Olahraga

LIVE Spanyol-Argentina 0-0, Extra Time Babak Pertama Tuntas; Catatan Adu Penalti Argentina Lebih Unggul

×

LIVE Spanyol-Argentina 0-0, Extra Time Babak Pertama Tuntas; Catatan Adu Penalti Argentina Lebih Unggul

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: LIVE Spanyol Vs Argentina 0-0: Extra Time Babak 1 Usai, Argentina Punya Rekor Adu Penalti Lebih Baik

jurnalistik.co.id – Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, memasuki akhir babak pertama extra time dengan skor masih sama kuat, 0-0, ketika laga berjalan memasuki menit ke-105. Sampai fase ini, jalannya pertandingan menunjukkan Spanyol lebih agresif dalam menekan sejak awal tambahan waktu.

Spanyol tercatat sudah melepaskan 19 tembakan hingga jeda extra time babak pertama, dan 11 di antaranya mengarah ke gawang. Dengan angka itu, The Roja terus mencari celah untuk memecah kebuntuan.

Sementara itu, Argentina belum mencatatkan satu pun percobaan tembakan yang mengarah ke gawang pada rentang waktu yang sama. Meski begitu, Albiceleste tetap berada dalam posisi yang menguntungkan karena masih membutuhkan waktu sekitar 15 menit lagi untuk memastikan pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Keunggulan tersebut juga berhubungan dengan rekam jejak Argentina dalam drama adu penalti pada turnamen Piala Dunia. La Albiceleste memenangkan enam dari tujuh adu penalti yang mereka jalani, sedangkan Spanyol hanya menang satu kali dari lima kesempatan.

Di tengah upaya Spanyol menekan, situasi panas sempat muncul menjelang akhir babak pertama extra time. Pada menit ke-105, terjadi keributan kecil di pinggir lapangan yang membuat pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menerima kartu kuning dari wasit.

Berselang dua menit, tepatnya pada menit ke-105+2, Ferran Torres terlihat mendorong Nicolas Tagliafico dalam duel yang tidak melibatkan bola. Insiden itu menjadi perhatian karena kedua tim sama-sama memikul tekanan besar saat pertandingan berada pada fase yang menentukan.

Selain dinamika emosional, keputusan wasit juga masih menyisakan perdebatan. Gol Spanyol yang dicatat pada menit ke-96 dianulir, dan keputusan tersebut tetap menjadi bahan diskusi, termasuk penilaian pelanggaran Mikel Merino terhadap Nicolas Otamendi yang dinilai cukup tipis.

Meski keputusan di lapangan dihormati, Spanyol tetap berupaya mempertahankan ritme serangan dan mencari peluang berikutnya. Namun, Emiliano Martinez tampil solid sebagai penjaga terakhir Argentina dan menjadi penghalang utama saat Spanyol berulang kali mencoba mengubah tekanan menjadi gol.

Dengan keadaan masih 0-0, pertandingan menyisakan harapan bagi Spanyol untuk mengamankan momen penentu pada sisa extra time. Sejarah final Piala Dunia juga memberi landasan psikologis bagi Spanyol, mengingat pada final 2010, gol kemenangan Andres Iniesta lahir pada menit ke-116 yang membawa La Roja meraih gelar juara dunia pertamanya.

Di sisi lain, Argentina tampak lebih siap menghadapi skenario menuju adu penalti dengan waktu tersisa yang semakin dekat. Ketika menit bertambah dan peluang terus menipis, catatan adu penalti Argentina membuat laga ini tetap terasa berada di garis tipis, meski Spanyol memiliki volume serangan yang lebih tinggi.

Di sisa waktu yang menempel jelang jeda berikutnya, Spanyol seperti terus menekan, namun Argentina menjaga jarak agar momentum tidak berubah menjadi peluang bersih. Ketika pertandingan melewati menit-menit krusial, tempo laga tetap terasa berat, sebab setiap detik bertambah akan makin dekat dengan skenario yang diantisipasi Albiceleste.

Keributan kecil yang melibatkan Scaloni serta insiden yang menyusul pada menit ke-105+2 menambah tensi di lapangan, seiring kedua tim sama-sama berusaha mempertahankan kendali emosi dan ritme. Di saat yang sama, perdebatan terkait gol yang dianulir pada menit ke-96 dan penilaian pelanggaran yang disebut-sebut cukup tipis turut menunjukkan bahwa detail keputusan wasit menjadi bagian dari narasi pertandingan pada extra time.

Dengan skor tetap 0-0, perjuangan di fase akhir extra time juga terlihat dari cara Argentina mengamankan area pertahanan. Emiliano Martinez menjadi figur yang membuat upaya Spanyol sulit diakhiri dengan gol, sementara Argentina memanfaatkan posisi psikologis yang berangkat dari catatan kuat mereka dalam adu penalti, sehingga permainan berakhir tanpa perubahan skor pun tetap memberi tekanan berlapis bagi The Roja.