Hukum & Kriminal

CMA Selidiki Euro Car Parks soal Tiket Parkir untuk Antrean di SPBU

×

CMA Selidiki Euro Car Parks soal Tiket Parkir untuk Antrean di SPBU

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Euro Car Parks being investigated over petrol forecourt parking tickets

jurnalistik.co.id – Komisi Persaingan dan Pasar (Competition and Markets Authority/CMA) sedang menyelidiki Euro Car Parks terkait dugaan ketidakadilan pada denda parkir bagi pengemudi yang harus antre di area depan pompa bensin (petrol forecourt).

Pemeriksaan itu juga menyoroti proses banding yang lebih luas milik operator parkir swasta tersebut, khususnya yang berkaitan dengan lokasi SPBU dan area parkir. CMA ingin memastikan apakah praktik Euro Car Parks melanggar hukum perlindungan konsumen.

Penyelidikan ini menjadi bagian dari langkah pengetatan yang lebih besar oleh CMA terhadap potensi praktik tidak adil yang dilakukan operator parkir swasta. Fokus utamanya adalah pengalaman pengemudi yang merasa diperlakukan secara tidak semestinya, termasuk saat mereka berada dalam situasi antrean untuk mengisi bahan bakar.

Menurut riset RAC, jumlah tiket yang dikeluarkan di tempat-tempat seperti pusat kebugaran, supermarket, restoran, dan area taman ritel (retail parks) telah lebih dari dua kali lipat dalam enam tahun. Angkanya disebut mencapai 14,4 juta.

CMA menyampaikan bahwa sejumlah pengemudi mengeluhkan persoalan-persoalan pada sistem parkir, mulai dari papan informasi yang dianggap tidak jelas, aplikasi yang bermasalah, hingga mesin tiket yang rusak. Keluhan-keluhan inilah yang mendorong CMA menilai apakah pengemudi diperlakukan secara adil.

Regulator juga menyatakan memiliki kekhawatiran terkait cara sebagian operator menangani proses banding, atau upaya untuk meminta biaya tambahan di luar biaya parkir. CMA telah mengirimkan surat kepada sektor terkait secara menyeluruh, serta memberikan peringatan kepada beberapa operator secara individual.

Emma Cochrane, direktur eksekutif perlindungan konsumen CMA, menilai bahwa menerima tiket parkir bisa menjadi pengalaman yang menegangkan. Ia mengatakan, “Costs are high and often unexpected which is difficult when people are budgeting carefully.” Ia menambahkan, “Parking companies must treat motorists fairly at all stages – and a clear and consistent appeals process must be at the heart of this.” Cochrane juga menegaskan, “It’s time for all private parking operators to comply with consumer law or risk action from the CMA.”

Dalam surat terbuka kepada operator parkir swasta, CMA juga memperingatkan agar mereka meninjau ketentuan dan syarat (terms and conditions) serta melakukan perubahan bila diperlukan, agar selaras dengan hukum perlindungan konsumen.

Saat ini, penyelidikan CMA terhadap Euro Car Parks berada pada tahap pengumpulan bukti dan ditargetkan berlangsung hingga musim semi 2027. CMA memusatkan perhatian pada pertanyaan apakah pengemudi yang sedang antre untuk menggunakan pompa bensin—atau memanfaatkan layanan lain di area depan pompa seperti car wash—layak dikenai biaya parkir.

CMA juga mengkaji proses banding yang menyertai skema penagihan tersebut. Dengan kata lain, regulator tidak hanya menilai timbulnya biaya, tetapi juga mekanisme keberatan yang ditempuh pengemudi ketika mereka menilai tiket diterbitkan secara keliru.

Euro Car Parks, berdasarkan informasi di situs perusahaannya, memiliki lebih dari 3.000 fasilitas di seluruh Inggris dan Irlandia, dengan lebih dari dua juta mobil yang memarkir kendaraan mereka di lokasi-lokasi tersebut setiap hari. BBC telah menghubungi Euro Car Parks untuk meminta tanggapan, namun belum ada pernyataan resmi yang dimuat dalam rangkaian laporan ini.

Pengacara dan pakar hukum konsumen dari Which?, Lisa Webb, menyatakan melihat langkah CMA sebagai hal yang positif. Ia mengatakan, “We often hear from people who feel frustrated and confused as they fight unfair charges and tickets issued by private parking operators, including for absurd reasons like queuing for a petrol pump or car wash.”

Senada, Jack Cousens, kepala kebijakan jalan (roads policy) dari The AA, menilai operator di area depan pompa dan pengelola parkir perlu memberi ruang agar pengemudi bisa memperoleh bahan bakar tanpa terkena penalti. Ia menyebut operator seharusnya tidak menghukum, “for simply waiting their turn”.

Cousens menambahkan bahwa situasi ekonomi membuat banyak pengemudi sudah merasakan tekanan akibat kenaikan harga pompa bensin. Ia menilai, “Drivers are already feeling the pinch with rising pump prices, so the last thing they’d want or expect is to be hit for a parking charge just for sitting in the queue.”

Sementara itu, Simon Williams, kepala kebijakan RAC, menilai upaya CMA sebagai “a major step forward in ensuring drivers are treated fairly by private parking operators”. Ia juga menyoroti bahwa langkah pengawasan ini terjadi menjelang respons pemerintah terhadap konsultasi untuk menghidupkan kembali Private Parking Code of Practice yang sempat ditarik.

Williams mengatakan, “The CMA has shone a much-needed light on the appeals process and found major problems that need to be addressed.” Pernyataan tersebut menekankan bahwa proses banding menjadi titik masalah yang ingin diperbaiki.

Cousens dari AA setuju campur tangan CMA penting, tetapi ia menyatakan kekhawatiran bila potensi reshuffle kabinet pada minggu berikutnya dapat membuat pembahasan RUU terkait Private Parking Code of Practice kembali tertunda. Dalam konteks itu, ia menilai jeda kebijakan bisa memperpanjang ketidakpastian bagi pengemudi.

Di sisi lain, salah satu organisasi industri, International Parking Community (IPC), menyatakan menyambut langkah CMA. IPC mengatakan tengah meninjau surat CMA secara cermat, dan menyebut telah membagikan surat terbuka itu kepada para anggotanya serta akan mengeluarkan panduan rinci agar praktik mereka memenuhi standar yang ditetapkan CMA.

British Parking Association (BPA) juga menyatakan sedang menelaah surat CMA dan berkomitmen menerapkan rekomendasi bila sesuai. BPA menyebut selama ini mereka “always strived to strictly uphold the highest industry standards” di antara anggota-anggotanya. Isaac Occhipinti, kepala urusan eksternal BPA, mengatakan organisasi tetap mendukung anggotanya, namun fokus utama berada pada dorongan perbaikan di industri parkir Inggris serta melakukan dialog secara konstruktif dengan semua pihak.

Dengan bukti yang masih dikumpulkan, CMA menempatkan Euro Car Parks sebagai salah satu perhatian utama dalam upaya memastikan mekanisme tiket parkir—termasuk saat antre di SPBU—serta proses bandingnya berjalan secara adil sesuai ketentuan perlindungan konsumen.