pada hari Kamis, dan jalan baru dibuka kembali pada pukul 20:40 akibat rangkaian kendala di lokasi.

Menurut keterangan National Highways, sekitar seperempat mil atau 400 meter jalan harus dilakukan perawatan ulang setelah terjadi tumpahan minyak. Proses pendinginan juga berjalan lebih lambat karena cuaca panas pada saat itu.

Beatrix berasal dari Romford, London bagian timur, dan mengaku ini adalah pertama kalinya ia mengemudi di M25. Dalam kondisi macet yang panjang, rute yang seharusnya singkat berubah menjadi penantian panjang di tengah antrean.

Ia berada di dalam mobil bersama sepupunya ketika insiden berlangsung. “It was me and my cousin in the car and both of our phones died. So, we didn’t really know how to get back and we were following road signs.

“I’ve never driven on the M25… so, that was very scary.”

Beatrix mengatakan perjalanan sekitar 20 menit bersama kerabatnya berkembang menjadi waktu tunggu berjam-jam karena situasi gridlock. Meski tekanannya besar, ia menilai instruktur mengemudinya mungkin akan tetap mengapresiasi cara ia menghadapi keadaan.

Pada hari Kamis, suhu di Grays sempat mencapai puncak 29C. Beatrix menyebut kondisi panas tersebut membuat banyak orang semakin sulit bertahan di dalam kendaraan.

Ia menuturkan, “Everyone was just so thirsty because it was so hot, and then no-one had any water or food or anything in the cars.” Pernyataan itu menggambarkan bagaimana kebutuhan dasar tidak tersedia bagi para pengemudi dan penumpang yang terjebak.

Bagi keluarga Beatrix, kekhawatiran muncul karena mereka tidak mengetahui lokasinya. Ia menjelaskan orang tuanya sangat cemas karena tidak mendapat informasi jelas tentang kapan ia akan kembali.

Di tengah penantian yang sama, Rosie Potter (29) merasakan perubahan durasi perjalanan yang jauh lebih ekstrem. Perjalanan dari area Lakeside ke Colchester biasanya bisa ditempuh kurang dari satu jam, tetapi baginya berubah menjadi lebih dari sembilan jam.

Rosie meninggalkan tempat parkir pusat perbelanjaan pada pukul 13:30. Ia baru masuk ke rumah pada pukul 23:00, dan menggambarkan dirinya sempat sangat terdorong emosi ketika malam mendekat.

Ia mengaku mulai gelisah dengan situasi yang tak kunjung selesai. “I thought, ‘Oh no, am I gonna be stuck in my car overnight in the dark in an area that I don’t really know very well?’” katanya.

Ia juga menyoroti masalah selama berjam-jam tetap berada di dalam mobil. “You can’t sit there for eight, nine hours with your engine running and your aircon running. There’s no water. There’s no access to any toilets. There’s no food. There’s nothing. There’s nothing around.

“There were people with babies that had literally nipped out to the shops and were then stranded for hours and had no milk, no bottles left for their children.”

Menurut banyak pengendara, sejumlah orang sempat berlindung di area parkir Thurrock service station. Namun, mereka kemudian kesulitan untuk kembali keluar karena kondisi lalu lintas tetap tidak memungkinkan.

Sara Tidy, jurnalis berusia 63 tahun, menceritakan suasana di lapangan dengan jumlah kendaraan yang sangat besar. Ia menyebut ada “literally hundreds of cars” dan “kids playing tennis” untuk membantu mengusir kebosanan selama menunggu.

“They had their drums and guitars and stuff on the tarmac to entertain themselves,” ujar Sara. Ia juga mengatakan ada seorang perempuan yang membutuhkan obat, sehingga situasinya membuatnya semakin panik.

“There was a lady who was in need of her medication, she was getting quite panicky.” Sara berangkat dari Stansted Airport dan sedang dalam perjalanan pulang ke Benenden, Kent.

Dalam penjelasan yang disampaikan kepada pengendara melalui X, National Highways menyatakan akan melakukan peninjauan terhadap cara mereka menangani insiden tersebut. Langkah itu diambil setelah rangkaian keterlambatan panjang yang dialami banyak orang di M25.