Hukum & Kriminal

Mantan pemimpin DUP Jeffrey Donaldson siapkan banding atas vonis kejahatan seksual

×

Mantan pemimpin DUP Jeffrey Donaldson siapkan banding atas vonis kejahatan seksual

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Former DUP leader Jeffrey Donaldson to appeal sex offence convictions

jurnalistik.co.id – Tim hukum mantan pemimpin DUP, Jeffrey Donaldson, telah mengajukan berkas banding terkait putusan tindak kejahatan seksual yang dijatuhkan kepadanya. Pengajuan itu dilakukan ke Court of Appeal di Belfast, setelah ia dinyatakan bersalah dalam persidangan sebelumnya.

Langkah banding tersebut telah dikonfirmasi secara resmi. Berkas banding diserahkan pada hari Jumat, sesuai informasi yang disampaikan melalui pernyataan singkat dari pengacaranya.

Dalam pernyataan tertulisnya, pengacara Donaldson, John McBurney, menyebutkan: “I can confirm having lodged this afternoon, on behalf of Jeffrey Donaldson, appeal papers with the relevant office for the Court of Appeal.”

Dokumen banding tersebut merinci sejumlah alasan yang akan digunakan Donaldson untuk berupaya mengesampingkan seluruh 18 vonis bersalah. Ia saat ini menunggu tahap penentuan hukuman berikutnya di Maghaberry Prison.

Donaldson dinyatakan bersalah atas 18 dakwaan pelecehan seksual. Dalam perkara itu, ia juga dijatuhi vonis atas satu dakwaan pemerkosaan yang dilakukan terhadap dua perempuan ketika mereka masih anak-anak.

Menurut laporan, pengajuan banding ini kemungkinan akan menyoroti beberapa bagian dari arahan hakim kepada juri dalam persidangan di Newry Crown Court. Salah satu aspek yang disebut berpotensi menjadi dasar adalah final remarks yang disampaikan hakim Paul Ramsey kepada juri.

Selain itu, banding juga diperkirakan akan menyinggung upaya yang sebelumnya dilakukan tim pembela untuk memisahkan persidangan antara perkara Donaldson dan persidangan mengenai fakta-fakta yang terkait dengan istrinya, Eleanor Donaldson. Upaya pemisahan itu dinilai tidak berhasil, sehingga persidangan tetap berjalan dengan format yang sama seperti diputuskan pengadilan.

Dalam konteks tersebut, disebutkan bahwa bila upaya pemisahan persidangan telah dikabulkan, wawancara polisi terhadap Eleanor Donaldson tidak akan diputar dalam persidangan terhadap Donaldson. Tim pembela kemudian membawa implikasi dari proses itu sebagai bagian yang akan diperiksa kembali lewat mekanisme banding.

Proses pengadilan dalam tahap banding akan melalui sidang yang memutuskan apakah izin banding (leave to appeal) diberikan atau ditolak. Dalam praktiknya, leave to appeal akan ditentukan melalui keputusan pengadilan, dan hingga saat ini diperkirakan hal tersebut dapat terjadi pada suatu waktu di bulan September.

Apabila izin banding akhirnya diberikan, persidangan penuh akan digelar pada tahap berikutnya. Namun, arah proses tersebut juga dipahami tidak akan selesai sebelum Donaldson menjalani proses penjatuhan hukuman setelah vonisnya.

Terkait waktu putusan, Donaldson dinyatakan bersalah pada 22 Juni 2026. Di saat yang sama, Eleanor Donaldson menghadapi persidangan mengenai fakta-fakta (trial of the facts) dengan dasar pertimbangan kesehatan mental, sehingga juri diminta untuk menilai apakah Eleanor melakukan perbuatan yang dituduhkan atau tidak melakukannya.

Dalam persidangan itu, Eleanor Donaldson tidak turut berpartisipasi. Juri kemudian menyimpulkan bahwa ia telah melakukan perbuatan yang menjadi dasar tuduhan dalam seluruh lima dakwaan yang dihadapi.

Kelima dakwaan tersebut mencakup satu dakwaan inti serta empat dakwaan terkait bantuan dan turut serta (aiding and abetting) atas pelanggaran yang dilakukan oleh suaminya. Juri yang berjumlah tujuh orang laki-laki dan lima perempuan membutuhkan waktu 10 jam selama tiga hari sebelum menjatuhkan putusan mereka.

Setelah vonis dijatuhkan, hakim juga menyampaikan bahwa hukuman yang akan diterima Donaldson diperkirakan akan berlangsung lama. Usai putusan tersebut, Donaldson kemudian dibawa dari Newry Crown Court menggunakan van tahanan menuju Maghaberry Prison.

Maghaberry Prison tersebut berada di wilayah yang menjadi bagian dari konstituensinya dahulu, Lagan Valley. Perpindahan tersebut mengikuti rangkaian proses setelah vonis, sebelum tahap selanjutnya terkait penentuan hukuman.

Pada 24 Juni, Donaldson mengajukan agar gelar kebangsawanannya (knighthood) dicabut serta menyerahkan pengunduran diri dari Privy Council dengan efek langsung. Keputusan itu menyusul putusan yang ia terima pada 22 Juni.

Sementara proses banding berjalan, perhatian publik akan tertuju pada alasan-alasan yang diuraikan dalam berkas pengajuan tersebut, termasuk bagaimana pengadilan menilai arahan hakim kepada juri serta dampak dari kegagalan upaya pemisahan persidangan atas perkara yang terkait dengan Eleanor Donaldson.